Tadabbur Al-Kahfi di momen Isra' Mi'raj; Tentang Pemuda Murid Nabi Musa dan Bebasnya Baitul Maqdis
Tadabbur Al-Kahfi di momen Isra' Mi'raj; Tentang Pemuda Murid Nabi Musa dan Bebasnya Baitul Maqdis
CAKRAWALA NEWS l Salah satu nama yang mencuri perhatian kita saat mentadabburi (mentala'ah / merenungi) Al-Qur'an, surah Al Kahfi adalah "fata Musa", pemuda yang menjadi murid Nabi Musa 'Alaihis Salam, menemani perjalanan untuk berguru ke Nabi Khidr 'Alaihis Salam (Nabi Khaidir atau Nabi Khidir- versi bahasa Melayu).
Pemuda itu dalam banyak tafsir, adalah Yusya bin Nuun. Generasi baru Bani Israil yang murni aqidahnya.
Dr Usamah Al Asyqar mengatakan bahwa Yusya bin Nuun inilah yang meneruskan perjuangan Nabi Musa 'Alaihis Salam untuk memimpin Bani Israil menuju Baitul Maqdis, ketika generasi sebelumnya sangat apatis (tidak peduli).
Bayangkan saja, generasi tua Bani Israil menolak mentah-mentah perintah Nabi Musa 'Alaihi Salam untuk bebaskan Al-Aqsha.
Dalam Al-Qur'an, surah Al-Maidah Allah Subhanahu Wa Ta'ala abadikan culasnya (liciknya) Bani Israil generasi budak pada Nabi Musa 'Alaihis Salam, "pergilah kau bersama Tuhanmu dan berperanglah kalian berdua. Biarlah kami menanti di sini saja."
Generasi itu usai, digantikan oleh angkatan baru yang beriman. Dan, Yusya bin Nuun menjadi panglimanya.
Yusya bin Nuun, sang pemuda yang mengiringi Nabi Musa 'Alaihis Salam bertemu Nabi Khidr 'Alaihis Salam itu akhirnya menjadi pemimpin besar yang meneruskan cita-cita gurunya: membebaskan Baitul Maqdis dan menegakkan tauhid di sana.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bahkan pernah mengisahkan bagaimana Yusya bin Nun meramu (merancang / menyusun) persiapannya. Bagaimana?
Untuk persiapan menuju Baitul Maqdis, saat itu Nabi Yusya bin Nuun 'Alaihis Salam menolak tiga orang:
- yang belum menuntaskan pernikahan,
- yang rumahnya belum selesai,
- dan harta hasil gembalanya masih ditunggu hasilnya.
Ya, Nabi Yusya bin Nuun 'Alaihis Salam ingin pembebasan Baitul Maqdis ini diisi oleh orang-orang yang fokus.
Di bawah kepemimpinan Nabi Yusya bin Nuun 'Alaihis Salam kemudian, Bani Israil yang bertauhid ini Allah Ta'ala takdirkan membebaskan Kota Ariha.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Matahari tak pernah ditahan terbenam untuk seorang manusia pun, kecuali untuk Yusya’ bin Nun, pada malam-malam ketika ia berjalan menuju Baitul Maqdis.”
Ribuan tahun setelah Nabi Yusya bin Nuun 'Alaihis Salam dan nabi-nabi lain berdakwah di Baitul Maqdis, Allah Subhanahu Wa Ta'ala meng-Isra'-kan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam ke negeri itu juga.
Syaikh Ikrimah Shabri mengatakan bahwa Allah Subhanahu Wa Ta'ala menjadikan Al Aqsha sebagai tujuan Isra', hikmahnya: agar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam terpaut dengan perjuangan Nabi-Nabi sebelumnya.
Dari kisah Nabi Yusya bin Nuun 'Alaihis Salam, kita menyimpulkan bahwa perjuangan pembebasan Al Aqsha itu ternyata projek lintas generasi.
Nabi Musa 'Alaihis Salam, dilanjutkan oleh Nabi Yusya bin Nuun 'Alaihis Salam.
Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, dilanjutkan oleh sahabat-sahabatnya.
"Bumi Isra Mi'raj itu, telah dan akan terus menjadi pusat perjuangan lintas zaman".
“Maka, Isra’ Mi’raj bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan panggilan kesadaran.”
Maka, mari mengingat kita Isra Mi'raj bukan lagi sekadar peringatan tahunan. Ia, sejatinya adalah alarm untuk kita bertanya pada diri: sudah sedekat apa kita pada pembebasan bumi Isra' Mi'raj itu?
Apakah fokus kita sudah seperti fokusnya pasukan Nabi Yusya bin Nuun 'Alaihis Salam? Atau masih mudah terdistraksi? (distracted / terganggu) [HSZ]
📌 Catatan Editor: Artikel ini di adaptasi dan dengan izin di publish untuk website ini - dari gensaberilmu.com•Media Berteraskan Islam untuk Dakwah Sejarah Islamiyah dan Ke-Pālësṭīnean• "Learn History, Repeat Victory"• [HSZ]
Editor: Helmy El-Syamza
Illustration Image, Doc: CAKRAWALA NEWS
Follow me at;⭐
facebook.com/helmyzainuddin
CAKRAWALA NEWS:
https://t.me/cakranews
www.tiktok.com/@romymantovani
twitter.com/romymantovani
TAGS: International, IslamicWorld, Featured, Islamic History




.jpg)
No comments
Post a Comment