KISAH RASULULLAH SHALLALLAAHU 'ALAIHI WA SALLAM [98]

<img src=https://fazryan87.blogspot.com".jpg" alt="KISAH RASULULLAH SHALLALLAAHU 'ALAIHI WA SALLAM [98]">

KISAH RASULULLAH SHALLALLAAHU 'ALAIHI WA SALLAM [98]

  • KISAH RASULULLAH ﷺ صل الله عليه و سلم
  • Bagian-98

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ  وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّد

"Allahumma Shalli 'Ala Muhammad"

 Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam Terluka

FORTUNA MEDIA -  Begitu orang-orang Quraisy mendengar Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam terbunuh, seperti banjir, mereka mengalir ke tempat di mana Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam berada. Semuanya berlomba ingin mengakui bahwa merekalah yang membunuh Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam atau ikut memegang peranan di dalamnya. Tentu hal itu akan dapat mereka banggakan sampai ke anak-cucu mereka.

Ketika itulah, pasukan Kaum Muslimin yang berada di sekeliling Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam tersentak sadar. Mereka bergerak mengelilingi, menjaga, dan melindungi Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang amat mereka cintai. Iman mereka kembali tergugah memenuhi jiwa. Semangat mereka melambung lagi untuk meraih syurga. Kekhawatiran yang amat sangat akan keselamatan Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam membuat mereka kembali mendambakan mati. Hidup di dunia ini terasa tidak ada artinya lagi jika Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam gugur dalam lindungan mereka.


Saat itu, sebuah batu melayang dan menghantam wajah Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Batu itu dilemparkan oleh Utbah bin Abi Waqqash. Gigi geraham Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam rontok dan wajah beliau berdarah.

Bibir 
Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam pecah-pecah. Dua keping lingkaran topi besi yang menutupi wajah baginda bengkok menghimpit pipi Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Melihat hal itu, iman dan keberanian para sahabat di sekeliling Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam semakin besar. Harga diri mereka sangat terluka melihat luka yang dialami Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam.

Setelah terhuyung sejenak akibat hantaman batu yang demikian keras. Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam kembali dapat menguasai diri. Beliau terus berjalan ke tempat aman dikelilingi para Sahabat yang setia.

Tiba-tiba
Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam terperosok ke dalam sebuah lubang. Lubang itu sengaja digali oleh Abu Amir untuk menjerumuskan kaum Muslimin. Cepat-cepat, Ali bin Abi Thalib menghampiri, meraih dan memegang tangan Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Thalhah bin Ubaidillah membantu mengangkat beliau hingga dapat berdiri kembali. Kemudian, bersama para sahabatnya, Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam berjalan terus mendaki gunung Uhud. Tempat itu merupakan satu-satunya peluang bagi beliau untuk menghindari kejaran musuh.

Keadaan mengenaskan yang menimpa Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam itulah yang menghidupkan kembali semangat juang di hati para Sahabat.

Rela Mati demi Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam

Hari sudah menjelang tengah hari. Saat itu, Ummu Umaroh seorang Muslimah Anshar, tengah berkeliling membagikan air kepada Kaum Muslimin yang tengah berjuang.

Namun, begitu dilihatnya Kaum Muslimin mundur. Ummu Umarah melemparkan tempat airnya. Ia mencabut pedang dan terjun ke dalam pertempuran. Tujuannya hanya satu, melindungi Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam walau harus mati. Ummu Umarah menebas musuh dan menembakkan panah sampai tubuhnya sendiri dipenuhi banyak luka.

Sementara itu Abu Dujanah menjadikan punggungnya sebagai perisai Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Beberapa panah yang melayang ke arah Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam tertahan di punggung Abu Dujannah. Di samping Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam, Saad bin Abi Waqqash berdiri melepaskan panahnya untuk menahan musuh. Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam memberikan anak panah ke pada Saad bin Abi Waqqash sambil berkata,

"Lepaskan anak panah itu! Kupertaruhkan Ibu-Bapakku untukmu."

Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam sendiri terus menembakkan anak panah sampai ujung busurnya patah.

Beberapa Sahabat, termasuk Abu Bakar dan Umar Bin Khattab Radhiallahu 'Anhum, tidak mengetahui kalau Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam masih hidup. Mereka mengira Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam telah gugur mengingat begitu membanjirnya pasukan musuh menyerbu ke tempat Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam berada. Keduanya pergi ke arah gunung dengan kepala tertunduk pasrah. Anas bin Nadzir bertanya kepada mereka,

"Mengapa kalian duduk-duduk di sini?"

