Pidato PM Kanada dan Dunia Pasca Thufan Al Aqsha
CAKRAWALA NEWS l Kita tahu bahwa Thufan Al Aqsha adalah peristiwa besar. Tapi kita tak pernah menyangka bahwa efeknya akan menjadi sebesar ini.
Itulah yang kita simpulkan saat melihat apa yang terjadi hari-hari ini. Mungkin orang-orang melihatnya dimulai dari kes Venezuela dan Greenland. Tapi bagi siapapun yang mengikuti kisah ini dengan baik, ia akan sadar bahwa semua kengerian (terror) ulah Amerika Syarikat (AS) ini terekspos (exposed / terdedah) sejak Thufan Al Aqsha.
Ya. Sejak 2023, dunia tahu 3 hal penting.
Pertama, ternyata z10n1s adalah sebuah entiti jahat yang menghalalkan segala cara untuk menghancurkan Ghāzzā.
Kedua, masyarakat Eropah jadi tahu bahwa pemimpin mereka ternyata tak berkutik pada segala kejahatan penjajah.
Dan ketiga, dunia tahu bahwa hukum internasional ternyata selama ini hanyalah pura-pura. NGO-Global Sumud Flotilla membongkar semua itu.
Itulah mengapa kemarin menjadi momen yang menggelegar, ketika di forum WEF (World Economic Forum), pidato Perdana Menteri Kanada mengejutkan banyak orang.
Ia mengatakan bahwa hegemoni AS sudah selesai. Pak Anies Baswedan mantan Gabenor Jakarta saja sampai menulis, "Ia bicara blak-blakan, mengakui secara terbuka bahwa tatanan dunia yang katanya berbasis hukum dan keteraturan itu ternyata selama ini penuh kepura-puraan." Dhuar.
Kenapa AS makin melantur? (merapu / rambling)
Mengapa mereka jadi tak malu lagi dalam menggunakan kekuatan untuk menundukkan negara lain?
Jawabannya adalah: "Isr4elifikasi" yang kini dianut oleh regime pemimpin AS.
"Isr4elifikasi" —cara berfikir dan bertindak yang meniru pendekatan penjajah Baitul Maqdis— dalam kebijakan luar negeri AS telah menimbulkan kerugian besar bagi Amerika Syarikat.
Saat z10n1s meyakini bahwa kekuatan menentukan kebenaran: tidak ada hukum internasional, siapa pun boleh diserang, siapa pun boleh dinista.
Donald Trump telah mengadopsi cara pandang ini. Akibatnya, dunia kini mulai menjauh dari AS secara ekonomi.
Dunia ramai sekali hari ini.
Orang-orang Eropah yang tadinya diam saja pada ulah AS, kini ikut bersuara dan sadar bahwa yang negara raksasa itu lakukan telah melewati batas.
Jeffrey Sachs – pakar ekonomi dan akademik AS– mengatakan bahwa negara-negara Eropah tadinya diam saja dalam setiap bentuk penindasan terhadap Ghāzzā, Iran, dan Venezuela. Sekarang, negara-negara Eropah ini kemudian “terkejut” dengan apa yang terjadi saat AS ingin menyerang Denmark dan Greenland.
Banyak pemerhati (observer) yang mengatakan bahwa perubahan besar ini terjadi sejak AS gagal menaklukan Ghāzzā, tak bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan dari pejuang.
Di dunia Islam, AS dan sekutunya juga terpukul mundur: mulai dari Syria, Afghanistan, Yaman hingga Somalia.
Seorang analyst menggambarkan Thufan Al Aqsha, "It opened a portal towards a new world." Ghāzzā membuka sebuah gerbang ke dunia yang benar-benar berbeza.
Seorang pakar Timur Tengah, Ori Goldberg mengatakan,
"Ghāzzā telah mengubah tatanan dunia. Ini bukan kerana Donald Trump atau kerana orang bertindak gila. Dunia runtuh kerana sebuah bangsa dengan sadar dan teguh menghadapi 'hukuman' hingga dimusnahkan, dan proses pemusnahan itu didukung serta dibiarkan terus berlangsung secara sengaja."
Keteguhan Ghāzzā inilah, yang telah membuka topeng bohong itu. Sesuatu yang tak bisa lagi diputar balikkan.
Syaikh Yusuf As Sayyid mengatakan,
"Allah tidak akan mungkin membiarkan nyawa syuhada itu pergi sia-sia."
Puluhan ribu pejuang dan rakyat yang telah menyalakan Thufan Al-Aqsha itu telah berusaha semaksimal kemampuan mereka untuk mempertahankan Al-Aqsha.
"Maka, Allah lah yang akan menuntaskannya: (finish it / selesaikannya)
Pertama, mungkin dengan dibenturkannya orang zalim dengan orang zalim.
Atau kedua, dengan tangan-tangan hamba mukmin yang aka mengalahkan para penzalim itu." [HSZ]
📌 Catatan Editor: Artikel ini di adaptasi dan dengan izin di publish untuk website ini - dari gensaberilmu.com•Media Berteraskan Islam untuk Dakwah Sejarah Islamiyah dan Ke-Pālësṭīnean• "Learn History, Repeat Victory"• [HSZ]
Editor: Helmy El-Syamza
Illustration Image, Doc: CAKRAWALA NEWS
Follow me at;⭐
facebook.com/helmyzainuddin
CAKRAWALA NEWS:
https://t.me/cakranews
www.tiktok.com/@romymantovani
twitter.com/romymantovani
TAGS: International, IslamicWorld, Featured, Islamic History










No comments:
Post a Comment