BUKAN HANYA INDONESIA, MADINAH JUGA DIKELILINGI JEJAK GUNUNG BERAPI PURBA

<img src="https://fazryan87.blogspot.com/gambar-madinah-gunungberapi.jpg" alt="MANUSKRIP TERAKHIR DI HOTEL MERDEKA [19]"/>

BUKAN HANYA INDONESIA, MADINAH JUGA DIKELILINGI JEJAK GUNUNG BERAPI PURBA

Jejak Lava Purba di Tanah Suci dan Kisah Geologi di Sekitar Kota Nabi ο·Ί

CAKRAWALA NEWS l  Selama ini kita lebih sering mengenal Kota Madinah Al-Munawwarah sebagai Kota Suci tempat Nabi Muhammad Rasulullah ο·Ί berhijrah dan membangun masyarakat Islam. Namun, di balik sejarah agung tersebut, tanah di sekeliling Madinah menyimpan cerita yang jauh lebih tua: jejak aktiviti gunung berapi purba, hamparan batuan hitam, dan aliran lava yang membeku setelah melewati proses geologi selama ribuan bahkan jutaan tahun.
Menariknya, bentang alam inilah yang kemudian menjadi salah satu ciri khas geographical Kota Madinah. Bagaimana gunung berapi purba membentuk lanskap kota Nabi ο·Ί? Dan apa hubungan hamparan batu hitam itu dengan sejarah Madinah?

<img src="https://fazryan87.blogspot.com/gambar-madinah-gunungberapi.jpg" alt="MANUSKRIP TERAKHIR DI HOTEL MERDEKA [19]"/>

1. Ketika Bencana Menyimpan Sebuah Keajaiban

Pernahkah kita berfikir bahwa sesuatu yang pada awalnya terlihat sebagai bencana ternyata dapat meninggalkan manfaat bagi kehidupan?

Ada sebuah ungkapan Arab, Al-masha'ib qad tajlibul aja'ib, yang secara sederhana dapat dimaknai bahwa musibah terkadang membuka jalan menuju keajaiban.

Pengalaman melihat abu vulkanik setelah erupsi gunung berapi dapat memberikan gambaran tentang hal tersebut. Abu yang pada awalnya mengotori lingkungan dan menyulitkan kehidupan masyarakat, dalam proses berikutnya dapat membawa unsur mineral yang bermanfaat bagi tanah.

Beberapa waktu setelah erupsi, alam perlahan memperlihatkan wajah lainnya. Tanaman kembali tumbuh, tanah menjadi lebih kaya mineral, dan kehidupan berangsur pulih.

   BACA JUGA: 
JIKA PRABOWO MUNDUR, APAKAH GIBRAN SIAP MEMIMPIN INDONESIA?

KETIKA GUNUNG KRAKATAU MELETUS: APA YANG TERJADI DI DUNIA ISLAM PADA 1883?

Trump Klaim Selat Hormuz Milik AS, Iran Balas dengan California: Ketika Peta Menjadi Senjata Diplomasi

<img src="https://fazryan87.blogspot.com/gambar-madinah-gunungberapi.jpg" alt="MANUSKRIP TERAKHIR DI HOTEL MERDEKA [19]"/>

2. Di Balik Peristiwa Alam Ada Pelajaran

Bagi seorang Muslim, fenomena alam bukan hanya persoalan geologi. Ia juga dapat menjadi bahan renungan tentang kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Sesuatu yang tampak mengganggu kehidupan manusia dalam satu waktu, terkadang mempunyai dampak yang baru terlihat jauh setelah peristiwa tersebut berlalu.

Gunung berapi memberikan salah satu contoh menarik. Letusannya dapat membawa bahaya besar, tetapi material vulkaniknya dalam jangka panjang juga dapat berperanan dalam pembentukan tanah yang subur.

Keraa itu, mempelajari alam bukan berarti menjauh dari keimanan. Justru, bagi banyak orang, ilmu pengetahuan dapat menjadi salah satu cara untuk semakin menyadari betapa kompleksnya ciptaan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Allahu Akbar. Mahabesar Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

<img src="https://fazryan87.blogspot.com/gambar-madinah-gunungberapi.jpg" alt="MANUSKRIP TERAKHIR DI HOTEL MERDEKA [19]"/>

3. Madinah Al-Munawwarah Ternyata Bukan Sekadar Kota Oasis

Jika membayangkan Kota Madinah Al-Munawwarah, mungkin yang muncul di fikiran adalah kota Nabi Muhammad ο·Ί, hamparan kurma, Masjid, dan lingkungan gurun Arab.

Namun dari sudut pandang geologi, kawasan Madinah Al-Munawwarah memiliki cerita yang jauh lebih tua.

Wilayah di sekitar kota ini memiliki banyak formasi batuan vulkanik dan hamparan lava purba. Salah satu ciri khasnya adalah kawasan berbatu gelap yang dalam tradisi Arab dikenal sebagai harrah, yaitu medan yang terbentuk dari aliran lava yang kemudian membeku.

