JEJAK PERTAMA DUNIA BACA: DARI FLASH GORDON HINGGA HAMKA

 <img src="https://fazryan87.blogspot.com/gambar-tumbler-tuku.jpg" alt=" JEJAK PERTAMA DUNIA BACA: DARI FLASH GORDON HINGGA HAMKA"/>

JEJAK PERTAMA DUNIA BACA: DARI FLASH GORDON HINGGA HAMKA

𝙎𝙚𝙗𝙪𝙖𝙝 𝙠𝙚𝙣𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙥𝙚𝙧𝙟𝙖𝙡𝙖𝙣𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙣𝙖𝙠 𝙠𝙚𝙘𝙞𝙡 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙚𝙣𝙖𝙡 𝙙𝙪𝙣𝙞𝙖 𝙢𝙚𝙡𝙖𝙡𝙪𝙞 𝙜𝙖𝙢𝙗𝙖𝙧, 𝙝𝙖𝙡𝙖𝙢𝙖𝙣 𝙗𝙪𝙠𝙪, 𝙙𝙖𝙣 𝙘𝙚𝙧𝙞𝙩𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙚𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙞𝙢𝙖𝙟𝙞𝙣𝙖𝙨𝙞 𝙨𝙚𝙥𝙖𝙣𝙟𝙖𝙣𝙜 𝙝𝙖𝙮𝙖𝙩.

Ada masa ketika sebuah buku bukan sekadar benda, tetapi sebuah pintu menuju dunia yang belum pernah kita kenal. Jauh sebelum layar telefon pintar memenuhi kehidupan, saya mengenal rasa ingin tahu melalui sebuah majalah komik hitam putih bernama Flash Gordon yang diberikan oleh Ayahanda Zainuddin (Almarhum). Saat itu saya belum memahami bahasa Inggerisnya, tetapi gambar-gambar di dalamnya sudah cukup menyalakan rasa kagum dan membawa saya masuk ke dunia imajinasi.


CAKRAWALA NEWS
Sejak usia dini, bahkan sebelum mengenal bangku sekolah rendah, saya sudah diperkenalkan dengan dunia bacaan.

Kenangan pertama saya bermula ketika Ayahanda Zainuddin menghadiahkan sebuah majalah komik hitam putih Flash Gordon berbahasa Inggeris. Saat itu tentu saya belum memahami jalan ceritanya. Huruf-huruf asing itu masih terasa seperti kode rahasia dari dunia lain, tetapi gambar-gambar ilustrasinya sudah cukup membuat saya terpikat.

Dari situlah benih rasa ingin tahu terhadap buku mulai tumbuh.

Ketika duduk di kelas 6 Sekolah Dasar (Sekolah Rendah-Malaysia), minat membaca semakin kuat. Saya sering membaca komik di toko-toko yang menyediakan tempat membaca. Jika ingin membawa pulang dan membaca di rumah, harus membayar sewa berdasarkan hitungan hari.

Begitulah perjuangan kecil seorang anak yang haus cerita, bahkan sebelum era internet datang membawa segalanya dalam genggaman.

Kemudian saya mulai mengenal dunia novel.

Saya tertarik membaca novel-novel spionase dan misteri terjemahan Bahasa Indonesia karya penulis dunia seperti Agatha Christie, Sherlock Holmes, Ian Fleming dan beberapa novelis Barat lainnya. Kisah penuh teka-teki, penyelidikan, dan permainan strategi membuat imajinasi saya semakin berkembang.

Namun bacaan dari Negeri Leluhur Indonesia juga tidak kalah memberi warna. Saya menikmati karya para Sastrawan Indonesia seperti Motinggo Busye, Arswendo Atmowiloto dan Buya Hamka, yang membawa cerita tentang manusia, kehidupan, cinta, perjuangan, dan nilai-nilai yang lebih dalam.

BACA JUGA:
PUISI, Memory Bersama Buya Hamka

Kini bila mengenang masa itu, saya sadar bahwa buku-buku sederhana yang pernah hadir dalam hidup bukan sekadar hiburan. Mereka adalah jendela pertama yang membuka dunia.

Sebuah komik hitam putih dari tangan seorang Ayah ternyata mampu menyalakan api kecil yang kemudian menjadi kecintaan panjang terhadap membaca.[HSZ]

Author:  Helmy El-Syamza
Illustration Image, Doc: CAKRAWALA NEWS

Follow me at;

facebook.com/helmyzainuddin
CAKRAWALA NEWS:
https://t.me/cakranews
www.tiktok.com/@romymantovani
twitter.com/romymantovani

 TAGS: 
 
#Sejarah #Nostalgia #CatatanLama #FlashGordon #Masyarakat

🧾 Penafian

Artikel di Helmy Network Geopolitical Insight disusun daripada sumber terbuka dan analisis bebas. Segala pandangan adalah bersifat akademik, tidak mewakili mana-mana kerajaan atau organisasi, serta bertujuan untuk pendidikan dan perbincangan umum. Kami komited terhadap etika kewartawanan, ketelusan data, dan penyampaian analisis berfakta.

🧾 Disclaimer

Articles on Helmy Network Geopolitical Insight are based on open sources and independent analysis. All views expressed are academic in nature, not representing any government or organization, and intended solely for educational and public discussion purposes. We are committed to journalism ethics, data transparency, and fact-based reporting.

© 2025 Helmy Network Geopolitical Insight. All rights reserved.

No comments

Cakrawala News Logo