Kembalinya Bangsa Kurdi ke Pangkuan Syam
Kembalinya Bangsa Kurdi ke Pangkuan Syam
Kembalinya Bangsa Kurdi ke Pangkuan Pemerintahan Baharu Negeri Syam
"Integrasi Kurdi dan Babak Baru Kestabilan Syria"
- Berita baik yang membahagiakan kini adalah: Bangsa Kurdi bergabung dengan pemerintahan baharu Negeri Syria
CAKRAWALA NEWS l Anda tahu Sultan Shalahuddin Al Ayyubi kan?
Tidak banyak yang tahu bahwa beliau bukan orang Arab.
Ya, Sultan Shalahuddin Al Ayyubi adalah seorang tokoh berdarah Bangsa Kurdi, sebuah bangsa legenda yang namanya tertutup debu sejarah di zaman ini. Bangsa Kurdi dulunya merupakan unsur utama pembebasan Al-Aqsha, lengkap bersama bangsa Turki dan Arab. Dan menariknya, Kurdi yang memimpin!
Aku (Edgar Hamas / penulis buku) masih ingat pernah menulis tentang mereka di buku Untukmu Generasi Shalahuddin.
Di situ beliau (penulis) menjelaskan bahwa bangsa Kurdi terdidik untuk mencintai Islam.
Ibnul Atsir menggambarkan siapa itu Bangsa Kurdi, "Dan orang-orang Kurdi termasuk bangsa yang paling cepat menerima Islam, paling dekat dengannya, dan paling kuat dalam membelanya.” (Al Kamil fi At Tarikh).
Tapi, kenapa mereka seakan hilang dari sejarah?
Mengapa namanya jarang disebut lagi?
Bangsa Kurdi ini tinggal di kawasan yang wilayahnya kini terbagi di Turki bagian timur, Iraq utara, Iran barat, dan Syria utara.
Sejak awal, majoriti Bangsa Kurdi adalah Muslim Sunni bermazhab Syafi‘i dan dikenal cepat menerima Islam serta kuat membelanya.
Semua kejayaan mereka runtuh seiring kekhalifahan Utsmaniyah jatuh dan dunia Islam dipecah belah. Bangsa Kurdi, terpecah-pecah parah. Mereka pun digunakan penjajah untuk menciptakan huru-hara di kawasan.
Mereka, menurutku, adalah salah satu korban paling kasihan dari tercabik-cabiknya dab terpotongnya dunia Islam.
Bukan kerana bangsa Kurdi meninggalkan Islam, melainkan pemecahan wilayah Kurdi ke dalam negara-negara moden, penindasan politik dan budaya, serta masuknya ideologi asing seperti nasionalisme sekuler dan Marxisme.
Akhirnya, mereka lupa siapa diri mereka. Dan, lahirlah generasi rusak.
Tetapi, pada Januari 2026 ini terjadi khabar gembira yang menenangkan hati.
Setelah ekspansi besar-besaran para pejuang yang dimulai pada 13 Januari 2026, Syrian Democratic Forces (SDF / sebuah organisasi militer yang didominasi bangsa Kurdi) yang didukung AS, kehilangan kendali atas hampir setengah wilayah kekuasaannya di Syria.
Kota-kota strategik seperti Raqqa dan Deir ez-Zor, serta ladang minyak dan gas utama masuk dalam naungan pemerintah resmi pimpinan Presiden Syria, Ahmad Al-Shara' Abu Muhammad Al-Jaulani.
Pada 18 Januari 2026 lalu, tentara-tentara Bangsa Kurdi ini menandatangani kesepakatan 14 points untuk menghentikan konflik.
Points paling penting adalah bergabungnya mereka ke dalam Angkatan Bersenjata Syria dan Kementerian Dalam Negeri Syria.
Mengapa ini kemudian menjadi berita penting buat kita?
Jawabannya: Syam, adalah bagian penting dari sejarah umat.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: "Jika penduduk Negeri Syam rusak, maka tak ada kebaikan buat kalian" (Shahih Tirmizi)
Stabilnya kawasan Negeri Syam –dimana Syria menjadi benteng utamanya– setelah satu (satu) abad kekacauan akan menjadi kebaikan bagi Dunia Islam seluruhnya!
Setelah puluhan tahun lamanya Bumi Syam hancur lebur, pemerintah baru Kaum Muslimin di Damsyik (Damaskus) kini kembali menguasai hampir seluruh wilayah nasional, termasuk wilayah timur laut yang kaya akan sumber daya.
Penguasaan kembali ladang minyak utama (seperti al-Omar) dan ladang gas memberikan kekuatan krusial (crucial / penting) bagi kaum Muslimin Syam untuk memulai rekonstruksi (pembinaan semula) nasional yang sempat lumpuh.
Itulah mengapa 5 hari yang lalu, dalam sebuah pidato Presiden Turkiye, Tayyib Erdogan mengatakan,
"Orang-orang Turki, Kurdi, dan Arab akan bersatu dan menyelesaikan masalah kawasan mereka; satu-satunya payung bersama kita adalah persaudaraan Islam.” (Anadolu)
Inilah sebuah berita menenangkan saat Ghāzzāh sedang menghadapi rencana penjajah z10n1s laknatullah. Dunia sedang berubah.
Yang lama sedang sekarat (nazak / agony)
dan yang baru sedang merangkak naik.
Dan semua perubahan besar itu, mendekatkan kita perlahan-lahan menuju Masjid Al Aqsha yang merdeka. InsyaAllah! [HSZ]
📌 Catatan Editor: Artikel ini di adaptasi dan dengan izin di publish untuk website ini - dari gensaberilmu.com•Media Berteraskan Islam untuk Dakwah Sejarah Islamiyah dan Ke-Pālësṭīnean• "Learn History, Repeat Victory"•
Editor: Helmy El-Syamza
Illustration Image, Doc: CAKRAWALA NEWS
Follow me at;⭐
facebook.com/helmyzainuddin
CAKRAWALA NEWS:
https://t.me/cakranews
www.tiktok.com/@romymantovani
twitter.com/romymantovani
TAGS: International, IslamicWorld, Featured, Islamic History













No comments
Post a Comment