"Rasulullah sudah terbunuh," jawab keduanya.

"Perlu apalagi kita hidup sesudah itu? Bangunlah! Dan biarlah kita juga mati untuk tujuan yang sama!"

Setelah berkata begitu Anas bin Nadzir menyerbu musuh, bertempur dengan gagah tiada taranya. Dia baru mendapatkan Syahid setelah ditebas 70 kali. Begitu rusak tubuh Anas bin Nadhir sampai tidak seorang pun mengenali jasad nya kecuali Adik perempuannya yang mengenali Anas dari ciri yang terdapat pada ujung jarinya. Abu Sufyan yang yakin sekali bahwa Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam telah gugur, sibuk mencari-cari mayat beliau di tengah korban-korban kaum Muslimin.

Akhir Pertempuran

Ketika orang Quraisy berteriak-teriak bahwa Muhammad telah mati. Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam menyuruh para Sahabat agar tidak membantahnya. Hal itu untuk menghindari lebih banyak lagi serbuan musuh ke arah beliau. Namun, begitu Ka'ab bin Malik datang mendekat, ia mengenali Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Ketika melihat mata Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang berkilau di balik topi helm bajanya, kemudian ia berteriak,

"Saudara-saudara Kaum Muslimin!" teriak Ka'ab amat gembira.

"Selamat! Selamat! ini Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam."

Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam memberi syarat agar Ka'ab berhenti berteriak. Kaum Muslimin berdatangan dan mengangkat Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam tercinta. Kemudian bersama-sama beliau mereka mendaki gunung Uhud ke sebuah celah Bukit.

Teriakan Ka'ab terdengar juga oleh pihak Quraisy. Sebagian besar dari mereka tidak mempercayai teriakan itu. Namun, ada beberapa yang segera pergi mengikuti rombongan Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam dari belakang. Ubay bin Khalaf dapat menyusul rombongan Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam sambil bertanya,

"Mana Muhammad, Aku tidak akan selamat kalau dia masih hidup."

Seketika itu juga Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam mengambil tombak Haris bin Shimma, lalu dengan sangat  cepat Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam melemparnya ke arah Ubay Bin khalaf. Ubay pun terhuyung-huyung di atas Kudanya, lalu berusaha kembali pulang dan mati di tengah jalan.

Sesampainya pasukan Muslimin di ujung bukit, Ali bin Abi Thalib Karamallahu Wajhah pergi mengambil air. Air dalam perisai kulitnya. Ali membasuh darah di wajah Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan menyiram kepada beliau dengan air.

Dua keping besi di pipi Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam dicabut oleh Abu Ubaidah bin Al jarrah. Begitu kerasnya sampai 2 gigi seri Abu Ubaidah tanggal.

Tiba-tiba pasukan berkuda Khalid bin Walid tiba di atas bukit, namun dengan sigap Umar Bin Khattab dan beberapa prajurit Muslimin menyerang dan mengusir mereka untuk mundur.

Kaum Muslimin telah begitu tinggi mendaki gunung, keadaan mereka begitu payah dan letih sampai Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam memimpin mereka sholat sambil duduk.

Pihak Quraisy amat gembira dengan kemenangan mereka. Mereka menganggap telah sungguh-sungguh membalas dendam atas kekalahan di parang Badar.

Abu Sufyan berkata,

"Yang sekarang ini untuk peristiwa Perang Badar. Sampai jumpa lagi tahun depan." [HSZ]

Shallu 'alan Nabi...

💐Bersambung ... Semoga Kita Mendapat Barokah Allah 'Azza Wa Jalla.

آمينَ يا رَبَّ الْعلَمِيْنَ ..بَارَكَ اللهُ فِيْك

Untuk Anda yang belum baca siri ini yang sebelumnya,

Anda boleh baca disini ; The Story of The Prophet Muhammad SAW

Editor ; Helmy Network
Ilustrasi Image, Doc, Helmy Network

#kisahrasulullah, #nabimuhammadSAW, #risalahkenabian, #sirahrasulullah,

   RELATED POST

PUISI ; Nyanyian Gugur Bunga Bunga Flamboyan
PUISI; Dalam Epilog Cinta Terlarang
PUISI Aku Pengemis di Negeri Ku Sendiri

No comments