KISAH NABI DANIYAL (DANIEL) ALAIHIS SALAM

<img src="https://fazryan87.blogspot.com/nabidaniyal-daniel-tuku.jpg" alt="KISAH NABI DANIYAL (DANIEL) ALAIHIS SALAM"/>

KISAH NABI DANIYAL (DANIEL) ALAIHIS SALAM

Sejarah, Kisah, dan Misteri Nabi Daniyal dalam Tradisi Islam

πŸ‘‘ Saat pasukan Muslimin di bawah komando Abu Musa al-Asy'ari Radhiyallahu 'Anhu menaklukkan wilayah Tustar (Parsi), mereka menemukan sebuah ruangan terkunci yang di dalamnya terdapat ranjang dengan sesosok jasad yang masih utuh. Ibnu Katsir menegaskan bahwa para Ulama sepakat jasad tersebut adalah jasad Nabi Daniel ΨΉΩ„ΩŠΩ‡ Ψ§Ω„Ψ³Ω„Ψ§Ω….

Di dekat jasad tersebut ditemukan sebuah mushaf kuno, kantong berisi wang, serta cincin bergambar seorang lelaki yang diapit dua singa. Penduduk tempatan biasa mengeluarkan jasad tersebut ke luar ruangan untuk meminta hujan saat terjadi kekeringan.

Abu Musa al-Asy'ari Radhiyallahu 'Anhu melaporkan penemuan ini kepada Khalifah Sayyidina Umar bin Al-Khattab Radhiyallahu 'Anhu. 

 CAKRAWALA NEWS l KUALA LUMPUR l  Kisah Nabi Daniyal (Daniel) 'Alaihis Salam 

1. Disebutkan sesuatu tentang khabar Daniyal Alaihis Salam, Ibnu Abi Ad-Dunya berkata: Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Abdul A'la Asy-Syaibani, dia berkata: Jika aku tidak mendengarnya dari Syu'aib bin Shafwan maka telah menceritakan kepadaku sebagian sahabat-sahabat kami dari dia, dari Al-Ajlah Al-Kindi, dari Abdullah bin Abi Al-Huzail, dia berkata: Bukhtanashshar melatih dua ekor singa, lalu dia melemparkan keduanya ke dalam sumur/perigi dan datang dengan Daniyal lalu dia melemparkan dia kepada keduanya, maka keduanya tidak mengganggu dia, lalu dia tinggal sekehendak Allah Ta'ala, kemudian dia menginginkan apa yang diinginkan manusia dari makanan dan minuman, maka Allah Ta'ala mewahyukan kepada Armiya (Irmiya 'Alaihissalam) dan dia di Negeri Syam: Bahwa sediakan makanan dan minuman untuk Daniyal.
Maka dia berkata: Ya Rabbi, aku berada di tanah yang suci dan Daniyal berada di tanah Babil dari tanah Iraq. Maka Allah mewahyukan kepadanya: Bahwa sediakan apa yang Kami perintahkan kepadamu kerana sesungguhnya Kami akan mengirim orang yang akan membawamu dan membawa apa yang engkau sediakan.

2. Maka dia melakukan itu, dan Allah Ta'ala mengutus kepadanya orang yang membawa dia dan membawa apa yang dia sediakan hingga berdiri di kepala sumur lalu berkata: Daniyal, Daniyal.
Maka dia berkata: Siapa ini?
Dia berkata: Aku Armiya.
Maka dia berkata: Apa yang membawa engkau datang?
Maka dia berkata: Rabbmu mengutus aku kepadamu.
Dia berkata: Dan apakah Rabbku telah mengingatku?
Dia berkata: Ya.
Maka Daniyal berkata: Segala puji bagi Allah yang tidak melupakan orang yang mengingat-Nya, dan segala puji bagi Allah yang tidak mengecewakan orang yang berharap kepada-Nya, dan segala puji bagi Allah yang barangsiapa mempercayai-Nya maka Dia tidak menyerahkannya kepada yang lain, dan segala puji bagi Allah yang membalas kebaikan dengan kebaikan, dan segala puji bagi Allah yang membalas kesabaran dengan keselamatan, dan segala puji bagi Allah yang Dia menyingkirkan kesusahan kami setelah kesedihan kami, dan segala puji bagi Allah yang Dia adalah kepercayaan kami ketika sangkaan kami buruk terhadap amal-amal kami, dan segala puji bagi Allah yang Dia adalah harapan kami ketika akal terpotong/terputus dari kami. 

