KISAH RASULULLAH SHALLALLAAHU 'ALAIHI WA SALLAM [150]
KISAH RASULULLAH SHALLALLAAHU 'ALAIHI WA SALLAM [150]
KISAH RASULULLAH ο·Ί Ψ΅Ω Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ Ω Ψ³ΩΩ
- Bagian-150
Ψ§ΩΨ³َّΩΨ§َΩ ُ ΨΉَΩَΩْΩُΩ ْ ΩَΨ±َΨْΩ َΨ©ُ Ψ§ΩΩΩِ ΩَΨ¨َΨ±َΩَΨ§ΨͺُΩُ
Ψ§َΩΩَّΩُΩ َّ Ψ΅َΩِّ ΨΉَΩَΩ Ω ُΨَΩ َّΨ―ٍ Ωَ ΨΉَΩَΩ Ψ’Ωِ Ω ُΨَΩ Ψ―
Hari Kedua Pembukaan Kota Makkah
FORTUNA MEDIA -- Pada keesokan hari Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ ο·Ί tampil kembali di depan masyarakat Quraisy di Makkah, setelah memuji dan bertahmid kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ bersabda:
"Wahai manusia sekalian, sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah mengharamkan bumi Makkah sejak langit dan bumi ini diciptakan, maka Makkah menjadi haram. Pengharaman Allah itu, sampai dengan tiba hari qiamat. Tidak halal orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, menumpahkan darah, atau menebang pohon”.
Kemudian apabila ada orang yang mempermasalahkan peperangan yang dilakukan oleh Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ , di Kota Makkah, maka jawab kepada mereka:
“Sebenarnya Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah mengizinkan kepada Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ saja dan tidak kepada yang lainnya, itu pun hanya untuk saat tertentu saja, Nah, kini pengharaman berlaku kembali seperti pada hari kemarin, oleh kerana itu kepada semua yang hadir di antara kamu berkewajiban menyampaikan perihal ini kepada yang tidak hadir".
Dalam riwayat lain disebutkan: “Tidak mematahkan durinya, tidak membuang buruannya, tidak mengambil barang yang tercecer kecuali orang yang mengenalinya, dan tanah lapangnya tidak bisa untuk buang air (air kecil atau air besar).”
Abbas menyela:
"Wahai Rasulullah kecuali batang Izkhir, kerana itu untuk hamba-hamba dan rumah mereka".
Jawab Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ : "Ya kecuali batang Izkhir".
Peristiwa sebelumnya, Khuza'ah telah membvnuh seorang lelaki dari Bani Laith untuk membalas dendam atas pembvnuhan seorang anggota qabilah mereka. Sehubungan dengan perkara ini maka,
Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ bersabda:
"Wahai kalian Khuza'ah, hindarkan tanganmu dari pembvnuhan, sebenarnya pembvnuhan terlalu banyak, walaupun itu bisa memberi manfaat"
"Sebelumnya kamu telah membvnuh mangsa kamu dan kini biarlah aku yang membayar ganti rugi (pampasan)nya, akan tetapi siapa pun yang membvnuh setelah pemberitahuanku ini, maka keluarganya harus memilih di antara dua pilihan, bila mereka mahu d4rah maka d4rah pembvnuhan, atau bila mereka mahu tebusan ganti rugi maka pampasanlah yang harus dibayar".
Dalam riwayat lain;
Maka berdirilah seorang berketurunan Yaman yang dikenali sebagai Abu Syah menyeru:
"Wahai Rasulullah! Tuliskanlah itu untukku", maka kata Rasulullah: "Ayo tuliskanlah untuk Abu Syah".
Kecurigaan Kaum Anshor
Setelah selesai semua urusan mengenai pembukaan Kota Makkah yang merupakan tanah air dan tanah tumpah darah Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ , maka beberapa orang Anshor mencurigai sesuatu, dan mereka berbisik-bisik di antara mereka:
"Apakah engkau berpendapat, bahwa setelah membantu Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ hingga kembali di tanah airnya ini, akankah Rasulullah kemudian menetap di sini?".
Pada saat itu Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ sedang menadah tangannya, berdoa di atas bukit Safa', setelah selesai dari doanya itu kemudian Rasulullah bertanya: "Apa yang kamu bicarakan tadi?".
Jawab mereka: "Tidak ada apa-apa, wahai Rasulullah".
Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ kemudian mendesak, mengenai apa yang mereka bisikkan itu, sampai kemudian mereka bercerita yang sebenarnya, maka Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ menegaskan:
"Aku berlindung kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala sebenarnya penghidupanku adalah di penghidupanmu dan kematianku adalah di persada kematianmu".
Bai'at
Setelah selesai pembukaan Kota Makkah, berkat pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta'ala, maka tampaklah kebenaran Islam di mata penduduk Kota Makkah dan mereka sudah memastikan, bahwa tidak ada jalan lain menuju kejayaan kecuali dengan Islam, kerananya mereka semua tunduk dan patuh kepada ajaran-ajaran Islam, mereka semua berkumpul untuk membuat pengakuan taat dan setia dalam bai'at.
Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ duduk di Bukit Safa dengan semua yang hadir sedang Sayidina Umar Ibnu Khattab Radhiallahu 'Anhu di samping agak ke bawah dari Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ memperhatikan siapa pun yang hadir di situ, semua yang datang membuat bai'at dengan Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ .
Di dalam kitab "Madarik Tafizil" disebutkan: Diriwayatkan bahwa setelah Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ ο·Ί selesai menerima bai'at kaum lelaki, Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ meneruskan baiat untuk kaum wanita.
Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ ο·Ί duduk di bukit Safa' sedang Umar bin Khattab Radhiallahu Anhu duduk di samping Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ membai'at mereka dengan perintah Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ , juga menyampaikan kepada mereka segala sesuatu dari Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ .
Hindun binti Utbah, isteri Abu Sufyan pun datang ke hadapan Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ dengan cara menyamar diri, kerana takut Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ akan mengenali dia, kerana Hindun binti Utbah masih ingat tindakan kejamnya terhadap Sayidina Hamzah Radhiallahu 'Anhu.
Maka Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ berkata: "Aku membai'atmu untuk tidak mensyirikkan Allah dengan sesuatu pun".
Tugas ini dilakukan oleh Umar Ibnu Khattab Radhiallahu 'Anhu, dan kata Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ : "Dan jangan kamu mencuri".
Maka jawab Hindun binti Utbah: "Sebenarnya Abu Sufyan seorang yang bakhil, bila aku ambil sedikit hartanya dia tidak suka".
Menyahut Abu Sufyan: "Apa yang engkau ambil itu halal".
Lalu Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ pun tersenyum kerana Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ telah mengenali dia katanya: "Engkau Hindun?".
"Ya wahai Rasulullah". Katanya lagi: "Maafkanlah aku wahai Nabi Allah", maka Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ pun memaafkan dia. Kata Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ : "Dan tidak berzina".
Kata Hindun binti Utbah: "Apakah seorang wanita yang merdeka wajar berzina?".
Jawab Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ : "Dan tidak sekali-kali membvnuh anak-anak mereka".
Kata Hindun binti Utbah pula: "Kami yang memeliharakan mereka sejak kecil lagi, dan Engkaulah yang membvnuh mereka setelah dewasa, dan merekalah yang lebih mengetahui hal ini".
Kerana anaknya, Hanzalah bin Abi Sufyan telah terbvnuh dalam peperangan Badar, Sayidina Umar bin Khattab Radhiallahu 'Anhu ketawa hingga dia terduduk, sedang Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ
tersenyum saja.
Kata Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ lagi: "Dan tidak juga melakukan perkara-perkara maksiat".
Jawab Hindun binti Utbah: "Demi Allah kerja maksiat itu suatu yang bodoh dan jelek, sebetulnya apa yang Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ sampaikan itu adalah perintah yang wajar untuk menjadikan akhlak-akhlak mulia".
Selanjutnya kata Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ : "Dan sekali-kali tidak membantah untuk kerja-kerja makruf (kebaikan)".
Kata Hindun binti Utbah: "Demi Allah kami menghadiri majelis dan di dalam hati kami tidak ada sedikit pun rasa durhaka".
Ketika dia (Hindun binti Utbah) pulang ke rumahnya kemudian dia memecahkan berhala-halanya sambil berkata: "Kami tertipu oleh engkau". [HSZ]
Shallu 'alan Nabi...
πBersambung ... Semoga Kita Mendapat Barokah Allah 'Azza Wa Jalla.
Ψ’Ω
ΩΩَ ΩΨ§ Ψ±َΨ¨َّ Ψ§ΩْΨΉΩَΩ
ِΩْΩَ ..Ψ¨َΨ§Ψ±َΩَ Ψ§ΩΩΩُ ΩِΩْΩ
Untuk Anda yang belum baca siri ini yang sebelumnya,
Anda boleh baca disini ; The Story of The Prophet Muhammad SAW
Editor ; Helmy Network
Ilustrasi Image, Doc ; target="_blank">Helmy Network
![KISAH RASULULLAH SHALLALLAAHU 'ALAIHI WA SALLAM [150] <img src=https://fazryan87.blogspot.com".jpg" alt="KISAH RASULULLAH SHALLALLAAHU 'ALAIHI WA SALLAM [150]">](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2NJ4Y0J_izYJ7MyMBetmCG1EFMPIwXCYscfx0GtCEPTDP2xTGdU2ffZikYkQCLKO_e9wnSCVR-ckxwoXgWDG7BxgzF-W5naV7i1HKyq3Go5qu-55C8CKFR6grWOWDTL5CHCP6k0qMWciehX_KeyxMIZSxAWARUPCtDQBYkUiSJUr_hYOOP1pCq8paC7fN/w320-h400/f1e5f362-38c4-4686-b03a-63291a28dc90.jpg)
No comments
Post a Comment