Hari Ini 955 Tahun yang Lalu, Masjid Al-Aqsha Jatuh ke Pasukan Salib

 <img src="https://fazryan87.blogspot.com/gambar-tumbler-tuku.jpg" alt="Hari Ini 955 Tahun yang Lalu, Masjid Al-Aqsha Jatuh ke Pasukan Salib"/>

Hari Ini 955 Tahun yang Lalu, Masjid Al-Aqsha Jatuh ke Pasukan Salib

"Bagaimana keadaan Umat Islam saat itu?"

<img src="https://fazryan87.blogspot.com/gambar-tumbler-tuku.jpg" alt="Hari Ini 955 Tahun yang Lalu, Masjid Al-Aqsha Jatuh ke Pasukan Salib"/>

 CAKRAWALA NEWS l Tahukah Anda? Terjajahnya Al-Aqsha itu "jarang" dalam sejarah Umat Islam. Ia adalah episode yang unik.

Selama 1447 tahun usia Umat Rasulullah 
Shallallahu 'Alaihi Wasallam sejak Khulafaur Rasyidin. Al-Aqsha dijajah hanya di zaman Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi dan zaman kita. Maka kita, sejatinya memang ada di zaman yang unik. Zaman yang menandakan Umat sakit keras.

<img src="https://fazryan87.blogspot.com/gambar-tumbler-tuku.jpg" alt="Hari Ini 955 Tahun yang Lalu, Masjid Al-Aqsha Jatuh ke Pasukan Salib"/>

Dulu di zaman saat pasukan Salib datang ke Al-Aqsha pada akhir bulan Sya'ban tahun 492 H. Umat Islam sedang mundur dari sisi persatuan dan aqidahnya.

Ibnu Atsir mencatat bahwa Masjid-Masjid Umat Islam di Negeri Syam dan Mesir banyak "berhias" dengan kata-kata yang mencela Sayyidina Abu Bakar Siddiq, Sayyidina Umar Al-Khattab, dan Sayyiditina Aisyah Radhiallahu 'Anhum.

Azan dikumandangkan dengan cara ala Syi'ah. Para petinggi pejabat berselisih kekuasaan, para Ulama banyak dipenjara.


<img src="https://fazryan87.blogspot.com/gambar-tumbler-tuku.jpg" alt="Hari Ini 955 Tahun yang Lalu, Masjid Al-Aqsha Jatuh ke Pasukan Salib"/>

Baginilah gambaran kekacauan para pemimpin dunia Islam:

Sultan Barkiyaruq (w.1105) -- Sultan Seljuk di Baghdad (authority nominal Dinasti Abbasiyah) berseteru dengan saudara sendiri.

Muhammad l Tapar -- Saudara 
Sultan Barkiyaruq: perang saudara Seljuk 1092-1105 melemahkan respons terhadap penjajahan Empayar Eropah di Baitul Maqdis.

Ridwan bin Tutush -- Penguasa Wilayah Aleppo (kini bandar di Syria) bermusuhan dengan adiknya di Damsyik (Damaskus).

Duqaq bin Tutush -- Penguasa Damaskus, konflik terbuka dengan Ridwan bin Tutush: keduanya gagal bersatu melawan empayar pasukan Salib.

Al- Afdhal Shahanshah--Wazir Daulah Fatimiyah Mesir: baru merebut Al-Quds dari Dinasti Seljuk (1098), Lalu kehilangan kota setahun kemudian kerana salah perkiraan diplomasi dan militer.


<img src="https://fazryan87.blogspot.com/gambar-tumbler-tuku.jpg" alt="Hari Ini 955 Tahun yang Lalu, Masjid Al-Aqsha Jatuh ke Pasukan Salib"/>

Di zaman itu, pasukan Salib mendirikan yang namanya "outremer", 4 negara yang "bercokol" (bertapak) di bumi Syam: Kerajaan Jerussalem, Antiokhia, Tripoli, Edessa.


Mereka bertahan ratusan tahun bahkan setelah Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi membebaskan Al-Aqsha.
Pada periode itu, bayangkan: jalur haji terputus, ekonomi lokal runtuh akibat pajak/tax dan perampasan, dan Umat Islam kehilangan izzahnya.