3.Yunus bin Bukair berkata, dari Muhammad bin Ishaq, dari Abu Khaldah Khalid bin Dinar: Abu al-Aliyah menceritakan kepada kami, dia berkata: Ketika kami menaklukkan Tustar (Wilayah Parsi), kami menemukan di gedung perbendaharaan Hurmuzān sebuah dipan (katil/ranjang), di atasnya ada seorang lelaki yang sudah meninggal, di dekat kepalanya terdapat sebuah mushaf. Kami mengambil mushaf itu lalu membawanya kepada Khalifah Umar bin al-Khaththab Radhiyallahu 'Anhu. Beliau memanggil Ka'ab untuk menyalinnya ke dalam bahasa Arab. Maka aku adalah orang Arab pertama yang membacanya, aku membacanya sebagaimana aku membaca Al-Qur'an ini. 

4. Aku bertanya kepada Abu al-Aliyah:
"Apakah yang ada dalam Mushaf itu?"
Dia menjawab: "Riwayat hidupmu, urusanmu, bahasamu, dan apa yang akan terjadi selepas itu."
Aku bertanya lagi: "Lalu apa yang kamu lakukan dengan mayat itu?"
Dia menjawab: "Kami menggali tiga belas kubur yang berasingan pada siang hari, kemudian apabila malam tiba kami menguburkannya dan meratakannya supaya orang ramai tidak tahu kubur mana yang sebenar dan mereka tidak menggalinya."
Aku bertanya: "Apakah yang mereka harapkan daripadanya?"
Dia menjawab: "Jika langit menahan hujan daripada mereka, mereka membawa dipan mereka ke luar dan hujan turun."
Aku bertanya: "Siapakah dia pada pendapat kamu?"
Dia menjawab: "Seorang lelaki bernama Daniel."
Aku bertanya: "Berapa lama dia telah mati ketika kamu menemuinya?" Dia menjawab: "Tiga ratus tahun."
Aku bertanya: "Adakah mana-mana bahagian tubuhnya telah berubah?" Dia menjawab: "Tidak, kecuali beberapa helai rambut di belakang lehernya (tengkuknya); sesungguhnya bumi tidak memakan daging para Nabi, dan haiwan liar juga tidak memakannya."

5. Ini adalah sanad yang shahih sampai kepada Abu al-Aliyah, tetapi jika sejarah kematiannya yang tiga ratus tahun itu benar, maka beliau bukan seorang Nabi melainkan orang shaleh; kerana Isa bin Maryam 'Alaihis Salam tidak ada Nabi antara dia dan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, berdasarkan nash hadits yang ada dalam Shahih al-Bukhari, dan masa kekosongan antara keduanya adalah empat ratus tahun. Ada yang mengatakan: enam ratus tahun. Dan ada yang mengatakan: enam ratus dua puluh tahun. 

6. Mungkin sejarah kematiannya adalah delapan ratus tahun, dan ini dekat dengan masa Daniel jika memang benar bahwa dia adalah Daniel sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya; kerana boleh jadi dia adalah orang lain, baik dari kalangan para Nabi mahupun orang-orang shaleh, tetapi dugaan kuat bahwa dia adalah Daniel kerana Daniel pernah ditangkap oleh Raja Parsi lalu tinggal di sisinya sebagai tahanan sebagaimana telah disebutkan sebelumnya. Telah diriwayatkan dengan sanad shahih sampai kepada Abu al-Aliyah bahwa panjang hidungnya sejengkal. Dan dari Anas bin Malik dengan sanad yang baik, bahwa panjang hidungnya sehasta. Berdasarkan hal ini, boleh jadi dia adalah salah seorang Nabi terdahulu sebelum masa-masa tersebut. Wallahu a'lam. 


