KISAH RASULULLAH SHALLALLAAHU 'ALAIHI WA SALLAM [99]

<img src=https://fazryan87.blogspot.com".jpg" alt="KISAH RASULULLAH SHALLALLAAHU 'ALAIHI WA SALLAM [99]">

KISAH RASULULLAH SHALLALLAAHU 'ALAIHI WA SALLAM [99]

  • KISAH RASULULLAH ﷺ صل الله عليه و سلم
  • Bagian-99

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ  وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّد

"Allahumma Shalli 'Ala Muhammad"

Dukacita untuk Sayidina Hamzah bin Abdul Muththalib Radhiallahu 'Anhu

FORTUNA MEDIA - Tidak cukup menganiaya mayat Sayidina Hamzah. Hindun binti Utbah bersama wanita-wanita lain menganiaya mayat kaum Muslimin. Melihat semua itu Abu Sufyan menghampiri seorang Muslimin dan berkata,

"Mayat-mayatmu telah mengalami penganiayaan. Akan tetapi aku sungguh tidak senang juga tidak benci. Aku tidak melarang, juga tidak memerintahkan."

Selesai menguburkan mayat-mayat temannya sendiri kaum Quraisy pun pergi. Sekarang, kaum Muslimin kembali ke garis depan untuk menshalatkan dan menguburkan mayat-mayat para syuhada. Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam berkeliling medan tempur mencari jasad pamannya, Sayidina Hamzah. Ketika dilihatnya jasad Sayidina Hamzah sudah dianiaya dengan perut yang sudah terurai, beliau merasa sedih, sedih sekali sampai beliau berkata,

"Takkan pernah ada orang mengalami malapetaka seperti ini."

"Belum pernah Aku menyaksikan suatu peristiwa yang begitu menimbulkan amarahku seperti kejadian ini."

Selanjutnya beliau bersabda,

"Demi Allah kalau pada suatu ketika Allah memberikan kemenangan kepada kami melawan mereka, akan ku aniaya mereka dengan cara yang belum pernah dilakukan oleh orang Arab."

Nah, saat itulah turun firman Allah Al-Qur'an, Surah An-Nahl 16 ayat 126-127 yang artinya:

وَاِنْ عَاقَبْتُمْ فَعَاقِبُوْا بِمِثْلِ مَا عُوْقِبْتُمْ بِهٖۗ وَلَىِٕنْ صَبَرْتُمْ لَهُوَ خَيْرٌ لِّلصّٰبِرِيْنَ 

" Dan jika kamu membalas, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar ".

Surah An-Nahl (16:126)

وَاصْبِرْ وَمَا صَبْرُكَ اِلَّا بِاللّٰهِ وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَلَا تَكُ فِيْ ضَيْقٍ مِّمَّا يَمْكُرُوْنَ 

" Dan bersabarlah (hai Muhammad) dan kesabaranmu itu semata-mata dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan jangan (pula) kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan ".

Surah An-Nahl (16:127)

Setelah Firman itu turun Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam memaafkan pihak musuh. Ditabahkannya hatinya dan beliau melarang orang melakukan penganiayaan.

Di jalan, Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam mendengar para wanita Bani Asyhal menangisi para syuhadanya.

"Tidak ada wanita yang menangisi Hamzah," ujar Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam

Mendengar ini Saad bin Muadz menyuruh para wanita Bani Asyhal menangis untuk Sayidina Hamzah.

Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam bergegas menemui mereka dan bersabda,

"Bukan ini yang saya maksudkan. Pulanglah, Semoga Allah memberikan rahmat dan tidak boleh menangis lagi setelah hari ini."

Abdullah bin Ubay

Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam pulang ke Madinah dengan beban fikiran yang cukup berat. Fatimah Az-Zahra putri beliau membasuh luka-luka Ayahnya dengan air.

Ternyata, para tawanan perang Badar yang dulu dikasihani dan dibebaskan kembali memerangi kaum Muslimin.

Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam teringat lagi kata-kata Sayidina Umar Bin Khattab dulu,

"Ya Rasulullah, bunuh orang-orang ini agar tidak seorang pun berpidato mengobarkan api kebencian terhadap dirimu."

Orang Muslimin pantang berbuat kesalahan untuk kedua kalinya. Kerana itu, beliau memerintahkan untuk membunuh seorang tawanan yang tertangkap. Orang itu adalah tawanan perang Badar yang sudah dibebaskan.

Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam juga memikirkan belas kasihan yang diberikan kaum Muslimin kepada pihak musuh. Semua kaum Muslimin menahan pedang ketika mereka menemui Hindun di medan perang. Padahal jika dia dibunuh tidak akan terjadi Sayidina Hamzah disiksa sedemikian rupa.

Pembunuh Sayidina Hamzah yang berkulit hitam itu sebenarnya juga tidak tahu wajah Sayidina Hamzah. Hindunlah yang menunjukkannya.

Pasukan Quraisy yang telah lari lintang-pukang juga tidak akan kembali lagi untuk menyerang. Apabila tidak dikejar oleh Hindun dan diberitahukan bahwa kaum Muslimin tengah diserang Khalid bin Walid dari belakang.

Kemudian Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam pergi ke Masjid. Di sana, beliau melihat ada tangis penyesalan pasukan panah yang telah jelas-jelas melanggar perintah Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam.

Hati beliau amat lembut kerana itu beliau memaafkan mereka semua.

Sebelum itu di sana beliau melihat Abdullah bin Ubay tengah berpidato agar orang-orang mencintai Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam.

Inilah gembong-tokoh kaum munafik yang telah membujuk 300 Orang prajurit kembali ke Kota Madinah. Beberapa Sahabat yang ikut ke medan perang Uhud melompat ke arah Abdullah bin Ubay, lalu menarik bajunya sampai terhuyung-huyung.

"Mengapa kalian menyerangku pada saat aku menganjurkan kepada orang-orang agar patuh dan cinta kepada Muhammad?"  demikian Abdullah bin Ubay menjerit.

Umar Bin Khattab meminta izin untuk membunuh si pengkhianat itu, namun sekali lagi Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam melarang nya.  [HSZ]

Shallu 'alan Nabi...

💐Bersambung ... Semoga Kita Mendapat Barokah Allah 'Azza Wa Jalla.

آمينَ يا رَبَّ الْعلَمِيْنَ ..بَارَكَ اللهُ فِيْك

Untuk Anda yang belum baca siri ini yang sebelumnya,

Anda boleh baca disini ; The Story of The Prophet Muhammad SAW

Editor ; Helmy Network
Ilustrasi Image, Doc, Helmy Network

#kisahrasulullah, #nabimuhammadSAW, #risalahkenabian, #sirahrasulullah,


No comments