Dengan kata lain, jauh sebelum sejarah Islam berlangsung, kawasan Madinah Al-Munawwarah telah mengalami aktiviti vulkanik yang membentuk sebagian bentang alamnya.

<img src="https://fazryan87.blogspot.com/gambar-madinah-gunungberapi.jpg" alt="MANUSKRIP TERAKHIR DI HOTEL MERDEKA [19]"/>

4. Jejak Lava yang Berusia Sangat Tua

Lava yang mengalir dari aktiviti vulkanik kemudian mengalami pendinginan dan pembekuan.

Di kawasan sekitar Madinah Al-Munawwarah, proses tersebut meninggalkan batuan vulkanik berwarna gelap, terutama basalt.

Batuan ini dapat terlihat kasar, keras, dan tidak mudah dilalui. Hamparan batu hitam tersebut menjadi salah satu karakter geografi yang sangat khas di sekitar Madinah Al-Munawwarah.

Menariknya, fenomena geologi yang terbentuk jauh sebelum kelahiran Nabi Muhammad ο·Ί kemudian menjadi bagian dari lanskap tempat berkembangnya salah satu peristiwa paling penting dalam sejarah Islam.

<img src="https://fazryan87.blogspot.com/gambar-madinah-gunungberapi.jpg" alt="MANUSKRIP TERAKHIR DI HOTEL MERDEKA [19]"/>

5. Dua Hamparan Batu Hitam dan Hijrah Nabi ο·Ί

Ada pula hubungan menarik antara kondisi geografi Madinah Al-Munawwarah dengan Hadis tentang hijrah Rasulullah ο·Ί.

Dalam hadis riwayat al-Bukhari, Nabi Muhammad ο·Ί menceritakan bahwa beliau diperlihatkan tempat hijrahnya, yaitu sebuah daerah yang memiliki pepohonan kurma dan berada di antara dua kawasan berbatu hitam.

Gambaran tersebut menarik jika dibandingkan dengan kondisi geografi Madinah Al-Munawwarah yang memang dikelilingi sejumlah kawasan vulkanik dan hamparan lava.

Di sinilah sejarah, geografi, dan tradisi Islam bertemu dalam sebuah lanskap yang telah terbentuk jauh sebelum manusia mengenal istilah ilmu vulkanologi.

<img src="https://fazryan87.blogspot.com/gambar-madinah-gunungberapi.jpg" alt="MANUSKRIP TERAKHIR DI HOTEL MERDEKA [19]"/>

6. Harrah, “Lautan Batu” di Sekitar Madinah Al-Munawwarah.

Bagi orang yang terbiasa melihat gurun sebagai hamparan pasir, kawasan harrah mungkin terasa cukup mengejutkan.

Bayangkan permukaan tanah yang didominasi batuan gelap, kasar, keras, dan tidak rata.

Itulah salah satu karakter medan lava purba.

Dalam ilmu geologi, permukaan seperti ini merupakan hasil dari aliran lava yang telah membeku selama proses geologi yang sangat panjang.

Batu-batuan tersebut bukan sekadar “batu hitam biasa”. Ia merupakan rekaman aktiviti vulkanik masa lalu yang tersimpan di permukaan bumi.

<img src="https://fazryan87.blogspot.com/gambar-madinah-gunungberapi.jpg" alt="MANUSKRIP TERAKHIR DI HOTEL MERDEKA [19]"/>

7. Geologi yang Turut Membentuk Medan Pertahanan Madinah Al-Munawwarah.

Bentang alam seperti ini juga memiliki konsekuensi strategik.

Medan berbatu dan tidak rata tentu jauh lebih sulit dilalui dibandingkan dataran terbuka. Kerana itu, kawasan harrah dapat menjadi hambatan alami bagi pergerakan manusia mahupun pasukan.

Hal ini menjadi sangat relevan ketika membicarakan pertahanan Madinah Al-Munawwarah pada masa Nabi Muhammad ο·Ί.

Dalam Perang Khandaq, parit tidak dibuat mengelilingi seluruh Madinah Al-Munawwarah. Parit terutama dibangun di bagian yang dianggap paling terbuka dan memungkinkan serangan langsung.

Kondisi geografi Madinah Al-Munawwarah, termasuk berbagai kawasan berbatu dan medan yang sulit dilalui, menjadi salah satu faktor yang memengaruhi karakter pertahanannya.

Jadi, pertahanan Madinah Al-Munawwarah bukan hanya persoalan strategi manusia. Faktor alam juga memainkan peranan penting.

<img src="https://fazryan87.blogspot.com/gambar-madinah-gunungberapi.jpg" alt="MANUSKRIP TERAKHIR DI HOTEL MERDEKA [19]"/>

8. Gunung Berapi yang Pernah “Diam”, Tetapi Tidak Sepenuhnya Mati

Ada satu hal lagi yang membuat kawasan ini menarik.

Arab Saudi bukanlah wilayah yang sepenuhnya bebas dari aktiviti vulkanik. Kawasan barat Jazirah Arab memiliki sejumlah medan vulkanik yang dikenal sebagai 'Harrah' (harrat), terbentuk dari aktiviti lava pada masa geologi yang berbeza.

