MYSTERY CINCIN BERLIAN BERDAR4H

<img src="fazryan87.blogspot.com.jpg" alt="MYSTERY CINCIN BERLIAN BERDAR4H">

MYSTERY CINCIN BERLIAN BERDAR4H 

PART-4

Sejak kemarin aku sudah hadir dirumah ini. Sengaja aku mempersiapkan diri lebih prima, untuk bisa meninggalkan tugasku di akhir minggu. Dengan mendelegasikan tugas ku sebagai ketua puskesmas, pada salah satu petugas medis di kantorku yaitu Pak Harno. Dia orang yang cukup bisa ku andalkan saat aku sering ditugaskan ke daerah-daerah lain. Sehingga aku lebih tenang bepergian.

Akan halnya saat ini, aku juga bisa tenang menitipkan rumah pada PakLik Karto dan Mak Yah, dua orang yang selama dua tahun ini menemaniku di Desa.

Persiapan lamaran keluarga Anto, membuatku lumayan berpeluh membantu Tante Lisa, juga Santi. Mereka ingin acara ini berlangsung dengan sederhana namun tetap menarik. Aku membantu Tante Lisa mencari catering, perangkai bunga, juga perias-mak andam. Berbekal info dari internet juga teman-teman, plus minus suatu biro jasa, akhirnya semua yang kami inginkan bisa kami dapatkan.

Om Hanung dan Tante Lisa menginginkan acara lamaran keluarga Anto hingga ke akad nikah dan pesta pernikahan ini, jadi moment tak terlupakan bagi putri semata wayang mereka.

Saat ini kulihat semua nampak tertata rapi, ruang garage yang luas dan taman di didepan dan dibelakang rumah di sulap menjadi tempat pesta yang indah. Dengan kursi-kursi di beri sarung warna gold berpita merah.

Catering Kembang Seruni sudah menyiapkan meja yang disusun dengan aneka makanan yang nampak lazat. Beberapa rangkaian bunga menghiasi sudut-sudut rumah, salah satu rangkaian bunga cantik dijadikan Point of interest dalam ruang keluarga. Tempat rencana berlangsungnya acara tukar cincin.

Dikamar rias ku dampingi Santi, dia tampil dengan kecantikan yang sempurna, hasil perpaduan kecantikan jiwa dan fisiknya. Aku kagum melihat Santi berubah menjadi perempuan muda yang sangat menarik. Riasan wajahnya cenderung natural, dengan sedikit sentuhan indah di bagian mata. Serta sanggul cepol kecil, juga hiasan ronce bunga melati di bagian samping rambut, menambah nilai plus-plus pada diri sahabatku ini.

Kebaya broken white berbahan brokat Perancis yang di desaign khusus oleh Santi, berpadu padan dengan jarik merah sogan potongan A line, membuat ku tak tahan untuk tidak memujinya.

“Cantik sekali kau pagi ini Santi, pastilah nanti Anto makin tergila-gila padamu.”...Santi menoleh kearahku kemudian tersenyum, “Terimakasih Niken, ku do’akan juga dirimu segera menemukan pendamping hidup, bahagia membina keluarga. Sebagaimana halnya kini aku semakin mantap untuk merencanakan hidup baru.”

Tiba-tiba Tante Lisa masuk kamar, langkahnya terhenti. Dia benar-benar kaget melihat putri kesayangannya menjelma menjadi perempuan dewasa yang mempesona. Mata perempuan setengah baya itu merebak merah, rasanya tinggal sebentar lagi mereka akan melepas kepergian Santi untuk menjadi Istri Anto. Perasaan haru makin dalam, namun sekuat tenaga ditahannya. Tante Lisa tersenyum dan berkata. “Anak Mama cantik sekali, tak terasa waktu berlalu. Kini siap untuk menjadi seorang mempelai.”

Dikecup nya sepintas pipi Santi, agar tak merusak rias wajahnya. Ibu dan anak ini saling berpelukan beberapa saat. Hingga akhirnya Tante Lisa membelai perlahan punggung gadis yang sangat dicintainya ini.

“Sudah siap untuk turun sayang? Sebentar lagi keluarga Anto datang.”

Santi menatap wajah Tante Lisa dengan sepenuh cinta. Aku melihat begitu banyak binar bahagia terpancar disana, dia juga menatapku kemudian tersenyum.

   READ MORE; MYSTERY CINCIN BERLIAN BERDAR4H


Tepat pukul 9.30 iring-iringan keluarga Anto datang dari Kota Purworejo. Keluarga besar yang terdiri Ibu Tiwi, Ibunda dari Anto, penampilan perempuan setengah baya ini sangat bersahaja. Beliau didampingi, Pakde Siswo, abang dari Ayah Anto, kaerana ayah Anto telah tiada. Tiga orang adik dari Anto serta sekitar 50 orang-orang kerabat hadir di kediaman keluarga Pak Hanung.


