File Epstein: Skandal Elit Global dan Krisis Moral Peradaban Barat
File Epstein: Skandal Elit Global dan Krisis Moral Peradaban Barat
Membaca terbukanya File Epstein sebagai gejala runtuhnya klaim moral, kekuasaan, dan kepercayaan global.
- File Epstein bukan sekadar skandal kriminal individual billionaire, melainkan potret cara kerja kekuasaan global. Terbukanya berkas-berkas ini memperlihatkan bagaimana wang, pengaruh, media, dan hukum dapat saling melindungi elite selama puluhan tahun.
- Yang runtuh bukan hanya reputasi individu, tetapi klaim moral peradaban yang selama ini mengaku paling manusiawi. Tidak hairan jika banyak ulama dan aktivis, termasuk dari Ghāzzāh, membaca File Epstein sebagai tanda zaman: ketika dunia kehilangan batas antara kekuasaan dan nafsu.
- Di tengah krisis ini, ayat tentang Rasulullah ﷺ sebagai rahmat bagi seluruh alam terasa bukan sebagai slogan, melainkan sebagai keperlua. Kerana peradaban tanpa rahmat, cepat atau lambat, akan berubah menjadi tempat yang liar dan menakutkan bagi siapa pun.
CAKRAWALA NEWS l Menariknya, resonance / gema File Epstein tidak berhenti pada ruang analisis politik atau wacana hukum internasional. Ia justru menemukan gaung kuat di kalangan para ulama dan aktivis dakwah, termasuk mereka yang hidup di bawah tekanan penjajahan dan perang. Dari Mauritania hingga Ghāzzāh, banyak suara keilmuan membaca terbukanya berkas ini bukan sebagai kebetulan sejarah, melainkan sebagai tanda terbukanya tabir peradaban yang selama ini dikultuskan.
Nada yang muncul relatif seragam: bukan kegembiraan atas jatuhnya Barat, melainkan kesadaran pahit tentang rapuhnya sistem yang dibangun tanpa batas moral. Bagi mereka, File Epstein adalah cermin yang memperlihatkan bagaimana kekuasaan tanpa akhlak akhirnya memakan dirinya sendiri, sekaligus mengingatkan bahwa nilai-nilai Islam tidak lahir untuk menguasai dunia, tetapi untuk melindungi manusia darinya.
Tadinya aku sama sekali tak tertarik membahas berkas file Epstein. Tapi ketika melihat banyak ulama membahasnya, aku jadi sadar ini penting untuk kita telisik (siasat / investigate).
Baik teman-teman. Jadi, file Epstein adalah kumpulan dokumen hukum, kesaksian, dan catatan mahkamah yang berkaitan dengan Jeffrey Epstein, seorang billionaire Amerika yang terlibat jaringan kejahatan terorganisir (rangkaian jenayah terancang).
Dokumen-dokumen ini meliputi (covers) nama-nama tokoh berpengaruh internasional, catatan perjalanan, komunikasi, serta kesaksian korban yang menunjukkan bahwa kejahatan/jenayah Jeffrey Epstein bukan tindakan individu, melainkan bagian dari jaringan elit yang saling melindungi.
Yang membuat file ini penting bukan sekadar unsur skandalnya, tetapi pola kezaliman sistematik berkaitan dengan z10n1sme yang terbuka darinya: bagaimana kekuasaan, wang, media, dan hukum/undang-undang bisa mereka kuasai untuk menutupi kejahatan besar selama puluhan tahun.
Banyak korban/mangsa dibungkam, pelaku dilindungi, dan kebenaran ditunda; sampai akhirnya sebagian dokumen dipaksa terbuka ke publik.
Banyak Ulama yang membahasnya di media sosial: Syaikh Hatim Al Huwaini, Syaikh Ahmad Yusuf Sayyid hingga anggota penting jaringan ulama sedunia, Dr Muhammad Ash Shugayyir.
Dan ternyata tak sedikit aktivis dakwah di Ghāzzāh, yang merespon terkait skandal besar ini. Hampir semuanya punya satu kesamaan nada: Segala puji bagi Allah Azza Wa Jalla atas nikmat Islam yang telah melindungi manusia dari nafsu haiwan!