7. Abu Bakar ibn Abi ad-Dunya berkata dalam kitab Ahkam al-Qubur: Muhammad bin al-Harits bin Abdullah bin Abi Burdah bin Abi Musa al-Asy'ari menceritakan kepada kami, Abu Muhammad al-Qasim bin Abdullah menceritakan kepada kami dari Abu al-Asy'ats al-Ahmari, dia berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: "Sesungguhnya Daniel berdoa kepada Tuhannya agar dia dikuburkan oleh umat Muhammad." Ketika Abu Musa al-Asy'ari Radhiyallahu 'Anhu menaklukkan Tustar, dia menemukan Daniel dalam sebuah peti, urat dan pembuluh darahnya masih berdenyut. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam telah bersabda: "Barangsiapa menunjukkan tempat Daniel, maka gembirakanlah dia dengan Syurga." Orang yang menunjukkan tempatnya adalah seorang lelaki bernama Harqush. Abu Musa menulis surat kepada 
Khalifah Umar bin al-Khaththab Radhiyallahu 'Anhu. tentang berita itu, lalu Khalifah Umar bin al-Khaththab Radhiyallahu 'Anhu membalas suratnya agar dia menguburkannya dan mengutus Harqush; kerana Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam telah memberikan khabar gembira kepadanya dengan Syurga. Ini adalah hadits mursal dari jalur ini, dan dalam keasliannya masih perlu dikaji. Wallahu a'lam. 

8. Kemudian Ibn Abi ad-Dunya berkata: Abu Bilal menceritakan kepada kami, Qasim bin Abdullah menceritakan kepada kami, dari 'Anbasah bin Sa'id - dan dia adalah seorang yang berilmu - dia berkata: Abu Musa al-Asy'ari Radhiyallahu 'Anhu menemukan bersama Daniel sebuah mushaf, sebuah kendi berisi lemak dan dirham, serta cincinnya. Abu Musa menulis surat tentang hal itu kepada Khalifah Umar bin al-Khaththab Radhiyallahu 'Anhu, lalu Umar membalas suratnya: "Adapun mushafnya maka kirimkanlah kepada kami, adapun lemaknya maka kirimkanlah sebagiannya kepada kami, dan perintahkan orang-orang Muslim di tempatmu untuk berobat dengannya, bagikanlah dirham-dirham itu di antara mereka, dan adapun cincinnya maka kami memberikannya sebagai hadiah untukmu." 

9. Ibn Abi ad-Dunya meriwayatkan dari berbagai sumber, bahwa Abu Musa al-Asy'ari Radhiyallahu 'Anhu ketika menemukannya dan disebutkan kepadanya bahwa dia adalah Daniel, dia memeluk, merangkul, dan menciumnya. Dia menulis surat kepada Khalifah Umar bin al-Khaththab Radhiyallahu 'Anhu, menceritakan keadaannya, dan bahwa dia menemukan di sisinya harta yang tersimpan, sekitar sepuluh ribu dirham. Barangsiapa yang datang meminjamnya bisa mengambil, jika dia mengembalikannya maka baik, jika tidak maka dia akan sakit. Dan di sisinya ada sebuah Rab'ah (catatan/kitab). Khalifah Umar bin al-Khaththab Radhiyallahu 'Anhu, memerintahkan agar dia dimandikan dengan air dan daun bidara (daun jujube), dikafani, dikuburkan, dan kuburnya disembunyikan sehingga tidak ada yang mengetahuinya. Beliau memerintahkan agar harta itu dikembalikan ke Baitul Mal (Perbendaharaan Awam), dan Rab'ah dibawa kepadanya, dan memberikan cincinnya sebagai hadiah. 

10. Diriwayatkan dari Abu Musa al-Asy'ari Radhiyallahu 'Anhu, bahwa dia memerintahkan empat orang tahanan untuk membendung sungai dan menggali kubur di tengahnya, lalu menguburkan Daniel di sana. Kemudian keempat orang tahanan itu dibawa dan leher mereka dipenggal, sehingga tidak ada yang mengetahui tempat kuburnya selain Abu Musa al-Asy'ari Radhiyallahu 'Anhu. 

11. Ibn Abi ad-Dunya berkata: Ibrahim bin Abdullah menceritakan kepadaku, Ahmad bin 'Amr bin as-Sarh menceritakan kepada kami, Ibn Wahb menceritakan kepada kami, dari Abdurrahman bin Abi az-Zinad, dari Ayahnya, dia berkata: Aku melihat di tangan Abu Burdah bin Abi Musa al-Asy'ari sebuah cincin, ukiran matanya adalah dua ekor singa di antara keduanya ada seorang lelaki yang dijilati oleh kedua singa itu. Abu Burdah berkata: "Ini adalah cincin mayat itu yang diklaim oleh penduduk negeri ini sebagai Daniel, yang diambil oleh Abu Musa al-Asy'ari Radhiyallahu 'Anhu pada hari dia menguburkannya." 

