KISAH RASULULLAH SHALLALLAAHU 'ALAIHI WA SALLAM [142]
![KISAH RASULULLAH SHALLALLAAHU 'ALAIHI WA SALLAM [142] <img src=https://fazryan87.blogspot.com".jpg" alt="KISAH RASULULLAH SHALLALLAAHU 'ALAIHI WA SALLAM [142]">](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_j4U2Yryia2cPGXZjZXaov4f-jKglIx4MfgE8usEzvc9x4DL8nYl-vLGJjPr5xGwvZiBwolDbKY33ZgBEsszQ-rS2IpK9It2x3HohMsR_oPMeSXWdw99uLiR3tfV33-pMgTOU8dS3qovjjqNE_qzZy0720ke5Aafy5U1GlfrjMs8zd2NZqvtCS2PZbSKd/w300-h400/134b88ecea3599dee7bd541d9c6f9e10.jpg)
Illustrasi Image by pinterest.com/
![KISAH RASULULLAH SHALLALLAAHU 'ALAIHI WA SALLAM [142] <img src=https://fazryan87.blogspot.com".jpg" alt="KISAH RASULULLAH SHALLALLAAHU 'ALAIHI WA SALLAM [142]">](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_j4U2Yryia2cPGXZjZXaov4f-jKglIx4MfgE8usEzvc9x4DL8nYl-vLGJjPr5xGwvZiBwolDbKY33ZgBEsszQ-rS2IpK9It2x3HohMsR_oPMeSXWdw99uLiR3tfV33-pMgTOU8dS3qovjjqNE_qzZy0720ke5Aafy5U1GlfrjMs8zd2NZqvtCS2PZbSKd/w300-h400/134b88ecea3599dee7bd541d9c6f9e10.jpg)
KISAH RASULULLAH SHALLALLAAHU 'ALAIHI WA SALLAM [142]
KISAH RASULULLAH ο·Ί Ψ΅Ω Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ Ω Ψ³ΩΩ
- Bagian-142
Ψ§ΩΨ³َّΩΨ§َΩ ُ ΨΉَΩَΩْΩُΩ ْ ΩَΨ±َΨْΩ َΨ©ُ Ψ§ΩΩΩِ ΩَΨ¨َΨ±َΩَΨ§ΨͺُΩُ
Ψ§َΩΩَّΩُΩ
َّ Ψ΅َΩِّ ΨΉَΩَΩ Ω
ُΨَΩ
َّΨ―ٍ Ωَ ΨΉَΩَΩ Ψ’Ωِ Ω
ُΨَΩ
Ψ―
- Orang-orang Anshar- Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ mendengar para Sahabat Anshar berbisik-bisik tentang kebijakannya. Bukankah Ansharlah yang bertempur gigih sehingga mereka membalikkan keadaan menjadi kemenangan pada perang Hunain? Kemudian, mengapa orang lain yang justru melarikan diri dalam pertempuran yang menikmati hasilnya?
- "Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ
telah bertemu dengan masyarakatnya sendiri," demikian kata mereka.
- Maka Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ Alaihi Wasallam datang ke tempat Anshor berkumpul dan bertanya, "Saudara-saudara Anshor aku mendengar bahwa ada perasaan kalian yang mengganjal terhadap aku. Bukankah dulu aku datang, sementara kalian dalam keadaan sesat, atau Allah memberi petunjuk kepada kalian? Bukankah kalian dulu miskin, lalu Allah membuat kalian kaya, lalu juga menyatukan hati kalian?"
- Orang Anshar menjawab, "Memang Allah dan Rasulullah juga yang lebih bermurah hati."
Zainab Wafat
FORTUNA MEDIA -- Kata-kata itu diucapkan Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ dengan penuh harap, penuh cinta, dan penuh sayang kepada mereka yang pernah memberi janji setia kepada baginda. Rasa haru menyesak di dalam dada semuanya sehingga seluruh orang Anshar menangis sambil berkata,
"Kami rela dengan Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ sebagai bagian kami."
Setelah itu Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ
kembali ke Makkah untuk berumrah. Selesai umrah Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ
menunjuk 'Attab bin Asid dan Muadz bin Jabal untuk mengajar orang-orang untuk memperdalam Al-Qur'an dan menjalankan ajaran agama.
Kemudian Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ pun kembali ke Madinah. Kini di seluruh Jazirah Arab tidak ada lagi yang berani mengganggu atau mencela Islam. Gembira sekali kaum Anshar dan Muhajirin. Semua merasa bahwa Allah telah membuka jalan kepada Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ dengan membebaskan tanah suci.
Mereka gembira kerana penduduk Makkah telah mendapatkan hidayah dengan memeluk Islam termasuk beragam kabilah Arab yang telah tunduk dan taat kepada agama Islam ini.
Apalagi kemudian berbagai utusan kabilah-kabilah Arab yang lain berdatangan dan menyatakan memeluk Islam di hadapan Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ
Namun segala ketentraman di dunia ini pasti ada kurangnya. Saat itulah, Zainab puteri Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ ο·Ί wafat. Sejak jatuh dari unta dan mengalami keguguran kandungan, Zaenab memang tidak pernah sembuh. Kini keturunan Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ yang masih hidup tinggal Fatimah az-Zahra, kerana Ummu Kultsum dan Rukayah juga telah lebih dulu meninggalkan dunia.
Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ teringat betapa lembutnya Zainab puteri Rasulullah dan betapa indah kesetiaannya kepada Suaminya Abul Ash bin Ar-Rabi'. Hati Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ ο·Ί sedih sekali. Namun dalam keadaan sedih pun Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ tidak pernah lupa dengan kebiasaan baginda selalu pergi ke pelosok-pelosok sampai ke ujung kota. Baginda tengok orang yang sakit dan beliau hibur orang yang menderita.
Umamah Puteri Zaenab Radhiallaha 'Anha.
Diriwayatkan oleh Abu Daud dari Abu Qotadah, ketika kami sedang menunggu Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ pada waktu Zuhur dan Ashar, keluarlah Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ bersama Umamah di atas bahunya. Kemudian kami sholat di belakangnya jika Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ ο·Ί sujud Umamah dilepaskan dan jika bangkit dari sujudnya Umamah dipangku, sedang waktu kepalanya diangkat dari sujud, Umamah diambil lagi.
Kelahiran Ibrahim
Allah Ta'alapun menurunkan rahmat dan kasih sayang untuk menghibur hati Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ yang sedang berduka. Kemudian lahirlah putera Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ dari rahim Mariah seorang budak (hamba) Mesir yang dihadiahkan Mauqauqis kepada Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ . Saat itu Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ sudah lewat 60 tahun. Alangkah bahagianya hati baginda, putera lelaki itu baginda beri nama Ibrahim.
Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ memberi sedekah wang untuk setiap helai rambut Ibrahim kepada para fakir miskin. Seorang wanita bernama Ummu Saif diangkat menjadi Ibu susu Ibrahim. Kemudian Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ menyediakan pula 7 ekor kambing yang setiap hari diperah susunya untuk keperluan Ibrahim.
Hampir setiap hari Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ mengunjungi Ibrahim. Baginda sangat senang melihat Ibrahim tumbuh sehat. Senyum bayi itu seperti cahaya pelita yang menghangatkan hati Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ . Suatu hari dengan penuh perasaan gembira Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ menggendong Ibrahim dan memanggil Aisyah.
Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ bertanya "Bukankah besar sekali persamaan Ibrahim dengan diriku?" Namun Aisyah tidak mengiyakannya, demikian pula dengan Istri-Istri Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ yang lain. Aisyah dan Istri-Istri Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ sangat sedih kerana tidak bisa memberi baginda seorang keturunan. Padahal mereka sangat menyayangi baginda. Kerana itu, begitu melihat kegembiraan Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ menggendong Ibrahim, mereka menunjukkan wajah kurang suka.
Apa yang terjadi pada Istri-Istri Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ sangatlah wajar kerana pada zaman itu belum pernah kaum wanita diperlakukan sedemikian baik. Begitu sayangnya mereka kepada Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ sampai-sampai mereka menganggap baginda lebih menyayangi Istri yang satu dibandingkan yang lain. Pertentangan Ini akhirnya meresahkan hati Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ . Baginda memisahkan diri dari para Istrinya.
Kerana sudah lebih dari sebulan Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ hidup menyendiri, kaum Muslimin menjadi gelisah. Mereka takut kalau ternyata Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ menceraikan Istri-Istrinya. Umar Bin Khattab Radhiallahu 'Anhu datang menengok Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ di tempat pengasingannya. Umar Bin Khattab Radhiallahu 'Anhu menangis melihat punggung Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ yang berbekas tikar kasar. Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ menghibur Sahabatnya itu dengan mengatakan bahwa kehidupan akhirat jauh lebih berharga daripada harta seluruh bumi beserta isinya.
Setelah itu giliran Umar Bin Khattab Radhiallahu 'Anhu yang menghibur baginda. Umar Bin Khattab Radhiallahu 'Anhu terus bicara dengan Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ sampai baginda merasa terhibur dan tertawa. Kemudian, Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ menjelaskan kepada kaum Muslimin bahwa baginda tidak menceraikan Istri-Istri baginda.
Kemudian turunlah firman Allah Ta'ala yang menegur Istri-Istri Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ . Kalau saja Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ sampai menceraikan mereka, kerana mereka sudah begitu menyusahkan, niscaya Allah akan menggantikan mereka dengan wanita-wanita lain yang lebih baik. Akhirnya para Ibu kaum Muslimin itu pun sadar dan hidup rukun seperti sedia kala.
Tidak ada lelaki yang memperlakukan Istri-Istrinya sebaik Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ . Baginda senang bergurau dan senang melihat mereka bergurau.
Dari Hadis riwayat Bukhari, dari Aisyah Radhiallaha 'Anha berkata, "Saya pernah melumurkan adonan tepung ke wajah Saudah dan ia pun membalas melumurkan adonan tepung di wajah saya sehingga membuat Rasulullah Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ ο·Ί tertawa." [HSZ]
Shallu 'alan Nabi...
πBersambung ... Semoga Kita Mendapat Barokah Allah 'Azza Wa Jalla.
Ψ’Ω
ΩΩَ ΩΨ§ Ψ±َΨ¨َّ Ψ§ΩْΨΉΩَΩ
ِΩْΩَ ..Ψ¨َΨ§Ψ±َΩَ Ψ§ΩΩΩُ ΩِΩْΩ
Untuk Anda yang belum baca siri ini yang sebelumnya,
Anda boleh baca disini ; The Story of The Prophet Muhammad SAW
Editor ; Helmy Network
Ilustrasi Image, Doc ; Helmy Network
No comments
Post a Comment