MYSTERY CINCIN BERLIAN BERDAR4H

<img src="fazryan87.blogspot.com.jpg" alt="MYSTERY CINCIN BERLIAN BERDAR4H">

MYSTERY CINCIN BERLIAN BERDAR4H 

PART-5

Mendung terus menggantung di kaki langit, banyak awan berkerumun. Angin bertambah kencang, satu persatu butiran air mulai turun perlahan. Sejak pagi, siang hingga malam. Cuaca yang membuat semua orang malas untuk keluar rumah. Sedari tadi angin berhembus ganas. Daun-daun yang tadinya masih bertengger di ujung ranting, akhirnya terlepas juga luruh satu persatu menutup permukaan bumi. 

Hari yang cukup dingin membuat Agus dan Sumi, pasangan suami istri penjaga rumah keluarga Hanum mencari cara lain mengusir rasa itu. Mereka asyik nonton acara penuh canda di salah satu Stasion TV swasta, sambil menarik selimut di dalam kamar.

Awing, tukang kebun keluarga ini yang berdalih sedang dapat tugas dari Bu' Lisa untuk merapihkan taman. Dia meminta izin untuk menginap agar pekerjaannya cepat selesai, biasanya Awing datang seminggu 3 x atau sesekali dipanggil bila ada keperluan khusus. Tapi tadi sore usai jam kerja, Awing sempat berpamitan keluar rumah keluarga Pak Hanung. Sekitar pukul 20.00 Awing kembali dan sempat ngobrol-ngobrol dengan Agus sebelum dia masuk kamar. 

Hujan terus turun ke bumi tak pernah menyerah, dengan intensitas cukup deras membuat udara makin dingin. Pukul 21.00 Agus dan Sumi sudah merenda mimpi indah. Diluar sambil berbaring di sofa yang dijadikan sebagai tempat tidurnya. Awing masih melihat acara TV yang berganti-ganti tapi tak satu acara pun diperhatikan nya. Tangannya asyik memainkan gawai-device, terus dan terus.

Makin malam wajahnya nampak makin tegang. Dia sempat terlelap sejenak, namun kemudian terjaga. Kembali Awing memainkan gawai nya. Tak terdengar dering suara telephone berbunyi, namun aktiviti gawai ini tiada henti. 

Semilir angin dingin datang di antara kegelapan malam, hujan gerimis masih turun. Waktu sudah menunjukkan pukul; 1.30 dini hari. Sebuah mobil berwarna gelap nampak berhenti di depan rumah besar itu. Suasana sekitar komplex perumahan nampak sepi, tak ada lalu lalang manusia, termasuk para petugas keamanan komplex yang biasanya berpatroli. Mereka mungkin memilih untuk menunggu di pos jaga, daripada kehujanan.

   READ MORE; MYSTERY CINCIN BERLIAN BERDAR4H


Awing membuka pintu gerbang rumah, gerakannya sangat berhati-hati. Empat orang memakai pakaian warna gelap, dengan topi dan penutup wajah segera turun. Pintu gerbang segera di tutup lagi agar tidak terjadi kecurigaan dari tetangga sebelah kiri rumah Pak Hanung. Sebelah kanan rumah ini merupakan tanah kavling (land plots) yang masih kosong, sedangkan didepan rumah digunakan sebagai publik area yang merupakan ruang terbuka hijau.

Awing segera memberi kode para tamu tak diundang ini untuk masuk melalui pintu kecil. Menuju kearah ruang duduk yang berhadapan dengan kamar Agus dan Sumi, yang tetap lelap dalam mimpi indahnya.

Keempat orang itu kemudian berbisik perlahan dan memastikan sekali lagi apakah benar penghuni rumah ini semua sedang liburan ke Singapura. Usai acara pertunangan Sinta dan Anto 3 hari yang lalu. Dengan menunjukkan kedua jempolnya Awing memberi tanda keatas.

Mereka mengambil posisi di kiri kanan pintu kamar. Ketika kemudian Awing mengetuk pintu kamar Agus dengan cukup keras. Agus terlonjak kaget dari tempat tidur, dia segera bangkit membuka pintu. Namun belum sepenuhnya mata Agus terbukau, sosok berpakaian ala ninja itu langsung memukulnya. Agus mencoba melawan, namun kekuatan nya tak sebanding dengan 5 orang termasuk Awing. 