12. Abu Burdah berkata: "Abu Musa al-Asy'ari Radhiyallahu 'Anhu bertanya kepada para ulama desa itu tentang ukiran cincin tersebut, mereka menjawab: Raja yang Daniel berada dalam kekuasaannya didatangi oleh para peramal dan ahli ilmu, mereka berkata kepadanya: 'Sesungguhnya akan lahir pada malam ini dan itu seorang anak lelaki yang akan merusak kerajaanmu dan menghancurkannya.' Raja berkata: 'Demi Allah, pada malam itu tidak akan tersisa satu anak lelaki pun kecuali akan kubunuh.' Namun mereka mengambil Daniel lalu melemparkannya ke kandang singa, maka singa jantan dan betina menjilatinya sepanjang malam dan tidak mencelakakannya. Ibunya datang dan menemukan keduanya menjilatinya, maka Allah Azza Wa Jalla menyelamatkannya dengan hal itu hingga dia mencapai apa yang telah dicapainya." 

13. Abu Burdah berkata: Abu Musa al-Asy'ari Radhiyallahu 'Anhu berkata: Para ulama desa itu berkata: "Maka Daniel mengukir gambarnya dan gambar dua ekor singa yang menjilatinya pada mata cincinnya; agar dia tidak lupa akan nikmat Allah kepadanya dalam peristiwa itu." Sanadnya hasan. 

πŸ“– Ini adalah penceritaan tentang pembinaan semula Baitul Maqdis selepas kemusnahannya, dan berkumpulnya kembali Bani Israil selepas tersebar di berbagai pelosok/kawasan terpencil di bumi.

I. Allah Ta'ala berfirman dalam Kitab-Nya yang jelas, 
dan Dia Maha Benar dalam firman-Nya: "Atau (apakah kamu tidak memperhatikan) orang yang melewati suatu negeri yang (temboknya/dinding2nya) telah roboh menutupi bumbung-bumbungnya.
Dia berkata: 'Bagaimana Allah menghidupkan (memulihkan) negeri ini setelah hancur?'
Maka Allah mematikannya selama seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali.
Allah bertanya: 'Berapa lamakah kamu tinggal di sini?'
Dia menjawab: 'Aku tinggal di sini sehari atau setengah hari.'
Allah berfirman: 'Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berubah; dan lihatlah kepada keledaimu (yang telah menjadi tulang belulang); Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia. Dan lihatlah kepada tulang-belulang itu, bagaimana Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami tutup dengan daging.' Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) diapun berkata: 'Aku yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.'" (Al-Qur'an-Surah al-Baqarah: 259) 

II. Hisyam ibn al-Kalbi berkata: Kemudian Allah Ta'ala mewahyukan kepada Irmiya 'Alaihissalam - menurut yang sampai kepadaku - bahwa Aku akan memakmurkan Baitul Maqdis, maka keluarlah ke sana dan tinggallah di sana. Maka dia keluar hingga tiba di sana dan kota itu dalam keadaan hancur/musnah. Dia berkata dalam hatinya: "Subhanallah, Allah memerintahkanku untuk tinggal di negeri ini dan memberitahukan kepadaku bahwa Dia akan memakmurkannya, bilakah Dia akan memakmurkannya, dan bilakah Allah akan menghidupkannya setelah kematiannya?" 

III. Kemudian dia meletakkan kepalanya dan tidur, bersamanya ada keledainya dan sekeranjang makanan. Dia tetap dalam tidurnya selama tujuh puluh tahun hingga kematian Bukhtu Nashr dan Raja yang memerintahnya, yaitu Lahrasyb yang masa pemerintahannya seratus dua puluh tahun. Setelahnya, memerintah puteranya Basytsyb bin Lahrasyb, dan Bukhtu Nashr meninggal dalam masa pemerintahannya. Sampai kepadanya berita tentang Negeri Syam bahwa negeri itu telah musnah, dan binatang buas telah banyak di tanah PālΓ«sαΉ­Δ«ne, sehingga tidak tersisa seorang manusia pun di sana. Maka dia mengumumkan di tanah Babil kepada Bani Israil bahwa barangsiapa ingin kembali ke Syam, maka kembalilah. 

