Peristiwa 4 Ramadhan: Saat 30 Muhajirin Mengirim Pesan Geopolitik ke Musyrikin Quraisy
Peristiwa 4 Ramadhan: Saat 30 Muhajirin Mengirim Pesan Geopolitik ke Musyrikin Quraisy
Sebuah Langkah Kecil di Awal Madinah yang Mengubah Arah Sejarah. Peristiwa tarikh 4 Ramadhan ini bikin sadar bahwa hal kecil bisa jadi gerbang sejarah besar.
- Tahun pertama hijrah belum genap satu tahun. Komuniti Muslim di Madinah masih kecil, rapuh, dan terus diawasi oleh kekuatan besar Quraisy di Makkah. Namun pada 4 Ramadhan tahun 1 Hijriah, terjadi sebuah langkah yang mungkin tampak sederhana di permukaan sejarah: Rasulullah ﷺ mengirim 30 orang Muhajirin dipimpin oleh Hamzah bin Abdul Muthalib untuk menghadang kafilah dagang Quraisy di pesisir Laut Merah. Tidak ada pertempuran besar. Tidak ada kemenangan spektakuler. Tetapi di sanalah untuk pertama kalinya umat Islam mengirimkan pesan geopolitik yang jelas kepada Quraisy: Madinah bukan lagi tempat pelarian, melainkan pusat kekuatan baru yang sedang tumbuh.
CAKRAWALA NEWS l Tanpa bertanya kabarmu Sahabat Fillah, aku tahu kita semua sedang merasakan kelelahan kolektif.
Namun mari sejenak kita rehatkan hati, jangan tertekan oleh semua berita mengecewakan. Berantusiaslah atas berkah Ramadhan, dan gunakan doamu untuk kebaikan Umat dan Bangsamu. Itulah Muslim.

Tahukah Anda Sahabat? 4 Ramadhan tahun 1 Hijriah, terjadi sebuah peristiwa "kecil" yang kelak menjadi bola salju dan berujung kemenangan Badar.
Kebanyakan orang tidak tahu peristiwa ini, padahal di sinilah Nabi Muhammad ﷺ memberangkatkan pasukan pertama dalam sejarah Islam. Beliau memberi panji itu kepada salah satu Kesatria paling legend: Singa Allah, Sayyidina Hamzah bin Abdul Muthalib Radhiallahu 'Anhu!
Ya. Tarikh 4 Ramadhan tersebut, Rasulullah ﷺ yang sudah 7 bulan bermukim di Kota Madinah Al-Munawwarah, memutuskan untuk memberi pesan pada musyrikin Quraisy bahwa umat Islam mulai hadir di kancah geopolitik Arabia.
Sebuah momen untuk membela keadilan, menuntut hak atas orang-orang yang terzalimi.
Maka berangkatlah Sayyidina Hamzah bin Abdul Muthalib Radhiallahu 'Anhu, dengan 30 pejuang Muhajirin lainnya, menghadang kafilah dagang bers3njata yang dipimpin Abu Jahal!
"Ekspedisi Sayyidina Hamzah bin Abdul Muthalib Radhiallahu 'Anhu, atau ekspedisi Saif Al Bahr, adalah ekspedisi pertama yang dikirim oleh Nabi Muhammad ibn Abdullah, pada bulan Ramadan, tujuh bulan setelah hijrah ke Madinah", tulis pakar sejarah Dr Ali Ash Shalabi.
Dalam Thabaqat Al Kubra, dijelaskan bahwa panjinya berwarna putih, dan dibawa oleh Abu Martsad Kanaz ibn Husayn al-Ghanawi, Radhiyallahu 'Anhum.
30 pasukan ini bertemu dengan 300 kafilah yang dipimpin Abu Jahal, di sebuah pesisir bernama Saif Al Bahr.
Saat itu kewajiban berpuasa belum disyariatkan, dan dua pihak ini nyaris berperang di pesisir dekat Laut Merah.
Namun seorang bernama Majdi bin Amru Al Juhani yang berkoalisi (coalition / gabungan) dengan kedua pihak itu, berusaha agar tidak terjadi kontak s3njata.
Dan memang, itulah yang diharapkan.
Sebab 30 pejuang Muhajirin yang dipimpin Sayyidina Hamzah bin Abdul Muthalib Radhiallahu 'Anhu itu mahal sekali. Mereka adalah jantung perjuangan saat itu.
Dan pesan yang Muslimin sampaikan pun sudah terjadi: Musyrikin Quraisy tahu, bahwa jalur perdagangan mereka ada dalam genggaman orang-orang Madinah.
Jangan pernah meremehkan Muslimin, kerana akan ada masanya orang-orang lemah ini balik melawan.
Dan benar, 1 tahun setelah ekspedisi Sayyidina Hamzah bin Abdul Muthalib Radhiallahu 'Anhu ini, terjadilah perang Badar Al Kubra.
Peristiwa sederhana pada tarikh 4 Ramadhan itu, diikuti dengan 5 gelombang pasukan setelahnya (ke Rabigh, Kharrar, Abwa, Buwath dan Badr Al Ula) lalu menjadi bola salji (snowball) yang membuat sejarah besar terjadi.
Jadi, ternyata p3rang Badar itu bukan awal: tapi akhir dari sebuah season perjuangan tahap pertama di Madinah Al-Munawwarah!
Maka jangan pernah meremehkan momen kecil, jangan-jangan ia Allah Subhanahu Wa Ta'ala jadikan mukadimah bagi takdir yang besar.
Jangan remehkan (Jangan memandang rendah) Ghāzzā, Pālësṭīne yang kecil, kerana nyatanya ia telah membawa dunia ini berada di pusaran Thufan Al Aqsha dan belum berhenti.
Dan jangan remehkan dirimu, kerana di sisi Allah Subhanahu Wa Ta'ala,
Setiap daripada Anda adalah berharga; seorang hamba yang berpotensi untuk menjadi pelukis sejarah yang legenda.
📌 Catatan Editor:
Artikel ini diadaptasi dan dipublikasikan dengan izin dari gensaberilmu.com.
“Learn History, Regain Victory” [HSZ]
Editor: Helmy El-Syamza
Illustration Image, Doc: CAKRAWALA NEWS
Follow me at;⭐
facebook.com/helmyzainuddin
CAKRAWALA NEWS:
https://t.me/cakranews
www.tiktok.com/@romymantovani
twitter.com/romymantovani
TAGS: Ramadhan, 4 Ramadhan, Muhajirin, Quraisy, Hijrah, Diplomasi Awal Islam, Strategi Politik Rasulullah, Sejarah Makkah dan Madinah, Konflik Quraisy, Politik Zaman Nabi, Peristiwa Ramadhan, Naratif Perlawanan,








No comments
Post a Comment