Keributan ini memancing Sumi untuk bangun, dan segera berteriak kencang. Tapi mulut perempuan itu di bungkam dengan kain. Tak menunggu terlalu lama, Agus dan Sumi bisa dilumpuhkan. Mereka diikat dengan tali rami yang kuat, pada tangan dan kedua kakinya. 

Agus dan Sumi kemudian diseret masuk ke dalam kamar mandi umum, disebelah dapur kecil mereka. Kedua pasang suami istri ini terus meronta dan namun makin tak berdaya. Usai mengunci dan menggembok kamar mandi dari luar. Awing cs, kemudian bersuka cita dengan cara saling menyatukan tangan, dengan expresi wajah yang masih tertutup mereka nampak gembira. 

Awing menjadi petunjuk bagi rombongan per0mp4k ini, mereka berpencar terbagi dua, di bagian bawah dan naik menuju kamar Pak Hanum dan Sinta. Dua orang dibawah nampak mengeluarkan barang-barang berharga dari dalam rumah. Benda-benda elektronik, TV, jam antik besar, hiasan aneka bohemian kristal. Benda berharga terus mengalir masuk ke dalam mobil pick-up kijang Inova hitam itu. 

Seorang pemimpin kawanan per0mp4k yang dipanggil Pak Karman, membuka kamar Pak Hanung, dia mencari brankas-peti besi tempat penyimpanan wang, perhiasan maupun surat-surat berharga. Dan setelah dibongkar kesegala penjuru, akhirnya brankas tersebut ditemukan tersamar berupa meja komputer yang di bawahnya tertutup pintu kayu. 

Dengan menjebol secara paksa, pintu brankas terbuka. Ketiga orang itu terpana, mereka segera mengumpulkan berbagai jenis mata wang yang ada, dalam bentuk pecahan Rupiah, US$, Sin$, €, Ringgit. Emas batangan dan perhiasan milik Bu' Lisa, yang disimpan dalam kotak-kotak cantik, semua diambil dan dimasukkan dalam beg kain besar serupa ransel.

Diliputi kegembiraan yang luar biasa, para per0mp4k ini kemudian tertawa-tawa bahagia. Mereka kemudian berusaha masuk kedalam kamar yang menurut keterangan Awing adalah kamar Sinta. Pintu ternyata dalam kondisi terkunci. Dengan memainkan peralatan kunci-kunci, salah seorang per0mp4k bertubuh kecil bernama Ucup, dia berhasil masuk mendahului ke dalam kamar. 

Lampu temaram, para per0mp4k ini kemudian berusaha menyalakan beberapa. Agar tak terlihat menyolok dari luar sehingga mungkin menimbulkan kecurigaan petugas keamanan yang mungkin berpatroli. 

Kembali dengan cepat mereka beraksi, semua almari-almari dan brankas di obrak-abrik. Semua isi berankas milik Santi, yang ternyata berjumlah lebih banyak dalam jumlah, wang, emas batangan maupun perhiasan. Dapat dimaklumi perempuan muda ini adalah pemilik dari dari rumah mode “House of Santi”. 

Ketiga orang per0mp4k terus bekerja dibagian atas, sementara dua orang berjaga-jaga di dalam mobil. Usai mengumpulkan barang-barang di bagian bawah rumah. 

Tengah asyik membongkar almari pakaian besar, almari beg dan seisi kamar. Tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka. Santi yang sempat terlelap di dalam kamar mandi usai buang hajat kerana sakit perut yang hebat, mengejutkan ketiga per0mp4k tersebut. 

Perempuan ini sangat kaget, reflek berusaha masuk kembali ke dalam kamar mandi. Namun salah seorang dari mereka menghunus kelewang panjang, segera berlari menerjang.

Terdengar suara jeritan panjang di malam buta, jerit ketakutan yang keluar dari raga tak berdaya. 💐[hsz]To be Continued..

Courtesy and Adaptation Novel by Rini Indardini
Editor ; Romy Mantovani
Ilustrasi Image by 
media.tumblr.com

No comments