IV. Beliau mengangkat seorang lelaki dari keluarga Dawud sebagai Raja atas mereka, dan memerintahkannya untuk memakmurkan Baitul Maqdis dan membangun Masjidnya. Mereka kembali lalu memakmurkannya. Allah Ta'ala membukakan mata 
Irmiya 'Alaihissalam lalu dia melihat kota itu bagaimana dibangun dan bagaimana dimakmurkan. Dia tetap dalam tidurnya itu hingga genap seratus tahun baginya, kemudian Allah Ta'ala membangkitkannya sedangkan dia tidak mengira bahwa dia tidur lebih dari satu jam, padahal dia menyaksikan kota itu musnah.
Ketika dia melihatnya makmur dan berpenghuni, dia berkata: "Aku yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."
Dia berkata: Maka Bani Israil menetap di sana dan Allah mengembalikan urusan mereka. Mereka tetap seperti itu hingga bangsa Romawi (Rom) mengalahkan mereka pada masa raja-raja golongan. Kemudian mereka tidak memiliki kesatuan dan kekuasaan, maksudnya setelah kaum Nasrani menang atas mereka. Demikianlah diceritakan oleh Ibn Jarir dalam kitab Tarikhnya.

V. Ibn Jarir menyebutkan bahwa Lahrasyb adalah seorang raja yang adil, bijak dalam menguruskan kerajaannya, hamba dan negeri tunduk kepadanya, begitu pula raja-raja dan para panglima. Dia memiliki pandangan yang baik dalam memakmurkan kota-kota, sungai-sungai, dan benteng-benteng. Kemudian ketika dia lemah dalam mengurus kerajaan setelah seratus tahun lebih, dia turun dari tahta untuk puteranya Basytsyb. Pada masanya muncul agama Majusi; yaitu ada seorang lelaki bernama Zaradasyt yang pernah menemani Irmiya 'Alaihissalam lalu membuatnya marah, maka Irmiya mendoakannya dan Zaradasyt menjadi penyakit kusta lalu pergi menuju tanah/negeri Azerbaijan dan menemani Basytsyb. Dia mengajarkan kepadanya agama Majusi yang diciptakannya dari dirinya sendiri, semoga Allah Azza Wa Jalla melaknatnya. Basytsyb menerimanya darinya dan memaksa orang-orang mematuhinya/menganutnya, menindas mereka, dan membvnoh banyak orang yang menolaknya. 

VI. Setelah Basytsyb adalah Yahmin bin Basytsyb, dan dia termasuk Raja-Raja Parsi yang terkenal dan para pahlawan yang tersohor. Bukhtu Nashr menjadi wakil bagi setiap dari ketiga orang ini, dan berumur sangat panjang, semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala mencampakkannya. 

VII. Yang dimaksud adalah bahwa apa yang disebutkan oleh Ibn Jarir, bahwa orang yang melewati negeri ini adalah Irmiya 'Alaihissalam, dikatakan oleh Wahb bin Munabbih, Abdullah bin 'Ubaid bin 'Umair, dan lain-lain, dan ini kuat berdasarkan konteks sebelumnya. Telah diriwayatkan dari Ali, Abdullah bin Salam, Ibn Abbas, al-Hasan, Qatadah, as-Suddi, Sulaiman bin Buraidah dan lain-lain bahwa dia adalah Uzair. Dan ini lebih masyhur menurut banyak Ulama Salaf dan Khalaf. Wallahu a'lam.[HSZ]

πŸ“ŒKitab Al Bidayah wa An Nihayah Jilid 02, Ibnu Katsir.

🧾Sumber & Penyuntingan
Artikel ini disusun ulang dan dikembangkan secara editorial berdasarkan materi rujukan dari ya-aqsha.blogspot.com/ dengan penyesuaian bahasa, struktur, dan penambahan konteks sejarah untuk penerbitan di Helmy Network Geopolitical Insight.

Author:  Helmy El-Syamza
Illustration Image, Doc:
CAKRAWALA NEWS

TAGS: Kisah Nabi,  Kisah Nabi Daniel,  Stories of the Prophets, Al Bidayah wa An Nihayah,  Ibnu Katsir.


No comments

Cakrawala News Logo