<img src="https://fazryan87.blogspot.com/gambar-tumbler-tuku.jpg" alt="Hari Ini 955 Tahun yang Lalu, Masjid Al-Aqsha Jatuh ke Pasukan Salib"/>

Selama 9 tahun awal penjajahan Al-Aqsha, Umat Islam tidak melakukan respon serius.

Masalahnya terlalu banyak dan pertengkaran antara penguasa Muslim terlalu berdarah.

Hingga akhirnya, muncullah penglima Muslim pertama yang menyeru Umat untuk bersatu: namanya adalah Syarafuddin Maudud bin Tuntakin. Beliau berhasil mengkader penglima baru bernama Imaduddin Zaki.


<img src="https://fazryan87.blogspot.com/gambar-tumbler-tuku.jpg" alt="Hari Ini 955 Tahun yang Lalu, Masjid Al-Aqsha Jatuh ke Pasukan Salib"/>

Namun, begitulah janji Allah Subhanahu Wa Ta'ala: Umat ini tidak akan dibiarkan mati sebelum matahari terbit dari barat.

Umat ini, Allah Ta'ala berikan keistimewaan untuk menjadi Umat pertengahan yang akan menjadi saksi atas seluruh manusia sepanjang zaman.

Di tengah keterpurukan, Allah Ta'ala menghadirkan agen-agen perubahan yang menghembuskan harapan. Mulai dari Imam Ghazali, Maudud Tuntakin, Syaikh Abdul Qadir Jilani, hingga Nuruddin Zanki, Ishmah Khatun dan generasi Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi.
<img src="https://fazryan87.blogspot.com/gambar-tumbler-tuku.jpg" alt="Hari Ini 955 Tahun yang Lalu, Masjid Al-Aqsha Jatuh ke Pasukan Salib"/>

Maka sahabat, jika Anda mengira semua musibah di zaman kita tak akan ada ujungnya, maka Anda salah.

Jangan-jangan, sebenarnya Allah Subhanahu Wa Ta'ala sedang ingin memuliakan kita untuk menjadi lentera di tengah gelap gulita.

Sangat mungkin, ditengah terjajahnya Al-Aqsha zaman ini, Allah Subhanahu Wa Ta'ala sedang memuliakan kita untuk menjadi pejuang yang menbebaskannya. Seperti Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam , Seperti Umar Al-Khattab. Seperti Shalahuddin Al-Ayyubi.

Apakah Anda mahu menyambut panggilan sejarah ini?  [HSZ]

πŸ“Œ Catatan Editor: Artikel ini di adaptasi dan dengan izin di publish untuk website ini - dari gensaberilmu.comMedia Berteraskan Islam untuk Dakwah Sejarah Islamiyah dan Ke-PālΓ«sαΉ­Δ«nean• "Learn History, Repeat Victory"• [HSZ]

Editor:  Helmy El-Syamza
Illustration Image, Doc: 
CAKRAWALA NEWS

Follow me at;
facebook.com/helmyzainuddin
CAKRAWALA NEWS:
https://t.me/cakranews

www.tiktok.com/@romymantovani
twitter.com/romymantovani

 TAGS:  International, IslamicWorld, Islamic History, Al-Aqsha, Baitul Maqdis, Jerussalem,

🧾 Penafian

Artikel di Helmy Network Geopolitical Insight disusun daripada sumber terbuka dan analisis bebas. Segala pandangan adalah bersifat akademik, tidak mewakili mana-mana kerajaan atau organisasi, serta bertujuan untuk pendidikan dan perbincangan umum. Kami komited terhadap etika kewartawanan, ketelusan data, dan penyampaian analisis berfakta.

🧾 Disclaimer

Articles on Helmy Network Geopolitical Insight are based on open sources and independent analysis. All views expressed are academic in nature, not representing any government or organization, and intended solely for educational and public discussion purposes. We are committed to journalism ethics, data transparency, and fact-based reporting.

© 2025 Helmy Network Geopolitical Insight. All rights reserved.

No comments

Cakrawala News Logo