Keluarga Anto memang bukan keluarga yang berpunya. Almarhum Ayahnya hanya seorang guru SMP, sedangkan Ibunya membuka sebuah warung sembako kecil di depan rumah untuk membantu ekonomi keluarga. Kehidupan yang serba pas-pas an mendorong Anto dan keluarga untuk serba berhemat. Hal inilah yang memacu Anto untuk gigih berjuang dalam pendidikan, berusaha mencari bea-siswa agar dapat meraih cita-citanya.

Satu persatu tamu masuk ke dalam rumah, sambil membawa perlengkapan untuk seserahan-hantaran. Para tamu, besar, kecil, tua, muda, keluarga Anto berbaur dengan tamu dari keluarga Hanung, yang sudah menanti di kediaman keluarga besar Santi.

Diantara rombongan itu untuk pertama kalinya kulihat sosok Anto, kekasih sahabatku Santi. Lelaki berkulit kuning dengan perawakan sedang itu, memakai jas hitam (black suit) dengan kemeja putih. Rambutnya yang pendek tersisir rapi. Penampilannya terlihat tenang dan dewasa, dia memang ku nilai pantas menjadi pendamping Santi.

Acara lamaran jelang pernikahan ini adalah simbol kesanggupan seorang lelaki untuk mencukupi kehidupan perempuan yang akan dipinangnya. Barang-barang yang dibawa, memiliki makna dan do'a untuk kesejahteraan kedua calon mempelai di kehidupan mendatang.

Terlihat barang-barang yang diserahkan keluarga Anto, mulai dari benda-benda dari ujung rambut, hingga ujung kaki. Semua barang-barang ini dikemas dalam kotak-kotak berhias indah, antara lain: Alqur'an dan seperangkat alat Sholat, Set perhiasan, Setelan pakaian, Make-up dan skincare, alas kaki dalam ragam jenis, tas-beg tangan, makanan tradisional, daun sirih atau suruh ayu, buah-buahan dll.

Masing-masing kotak dibawa oleh seorang utusan yang memakai pakaian tradisionil Jawa. Bergerak perlahan diiringi gending tradisionil yang terdengar dari sebuah perangkat sound sistem.

Akhirnya semua rombongan tiba dan menempati posisi yang sudah ditentukan. Sebagian di dalam ruang keluarga, dan sebagian duduk-duduk di kursi yang tersedia di luar ruangan. Pakde Siswo, abang dari Alm. Ayah Anto bertindak sebagai wali yang meminta kesediaan Ayah Santi untuk dapat mengizinkan putrinya dipinang oleh Anto.

Acara berlangsung khidmat, hingga Ibu-Bapa Santi dalam hal ini Pak Hanung, menerima secara resmi lamaran dari Keluarga Anto untuk putri mereka. Dan merencanakan akad nikah serta pesta pernikahan 6 bulan dari sekarang, tepatnya di bulan August yang akan datang. Suasana berubah penuh kegembiraan, semua merasa lega dan bahagia. Acara tersebut dapat berjalan mulus, tanpa halangan apapun.

Selanjutnya acara yang ditunggu-tunggu secara simbolis sebagai puncak acara lamaran ini, yaitu penyematan cincin ke-jari manis kedua calon pengantin, sebagai tanda rasmi ikatan pertunangan.

Aku berdiri disisi Santi sambil membawa kotak cincin pertunangan. Om Hanung, Tante Lisa, Pakde Siswo, Ibu Tiwi masing-masing berdiri mendampingi putra-putrinya.

Kulihat Anto berdiri di depan Santi, dia melirik kearahku, kemudian tersenyum seolah mengucapkan terimakasih atas semua bantuanku selama ini.

Aku bergerak maju, membuka kotak cincin berlian. Kemudian Anto mengambil cincin berlian soliter itu, menyematkan cincin ke-jari manis Santi, yang langsung terpasang pas ke jari tangan lentiknya.

Bergantian Santi memasangkan cincin berlian itu ke jari manis Anto, sambil tersenyum. Kulihat binar cinta di kedua pasang mata Anto dan Santi, yang berpendar bak kunang-kunang dimalam hari. Kedua calon pengantin itu kemudian mempamerkan jari manis yang sudah terpasang cincin di tangan mereka. Sebagai langkah awal ikatan pertunangan. Sambil tersenyum bahagia pada segenap hadirin.

Mataku kembali melihat cincin yang terpasang indah di jari manis sahabatku Santi, kembali hatiku berdesir. Tidak ada rasa bahagiaku saat ini, aku merasa justru sangat sedih, entah apa sebabnya. Senyum yang terus mengembang dibibir Anto dan Santi tak mampu merubah suasana hatiku.

Aku merasakan sesuatu yang berbeda, six sense kemampuan Indra ke-6 yang selama ini kumiliki dan tersimpan rapi di bawah sadarku mulai bekerja...Ada sesuatu peristiwa yang akan terjadi.[hsz]To be Continued..

Courtesy and Adaptation Novel by Rini Indardini
Editor ; Romy Mantovani
Ilustrasi Image by 
media.tumblr.com

No comments