KISAH RASULULLAH SHALLALLAAHU 'ALAIHI WA SALLAM [81]

<img src=https://fazryan87.blogspot.com".jpg" alt="KISAH RASULULLAH SHALLALLAAHU 'ALAIHI WA SALLAM [81]">

KISAH RASULULLAH SHALLALLAAHU 'ALAIHI WA SALLAM [81]

  • KISAH RASULULLAH ﷺ صل الله عليه و سلم
  • Bagian-81

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ  وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّد

"Allahumma Shalli 'Ala Muhammad"

  • Masih dalam Perang Badar Kubra Peperangan Islam Pertama yang Menentukan

  • Wafatnya Ruqayyah

FORTUNA MEDIA -  Rasulullahﷺ Shallallahu 'Alaihi Wasallammeminta pendapat para Sahabat tentang para tawanan. Umar Bin Khattab Radhiallahu 'Anhu mengusulkan agar para tawanan itu dibunuh. Sangat berbahaya jika melepaskan mereka. Walau keluarganya menebus dengan gunung harta, sebab mereka dapat kembali memerangi kaum Muslimin. 

Abu Bakar Radhiallahu 'Anhu berpendapat lain, yang mengusulkan agar para tawanan dibiarkan ditebus keluarganya, dengan harapan mudah-mudahan suatu saat kelak mereka mahu mengikuti ajaran Islam. Lagipula wang yang dibayarkan dapat digunakan untuk melengkapi persenjataan kaum Muslimin.
 

Rasulullahﷺ Shallallahu 'Alaihi Wasallam cenderung pada pendapat Abu Bakar Radhiallahu 'Anhu. 

Beliau berdiam sementara di luar Kota Madinah, untuk menunggu tebusan dari pihak kaum Quraisy. Para tawanan pun ditebus dengan wang dan mereka kembali bebas. Namun setelah itu Rasulullah ﷺ Shallallahu 'Alaihi Wasallam mendapat berita, bahwa pihak Quraisy sedang mengadakan persiapan penyerbuan dengan jumlah pasukan yang jauh lebih besar. Sebagian besar para tawanan bergabung dengan pasukan baru itu. 

Akhirnya Rasulullah ﷺ Shallallahu 'Alaihi Wasallam, menyadari bahwa saran Umar Bin Khattab Radhiallahu 'Anhu lebih tepat, tidak pantas bagi seorang Rasulullah ﷺ Shallallahu 'Alaihi Wasallam mempunyai tahanan sebelum menghancurkan musuh-musuhnya di muka bumi.

Setelah itu harta rampasan perang dibagikan dengan rata kepada pasukan. Mereka pun kembali ke Kota Madinah, Rasulullahﷺ Shallallahu 'Alaihi Wasallam, langsung menuju Masjid untuk memberitakan kemenangan serta mengumumkan nama-nama bangsawan Quraisy yang mati. Setelah itu Rasulullah ﷺ Shallallahu 'Alaihi Wasallam pergi ke rumah Utsman bin Affan Radhiallahu 'Anhu untuk menjenguk Ruqayyah putrinya yang sudah lama terbaring sakit. Utsman bin Affan Radhiallahu 'Anhu memang diminta Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, menjaga Istri dan anaknya sehingga Utsman bin Affan Radhiallahu 'Anhu, tidak mengerti pertempuran Badar. Saat Rasulullah ﷺShallallahu 'Alaihi Wasallam tiba, Utsman bin Affan Radhiallahu 'Anhu malah menangis sambil memeluk Rasulullah ﷺShallallahu 'Alaihi Wasallam, kerana ternyata Ruqayyah telah wafat ketika beliau masih di luar Kota Madinah.

Rasulullah ﷺ Shallallahu 'Alaihi Wasallam. diantar ke makam Ruqayyah,  beberapa sahabat berusaha menghibur kesedihan yang membebani dada beliau. Mereka menemani pula beliau pulang ke rumah. 

Di tengah perjalanan pulang, seorang Yahudi memandang Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dengan sinis, sambil berkata para bangsawan Quraisy memang tidak mempunyai keahlian dalam perang. Kalau saja kalian berperang melawan kami, Kalian baru akan mengetahui bahwa kamilah sebenar-benarnya prajurit. 

Para Sahabat Radhiallahu 'Anhum tidak membalas perkataan sinis itu, kerana tidak tega melukai kesedihan di hati Rasulullah ﷺShallallahu 'Alaihi Wasallam

Rasulullah ﷺ Shallallahu 'Alaihi Wasallam pun tidak menghiraukan ejekan dengki itu dan terus melangkah menuju rumah.