Bahkan seorang aktivis dakwah Ghazzah, adik dari sang juru bicara legendaris Abu Ub@id4h yang bernama Shuhaib Al Kahlout menulis,
"Terungkapnya berkas-berkas ‘Epstein’ ke publik merupakan tanda yang jelas atas runtuhnya peradaban Barat dan siapa pun yang menggantungkan diri padanya. Masa depan adalah milik Islam dengan prinsip, nilai, dan akhlaknya." Mengapa beliau berkata demikian?
Seorang Ulama dari Mauritania, Syaikh Muhammad Mukhtar Asy Syinqithi menjelaskan 3 sebab utama kenapa terbukanya berkas Epstein akan jadi katalis (catalyst / pemangkin) yang mempercepat reaksi robohnya peradaban Barat:
- Bahwa batas antara manusia dan haiwan di Barat semakin menghilang, dan kebinatangan ini ingin digeneralisasikan kepada seluruh umat manusia.
- Bahwa kaum Z10N1$ yang keji telah memperbudak/memperhamba elite Barat dengan menjerumuskan mereka ke dalam penyembahan hawa nafsu.
- Bahwa kaum Muslimin adalah harapan terakhir bagi umat manusia untuk menyelamatkannya dari keterpurukan (downturn) ini.
Peradaban Barat, selama 2 abad belakangan telah menjadi "kompas moral" bagi dunia. Mereka mengklaim diri paling toleran, rasional, terbuka pada perubahan dan paling manusiawi.
Campaign seperti itu terus mereka dengungkan. Tapi, 3 tahun belakangan ini dunia semakin banyak mempertanyakan Barat.
Dua peristiwa yang merobohkan citra mereka sebagaimana kata seorang Y4ahudi objektif Alon Mizrahi: adalah Thufan Al Aqsha dan terbukanya file Epstein.
Tetapi jangan kau artikan “Barat runtuh besok pagi." Semua ini menandakan klaim superiority (keunggulan) moral Barat – yang kini dipimpin oleh Z10N1$ – secara global sedang runtuh.
Dan itu kerana:
Thufan Al-Aqsha → membuka wajah politik
File Epstein → membuka wajah elit
Dunia → mulai berhenti percaya
Anda tahu teman-teman? Aku (penulis) tidak bisa tidur sejak mulai membaca berkas-berkas Jeffrey Epstein. Ayat yang terus muncul di pikiranku dan membuatku menitikkan air mata adalah,
"Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam."
Seandainya bukan kerana diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, Nabi yang paling mulia, niscaya kita akan menjadi orang-orang yang tersesat, terombang-ambing dalam kegelapan dunia yang liar dan menakutkan ini!
👉 Penutup
Pada akhirnya, File Epstein bukan sekadar tentang siapa terlibat dan siapa dilindungi. Ia tentang dunia yang terlalu lama menunda kebenaran, lalu terkejut ketika kepercayaan runtuh serentak. Ayat yang terngiang-ngiang di fikiran banyak orang bukanlah ancaman, melainkan pengingat: “Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad), melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.”
Di tengah peradaban yang kian kehilangan batas antara kekuasaan dan nafsu, antara hukum/undang-undang dan kepentingan, ayat itu terasa bukan sebagai slogan keagamaan, tetapi sebagai penanda arah. Bukan kerana umat Islam lebih suci, melainkan kerana dunia tanpa rahmat, cepat atau lambat, akan berubah menjadi tempat yang liar dan menakutkan bagi siapa pun.[HSZ]
📌 Catatan Editor: Artikel ini di adaptasi dan dengan izin di publish untuk website ini - dari gensaberilmu.com•Media Berteraskan Islam untuk Dakwah Sejarah Islamiyah dan Ke-Pālësṭīnean• "Learn History, Repeat Victory"•Editor: Helmy El-Syamza
Illustration Image, Doc: CAKRAWALA NEWS
Follow me at;⭐
facebook.com/helmyzainuddin
CAKRAWALA NEWS:
https://t.me/cakranews
www.tiktok.com/@romymantovani
twitter.com/romymantovani
TAGS: International, IslamicWorld, Featured, Islamic History, File Epstein, Jeffrey Epstein,










No comments
Post a Comment