Bahkan dalam sejarah kawasan Madinah Al-Munawwarah terdapat catatan mengenai aktiviti vulkanik yang jauh lebih muda dibandingkan pembentukan banyak batuan purba di sekitarnya.

Ini menunjukkan bahwa lanskap Madinah Al-Munawwarah bukanlah sesuatu yang terbentuk sekaligus. Ia merupakan hasil dari proses geologi yang berlangsung sangat panjang.

Bumi, rupanya, punya arkib yang jauh lebih tua daripada arkib manusia.
Dan arkib itu ditulis menggunakan batu.

9. Dari Lava Menjadi Lanskap Kota Nabi ο·Ί

Coba bayangkan perjalanan menuju Madinah Al-Munawwarah.

Di kejauhan tampak bentang alam yang sebagian berwarna gelap. Bagi mata moden, mungkin hanya terlihat sebagai bebatuan [padang gurun.

Namun jika memahami sejarah geologinya, permukaan tersebut sebenarnya menyimpan kisah tentang aktiviti vulkanik masa lalu.

Di tempat yang dahulu dipengaruhi aktiviti gunung berapi itu, kemudian berdiri kota yang menjadi salah satu pusat terpenting dalam sejarah Islam.

Madinah Al-Munawwarah bukan hanya memiliki sejarah manusia. Tanahnya sendiri mempunyai sejarah yang jauh lebih tua.

10. Sebuah Renungan tentang Tanah Arab

Ada pula hadis Nabi Muhammad ο·Ί yang diriwayatkan Imam Muslim mengenai tanda-tanda kiamat, bahwa tanah Arab akan kembali menjadi padang rumput dan dialiri sungai.

Hadis tersebut selama berabad-abad menjadi bagian dari kajian keagamaan Umat Islam.

Dari sisi geografi, kita juga mengetahui bahwa lingkungan Jazirah Arab mengalami perubahan iklim dan bentang alam sepanjang sejarah bumi.

Kerana itu, fenomena alam di kawasan Arab selalu menarik untuk dipelajari, tanpa harus tergesa-gesa memaksakan setiap temuan geologi sebagai pembuktian ilmiah terhadap suatu tafsir tertentu.

11. Madinah dan Pelajaran yang Lebih Besar

Pada akhirnya, kisah tentang gunung berapi purba di sekitar Madinah Al-Munawwarah bukan sekadar cerita tentang batu hitam, lava, atau kawah.

Ia mengingatkan kita bahwa sebuah tempat dapat memiliki lapisan sejarah yang luar biasa panjang.

Jutaan tahun proses geologi membentuk tanahnya.

Kemudian sejarah manusia memberikan makna baru pada tempat tersebut.

Dan pada abad ke-7 Masehi, Madinah Al-Munawwarah menjadi tempat hijrah Rasulullah ο·Ί serta pusat perkembangan masyarakat Islam.

Dari betu-batuan vulkanik hingga sejarah peradaban, semuanya menjadi bagian dari sebuah kisah yang jauh lebih besar.

Madinah Al-Munawwarah ternyata bukan hanya kota yang menyimpan sejarah Nabi Muhammad ο·Ί. Tanah di sekelilingnya juga menyimpan jejak sejarah bumi.

12. Ketika Kita Memandang Batu dengan Cara Berbeza

Mungkin setelah mengetahui fakta ini, ketika melihat hamparan batu hitam di sekitar Madinah Al-Munawwarah, kita tidak lagi memandangnya sebagai sekadar padang gurun tandus.

Di balik batu-batu tersebut terdapat proses alam yang berlangsung selama waktu yang sangat panjang.

Ada gunung berapi.

Ada aliran lava.

Ada proses pembekuan.

Ada perubahan bentang alam.

Dan akhirnya, di tengah lanskap tersebut lahirlah sebuah kota yang memiliki tempat sangat istimewa dalam sejarah umat manusia.

Maha Suci Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang menciptakan bumi dengan segala lapisan rahasianya.

Semakin banyak manusia mempelajari bumi, semakin panjang pula daftar pertanyaan yang muncul.

Dan mungkin memang demikian cara alam mengajarkan manusia untuk tetap rendah hati.

Allahu Akbar. [HSZ]

πŸ“šCatatan Editor: 
Artikel ini diadaptasi dan dipublikasikan dengan izin dari gensaberilmu.com.
“Learn History, Repeat Victory”

Author:  Helmy El-Syamza
Illustration Image, Doc:
CAKRAWALA NEWS


TAGS: Madinah Al-Munawwarah, Kota Madinah Al-Munawwarah, Gunung Berapi Madinah, Gunung Berapi Purba, Gunung Berapi Arab Saudi, Lava Purba, Batuan Basalt, Harrah Madinah, Geologi Madinah, Sejarah Madinah Al-Munawwarah, Sejarah Islam, Nabi Muhammad SAW, Hijrah Nabi SAW, Jazirah Arab, Arab Saudi, Fakta Menarik Islam, Sains dan Islam, Keajaiban Alam, Geologi Arab Saudi, Kota Nabi Muhammad SAW,

No comments

Cakrawala News Logo