102 Tahun Pasca Utsmaniyah: Dunia Islam di Tengah Gejolak Perang dan Tatanan Global Baru
102 Tahun Pasca Utsmaniyah: Dunia Islam di Tengah Gejolak Perang dan Tatanan Global Baru
Dari runtuhnya Khilafah pada 1924 hingga konflik AS–Iran hari ini. Apakah Umat sedang memasuki cycle kebangkitan atau justru babak baru pertarungan global?
CAKRAWALA NEWS l Bagi siapapun yang terbiasa menelaah sejarah Umat Islam, ia akan sadar bahwa 3 Mac adalah tarikh yang penting.
Tetapi, tahukah Anda bahwa dunia sedang berubah setelah 100 tahunan ini?

Jujur, banyak orang yang menanti apa yang akan terjadi 1 abad setelah runtuhnya Khilafah Utsmaniyah. Sebagai Muslim, kita memahami bahwa Allah Azza Wa Jalla menjaga Umat ini dengan 'siklus' (kitaran / cycle) tajdid (pembaruan) setiap 100 tahun.
Rasulullah ο·Ί bersabda, "Sesungguhnya Allah akan mengutus untuk umat ini pada setiap awal 100 tahun seseorang yang memperbarui (memperbarui pemahaman dan pengamalan) agama mereka.” (Hadits Riwayat Abu Dawud).
100 tahunan lalu, gelombang besar pembaruan memang terjadi sebagai respon terhadap kolonialisme.
Jika Anda perhatikan, banyak Ulama dan gerakan yang hadir di tahun-tahun itu seperti Muhammad Abduh, Rasyid Ridha, Badiuzzaman Said Nursi, Hasan Albanna, Taqiyuddin Nabhani, lalu di ranah nasional Nusantara (baca: Indonesia) kita mengenal gerakan/NGO Muhammadiyah, Persis dan Nahdatul Ulama.
Di tengah gempuran penjajahan, mereka hadir membersamai Umat.
Nah, di era kita sekarang, sesuatu yang besar sedang terjadi...
Aku (penulis - red) ingat apa yang dikatakan Dr Nayef bin Nahar, Syaikh Yusuf Sayyid, Syaikh Mahmud Al Hasanat dan banyak ulama sedunia katakan tentang per4ng-per4ng besar mulai dari Thufan Al Aqsha Ghazzah hingga ke Iran: dunia sedang berubah, dan peristiwa besar siap terjadi.
Dan semua ini, mudah-mudahan menjadi awal baru yang meyakinkan bagi dunia Islam. Alih-alih (daripada) makin jatuh, Umat siap keluar dari jaring kelemahannya.
Dr Nayef bin Nahar menulis berkenaan tentang serangan AS-Isr@Ιl ke Iran...
"Sejak sekitar 100 tahun, dunia Islam hidup di wilayah abu-abu: secara lahir tampak merdeka, tetapi secara batin terjajah. Sisi baiknya, Trump akan memaksa dunia Islam keluar dari wilayah ini—entah menuju ketundukan—ke arah penyerahan yang tidak lagi berpura-pura, atau justru menuju awal kemerdekaan yang sejati.”
Jika Anda perhatikan, ada nuansa kebangkitan di dunia Islam meskipun masih diselubungi kabus (still shrouded in fog).
Tetapi, lihatlah Negeri Syam yang kebun harapannya mulai bermekaran. Syria itu 100 tahun lamanya hancur lebur. Tetapi sejak 2024 mereka mulai bangkit. Masjid Umayyah Damaskus (Damsyik) kembali ramai dengan pembentukan kader pejuang dan Ulama.
Begitu jua dengan Turki, 100 tahun lalu mereka dikuasai sekularisme. Tetapi tahun 2026, tentara Turki sudah terang-terangan shalat dan puasa, menamai diri mereka sebagai "MehmetΓ§ik." Tentara Muhammad.
Seorang aktivis dakwah di Negeri Mesir bernama Ayman Azzam bercerita bahwa di Mesir, ia melihat gelombang anak-anak muda yang lebih ramai melaksanakan shalat tarawih.
Twit itu direspon oleh netizen dunia Islam lain dengan nada yang sama.
The Economist pun merilis laporan (release a report: Modernisation is making South-East Asia more Islamic) bahwa Negara seperti Malaysia dan Indonesia, ada fenomena bahwa semakin kaya dan semakin moden, malah semakin dekat dengan Islam.
Tetapi di saat yang sama, penj4jah semakin ganas dalam kerosakannya. Sudah 5 malam (time artikel ini di publish) Masjid Al Aqsha dikosongkan/ditutup dari ibadah sholat tarawih.
Duta besar Trump untuk Isr@Ιl sudah tidak malu-malu lagi mengatakan tentang mimpi "greater Isr@Ιl".
Dan perang yang terjadi versus Iran ini, adalah mukadimah mereka untuk membangun pondasi peradaban jahat yang terbentang dari Sungai Nil hingga Sungai Eufrat. Bagi mereka, waktunya semakin tipis untuk segera mendirikan "New World Order", tatanan dunia baru.
Duta besar Trump untuk Isr@Ιl sudah tidak malu-malu lagi mengatakan tentang mimpi "greater Isr@Ιl".Namun mari sama-sama kita bertarung. "New World Order" versi siapa yang kelak akan jadi nyata.
Tatanan dunia versi penjajah yang semakin mengacak / meng-obrak abrik dunia, atau tatanan dunia baru yang diisi oleh kekuatan baru bernama Umat Islam?
Kita, ada di tengah persimpangan itu. Antara "dunia lama yang sedang sekarat" dan "dunia baru yang berjuang untuk lahir."
Thufan Al Aqsha makin membanjiri dunia, membuka portal zaman baru.
Kita semua berharap, kita bukan lagi sebagai penonton sambil berpangku-tangan.Tetapi ikut serta membangun generasi pembebasan itu. InsyaAllah.π
Allahul Musta'an.π Aamiin Ya Rabbal 'Alamiin.π
π Catatan Editor:
Artikel ini diadaptasi dan dipublikasikan dengan izin dari gensaberilmu.com.
“Learn History, Repeat Victory” [HSZ]
Editor: Helmy El-Syamza
Illustration Image, Doc: CAKRAWALA NEWS
Follow me at;⭐
facebook.com/helmyzainuddin
CAKRAWALA NEWS:
https://t.me/cakranews
www.tiktok.com/@romymantovani
twitter.com/romymantovani
TAGS: Ottoman, US Iran War, New World Order, 100 Years of Tajdid, Middle East Conflict, Utsmaniyah, Khilafah 1924, 3 March 1924, Kebangkitan Dunia Islam, Politik Global 2026. Syria Bangkit, Turki Modern, Dunia Pasca Utsmaniyah,











No comments
Post a Comment