   RELATED POST

Kisah Sahabat Ukasyah bin Mihshan yang Menuntut Rasulullah SAW
Sejarah Maulidur Rasul Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam

 ▪Dzun Nuraini▪

Setelah duka ditinggal Ruqayyah, Utsman bin Affan Radhiallahu 'Anhu kemudian menikahi adik Ruqayyah, Ummu Khultsum. Ummu Khultsum juga diusir oleh kedua mertuanya, Abu Lahab dan istrinya Ummu Jamil serta suaminya Utaibah, adik Utbah. Kerana menikahi dua putri Nabi inilah Utsman bin Affan Radhiallahu 'Anhu digelari Dzun Nuraini, 'Si Pemilik Dua Cahaya'.

Rasulullah ﷺ Shallallahu 'Alaihi Wasallam Hampir Dikultuskan

Sudah beberapa lama putri Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam , Ruqayyah terserang sakit dan tidak kunjung sembuh. Musuh-musuh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dari kalangan Yahudi dan orang-orang munafik mulai menyebarkan desas-desus, 

"Kalau memang Muhammad itu seorang Nabi, tentu ia dengan mudah bisa menyembuhkan penyakit putrinya."

"Jangan-jangan, dia memang bukan seorang Nabi, melainkan tukang sihir,"  timpal yang lain, 

"Dulu di Makkah sihirnya berhasil memikat banyak orang, tetapi di sini ternyata tidak mempan."

Desas-desus yang beredar gencar, membuat keimanan sebagian orang mulai goyah. Orang-orang munafik yang dipimpin Abdullah bin Ubay semakin bersemangat mengatakan ini dan itu tentang pribadi Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Mendengar itu, sebagian kaum Muslimin bangkit amarahnya. Mereka melawan desas-desus itu dengan sanjungan pujian, dan pemujaan kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam .

"Jangankan menyembuhkan penyakit, menghidupkan orang mati pun tentu Rasullulah bisa," demikian kata mereka.

Mendengar hal-hal seperti itu, RasullulahﷺShallallahu 'Alaihi Wasallam   segera datang dan berkata, "Janganlah kalian menyanjung-nyanjung diriku."

"Bagaimana kami tidak akan menyanjung dirimu, Ya, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, bukankah engkau adalah pemimpin kami semua?"

Beliau menggeleng. Beliau kemudian berkata bahwa dirinya hanyalah manusia biasa, ia tidak dapat menolak atau menyembuhkan penyakit apabila hal itu memang sudah dikendaki Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Beliau adalah manusia yang juga dapat menangis, tertawa, kepayahan, kesegaran, tidur, marah, senang, lapar, dahaga, makan, dan perlu pergi ke pasar seperti orang lain.

Bahkan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, sendiri menderita sakit. Seorang tabib dipanggil datang untuk melakukan penyembuhan. Tabib itu melakukan pembekaman agar darah yang mengandung penyakit keluar. Namun, begitu darah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam keluar, tabib yang suka menyanjung itu menjilati darah beliau. Segera saja Rasulullah ﷺShallallahu 'Alaihi Wasallam, melarang tabib itu dengan keras sambil berkata, 

"Semua darah haram! Semua darah haram!"

Demikianlah, di satu sisi ada orang yang membenci Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, sementara disisi lain banyak orang yang justru memuja beliau secara berlebihan.

Sehari sebelum Rasulullah ﷺ Shallallahu 'Alaihi Wasallam tiba di Kota Madinah, berita kemenangan dibawa oleh Zaid bin Haritsah dan Abdullah bin Rawahah Radhiallahu 'Anhum dari dua jurusan yang berlainan. Kaum Muslimin segera keluar rumah dan bergembira menyambut kemenangan besar ini.  [HSZ]

Shallu 'alan Nabi...

💐Bersambung ... Semoga Kita Mendapat Barokah Allah 'Azza Wa Jalla.

آمينَ يا رَبَّ الْعلَمِيْنَ ..بَارَكَ اللهُ فِيْك

Untuk Anda yang belum baca siri ini yang sebelumnya,

Anda boleh baca disini ; The Story of The Prophet Muhammad SAW

Editor ; Helmy Network
Ilustrasi Image, Doc, Helmy Network

#kisahrasulullah, #nabimuhammadSAW, #risalahkenabian, #sirahrasulullah, 

No comments