PUISI | Portrait Rohingya, Terhanyut Jelajah Samudera Benua Impian


<img src="https://asiaspotlight.blogspot.com.jpg" alt="PUISI | Portrait Rohingya, Terhanyut Jelajah Samudera Benua Impian">

PUISI | Portrait Rohingya, Terhanyut Jelajah Samudera Benua Impian

Karya; Helmy Zainuddin


Dalam bulan yang penuh keberkahan ini
Akan kuceritakan kepada kalian
Sebuah cerita duka menyayat hati

Dari sebuah negeri nan indah
Elok mata memandang
Bagaikan mutiara yang terpendam

Hamparannya luas seumpama zamrud khatulistiwa
Tak kalah indah dengan bumi Malaysia
Dunia menggelar namanya Myanmar
Di Negeri itu ada suatu kaum yang terluka

Menangis... merintih... luka, nanar berdarah

Tertindas, terasing, terbuang terkubur tanpa nama
Terjajah pada sebuah kekuasaan
Demokrasi kebrutalan.

Dunia memanggilnya kaum Rohingya
Arakan tempat mereka berteduh
Dikala kerajaan Islam membawa rahmat dan kedamaian

Namun sejak tanah Nusa Bangsa direnggut penjajah durjana
Dikuasai oleh penguasa sadis bernama Ne Win
Ditebarnya pula operasi Raja Naga
Maka darah terus mengalir diantara jeritan.

Satu per satu nyawa dibabat habis

Bukan sedetik waktu....
Bertahun bahkan berabad lamanya...

Kanak-kanak, orang dewasa,
Orang tak berupaya hingga anak gadis dan wanita
Diperkosa tanpa tangisan lagi
Disembelih bagaikan haiwan buruan
Ditembak, ditawan bahkan dibakar

Entah apa dosa musababnya
Mungkin kah kerana Aqidah yang dicinta lagi dijunjung..!
Rohingya... kaum yang tertindas..

Dibantai oleh militer junta
Disiksa lagi tak berperasaan

Menjerit nestapa pada dunia
Berlari, terhanyut menjelajah benua samudra
Demi selamatnya sebuah nyawa dan aqidah.

Dimana seorang Aung San Suu Kyi
ketika ditanya soal Rohingya,
menjawab acuh - Saya tak tahu - katanya,
Seorang peraih Nobel Prize, pejuang demokrasi Burma
tak berani tertunduk lesu menyikapi demokrasi yang terluka

Wahai pemimpin dunia bukalah mata
Tidakkah kalian lihat tangisan darah kemanusiaan

Buka telinga, nurani dan hati
Jerit kemanusiaan menyayat jiwa..!

Ratusan ribu nyawa telah hilang
Kenapa kalian bungkam bagai pecundang

Dimana suara demokrasi.!
Dimana bendera jihad.!
Dimana...dimana kalian.!
Aku malu... pada sekawan singa yang saling menjaga
Berkorban memberi sepenuh hati

Aku malu... pada sekawan manusia di Negeri Syria sana
Di tengah derita masih sergap ikhlas berbagi,

Aku salut...pada sekawan manusia di Negeri Mesir sana
Ditengah perjuangan saling bergandingan tangan

Lalu..dimana kita...

Saat bangsa se-agama menadah uluran tangan
Biarlah kita bertanya..mengetuk nurani kita
Untuk Muslim Rohingya yang kita kasihani..
Juga Islam dan keadilan yang kita perjuangkan.

READ MORE
* PUISI "Negeriku Sedang Dilahap Rayap"
* PUISI, Portrait Rohingya Dibalik Tangisan, Tertindas Dan Terasing
* PUISI "Pelangi Impian"


Author. Helmy Zainuddin
Kuala Lumpur, Sat, 20 Feb,2021
Kredit Image,pinterest.com/pin

Artikel ini telah disiarkan oleh Website FortunaNetwork.Com
pada August 06, 2012 (17 Ramadhan 1433 H)

No comments