PUISI: Sang Nenek


<img src="https://asiaspotlight.blogspot.com/.jpg" alt=" PUISI: Sang Nenek">

PUISI: Sang Nenek

Memandang nuansa pinggiran pasar,

Bertebaran tenda-tenda plastik 

Bagai sapuan brush,

Dipagi dini hari nan masih kelam

Aku menunggu cumbuan mentari pagi

Dan melihatmu melepas tangan pada tekukan lutut,

Hiruk-pikuk dari mulut penjual sayur, 

Menghias jalanan

Aku rindu, ingin,

Melihatmu dari seberang

Terbenam kisah,

Merenda sisa-sisa asa yang terbuang,


Menghitung jemari sebanyak pejalan kaki

wajahnya yang mendung di balik kain kerudung.

Garis senyumnya tak lagi mau beraturan,

Hitam legam jejak langkah kehidupan

Duduk meringkuk di ujung keranjang,

ditegakkannya sandaran angan-angan,

bertahan melewati berjuta keresahan

beban derita kian kelam menghujam,

Aduh....nenekku yang renta bersuara..

Tarikan nafasnya seolah keluar raga,

Adakah sejatinya rasa kemanusian

masihkah engkau meratapi kehidupan


Aduh....nenekku renta duduk terkulai,

rupanya merah tetaplah merah

gemetar kakinya berpijak serempak

semusim ini dia sandarkan angan

Aduh...nenekku kumpulan terbuang

Mencari sepiring makan di buaian jalan,

terhimpit laju roda kehidupan

Dan terhempas bagai debu jalanan,

Aku hanya membisu memandangmu

Merobohkan puncak kesombonganku,

melemparkan ke-aku-anku...!!

tempias tamparan matanya menembus jiwaku,

Aku rindu, ingin,

Melihatmu lagi dari seberang

Terbenam kisah

Merenda sisa-sisa asa itu
yang entah bila akan terbuang,


Nenekku, masih disana...

Bertahan di trotoar,

Semangat hidupmu menjawab kodrat alam,

engkau peluk erat selimut kegelisahan,

dan nyenyak mendengkur berbantal perih penderitaan.[hsz]

Inspired by Rasull Abidin
Editor, Helmy Network
Kredit Image; pinterest.com/pin


READ MORE
PUISI "Negeriku Sedang Dilahap Rayap"
PUISI "Pelangi Impian"

VIDEO; OMA BELANDA Menyindir Orang yang Melupakan Bahasa Ibundanya || #SHORT


No comments