KISAH RASULULLAH SHALLALLAAHU 'ALAIHI WA SALLAM [6]

<img src=https://fazryan87.blogspot.com".jpg" alt="KISAH RASULULLAH SHALLALLAAHU 'ALAIHI WA SALLAM [6]">
Illustrasi Image by Sana'a State of Yemen //pinterest.com

KISAH RASULULLAH SHALLALLAAHU 'ALAIHI WA SALLAM [6]

  • KISAH RASULULLAH ﷺ صل الله عليه و سلم
  • Bagian-6

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ  وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّد

"Allahumma Shalli 'Ala Muhammad"

"Kerinduan yang amat sangat padamu Ya, Rasulullah"

"Rindu kami padamu Ya, Rasulullah. Rindu tiada terperi. Berabad jarak darimu Ya, Rasulullah. Serasa dikau disini. Cinta Ikhlasmu pada manusia bagai cahaya syurga. Dapatkah kami membalas Cintamu secara bersajak dan bershalawat padamu".

[Cuplikan Sajak Bimbo muzik band "70an]

 TEBUSAN SERATUS UNTA

 FORTUNA MEDIA -- Dengan mem"baja"kan hati, Abdul Muthalib  menuntun Abdullah menuju sebuah tempat di dekat sumur Zamzam yang terletak di antara dua berhala Isaf dan Na'ila. Di tempat itulah biasanya orang orang Makkah melakukan pengorbanan haiwan untuk dewa-dewa mereka. Namun, masyarakat semakin keras menghalangi Abdul Muthalib melakukan niatnya. Akhirnya, kekerasan hatinya pun luluh.

"Baiklah, tetapi apa yang harus kulakukan agar berhala tetap berkenan kepadaku?"

"Kalau penebusannya dapat dilakukan dengan harta kita, kita tebuslah,"  kata Mughirah bin Abdullah dari suku Makhzum.

Setelah diadakan perundingan, mereka sepakat menemui seorang dukun di Yatsrib. 

"Berapa tebusan kalian?" tanya dukun wanita itu.

"Sepuluh ekor unta."

"Kembalilah ke negeri kalian. Sediakan tebusan 10 ekor unta. Kemudian undi antara unta dan anak itu. Jika yang keluar nama anakmu, tambahlah jumlah untanya, kemudian undi lagi sampai nama unta yang keluar."

Mereka pulang dengan lega dan segera mengundi dengan anak panah. Ternyata yang keluar adalah nama Abdullah. Mereka menambahkan tebusan unta dan mengundi lagi. Ternyata, lagi lagi nama Abdullah yang keluar. Demikianlah, Abdul Muthalib menambah dan menambah terus jumlah unta. Ketika jumlah unta sudah mencapai 100 ekor, barulah nama unta yang keluar.

"Dewa sudah berkenan," seru orang orang.

"Tidak," bantah Abdul Muthalib. "Harus dilakukan sampai 3 kali."

Akhirnya, setelah 3 kali dikocok, yang keluar adalah nama unta. 100 ekor unta itu pun disembelih dan dibiarkan begitu saja tanpa disentuh manusia dan haiwan kerana mereka beranggapan bahwa unta itu untuk dewa.

Keturunan Dua Orang yang Disembelih

Diriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, bahwa beliau bersabda, 

"Aku adalah anak dua orang yang disembelih." 

Yang dimaksud oleh baginda Rasul adalah Nabi Ismail 'AlaihisSalam Nenek -moyangnya, dan Abdullah, Ayahnya.

Si Penguasa Yaman

Saat Abdul Muthalib memimpin Kota Makkah, ada sebuah peristiwa dahsyat. Kejadian ini bermula dari Negeri Yaman, sebuah negeri yang terletak jauh di sebelah selatan Makkah. Saat itu,Negeri Yaman diperintah oleh seorang penguasa bernama Abrahah Al Asyram.

"Aku tidak habis fikir, mengapa setiap tahun seluruh bangsa Arab datang ke tanah Makkah?" seru Abrahah kepada para menterinya.

"Tuan Paduka tahu, di sana ada sebuah bangunan bernama Ka'bah. Bangunan tua itu begitu disucikan oleh penduduk Jazirah Arab sehingga mereka tidak dapat berpaling darinya. Ke sanalah mereka pergi beribadah menyembah para dewa sepanjang tahun," jawab salah seorang menteri.

"Apa istimewanya bangunan tua yang terbuat dari batu kasar itu? Aku ingin negeri kita, Yaman, mempunyai sebuah rumah suci yang akan membuat bangunan tua di Makkah itu menjadi tidak berarti lagi dan dilupakan orang!"

"Namun, apa mungkin kita bisa membuat rumah suci baru yang bisa menandingi Ka'bah?"

"Mengapa tidak? Buat sebuah gereja yang sangat indah! Hiasi dengan perlengkapan paling mewah yang kita miliki! Gerbang emas, jendela perak, lantai pualam yang berkilau! 

Semuanya! Kerahkan seluruh ahli bangunan! Aku ingin gereja itu selesai dalam waktu singkat!"

Tidak lama kemudian, berdirilah sebuah gereja seindah yang diinginkan Abrahah. Sang Penguasa Negeri Yaman itu mengunjunginya dengan rasa puas.

"Lihat, tidak lama lagi, seluruh orang Arab akan datang ke sini!"  kata Abrahah kepada bawahannya, 

"Bahkan orang - orang Makkah akan melupakan rumah tua mereka begitu melihat bangunan seindah ini!"

 Bendungan Ma'rib (Ma'rib Dam)

Penduduk asli Negeri Yaman adalah kaum Saba. Sebelum datangnya Islam, Negeri Yaman telah terkenal dengan kemajuan teknologi bangunannya. Salah satu bangunan yang amat terkenal adalah Bendungan Raksasa Ma'rib. Ketika bangunan ini jebol-pecah, banjir besar melanda daerah sekitarnya sehingga para penduduk terpaksa pindah ke negeri lain.  [HSZ]

Shallu 'alan Nabi...

💐Bersambung ... Semoga Kita Mendapat Barokah Allah 'Azza Wa Jalla.

آمينَ يا رَبَّ الْعلَمِيْنَ ..بَارَكَ اللهُ فِيْك

Untuk Anda yang belum baca siri ini yang sebelumnya,

Anda boleh baca disini ; The Story of The Prophet Muhammad SAW

Editor ; Helmy Network
Ilustrasi Image, Doc, Helmy Network

   VIDEO


No comments