KISAH RASULULLAH SHALLALLAAHU 'ALAIHI WA SALLAM [74]

<img src=https://fazryan87.blogspot.com".jpg" alt="KISAH RASULULLAH SHALLALLAAHU 'ALAIHI WA SALLAM [74]">
Ilustrasi Image by Helmy Network


KISAH RASULULLAH SHALLALLAAHU 'ALAIHI WA SALLAM [74]

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ  وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

KISAH RASULULLAHﷺ صل الله عليه و سلم

Bagian-74

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّد

"Allahumma Shalli 'Ala Muhammad"

Mengalihkan Kiblat ke Ka'bah, Kota Makkah

FORTUNA MEDIA -  Orang-orang Yahudi pun mendatangi  
Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan berkata, "Muhammad, tentu sudah Engkau ketahui bahwa semua Nabi dan Rasul sebelummu pergi ke Baitul Maqdis. Di sanalah sebetulnya tempat tinggal mereka. Jika Engkau benar-benar seorang Rasul, Engkau pasti akan pergi ke sana, bukan? Anggap saja Madinah ini sebagai perantara hijrah kamu dan Umatmu dari Makkah ke Baitul Maqdis!"

Namun, saat itu juga  Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam tahu bahwa mereka berusaha melakukan tipu daya kepada beliau. Apalagi saat itu kiblat Shalat kaum Muslimin adalah Baitul Maqdis, bukan Ka'bah di Makkah.

Namun, sekali lagi, pendapat orang-orang Yahudi tadi dipecahkan oleh firman Allah Ta'ala yang memerintahkan  Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan kaum Muslimin menghadap Ka'bah saat sedang shalat.
Saat itu, genap tujuh belas bulan  
Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam berhijrah ke Madinah. Allah Ta'ala berfirman,

قَدْ نَرَىٰ تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ ۖ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا ۚ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۚ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ ۗ وَإِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ لَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ

"...Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan ".

Al-Qur'an. Surah Al-Baqarah (2:144)

Kaum Muslimin menyambut gembira peralihan Kiblat ini. Sementara itu, orang-orang Yahudi sangat menyesalkan keputusan ini. Sekali lagi, mereka berusaha melakukan tipu daya dengan mengatakan, 

"Kami akan menjadi pengikutmu Muhammad, apabila kamu berada kembali mengubah kiblat ke arah Baitul Maqdis!"

Kembali firman Allah turun membalas kata-kata berbisa ini:

سَيَقُولُ السُّفَهَاءُ مِنَ النَّاسِ مَا وَلَّاهُمْ عَنْ قِبْلَتِهِمُ الَّتِي كَانُوا عَلَيْهَا ۚ قُلْ لِلَّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ ۚ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

"...Orang-orang yang kurang akalnya di antara manusia akan berkata: Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya? Katakanlah: Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus".

Al-Qur'an. Surah Al-Baqarah (2:142)

وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا ۗ وَمَا جَعَلْنَا الْقِبْلَةَ الَّتِي كُنْتَ عَلَيْهَا إِلَّا لِنَعْلَمَ مَنْ يَتَّبِعُ الرَّسُولَ مِمَّنْ يَنْقَلِبُ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ ۚ وَإِنْ كَانَتْ لَكَبِيرَةً إِلَّا عَلَى الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ ۗ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَانَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ بِالنَّاسِ لَرَءُوفٌ رَحِيمٌ

"...Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), Umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia".

Al-Qur'an. Surah Al-Baqarah (2:143)

   Related Posts 

KISAH SUFI, SANG KYAI
Misteri Nusantara
Novel Collection


Yahudi Mengejek Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala

Di tengah pertentangan yang seru antara kaum Muslimin dan Yahudi di Madinah, datanglah delegasi Nasrani dari Najran. Mereka mengendarai enam puluh buah kendaraan. Dengan pakaian dari Yaman yang indah, memakai cincin emas dan selendang sutera, orang-orang Nasrani itu langsung menuju ke Masjid dan mengerjakan shalat dengan menghadap ke Timur. Beberapa sahabat hendak menegur,
tetapi 
Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam mengisyaratkan agar mereka dibiarkan.

Setelah shalat, orang-orang Nasrani menghadap Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan memberi hadiah berupa permadani indah yang bergambar dan beberapa buah tikar dari bulu. Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam, menolak permadani bergambar dan menerima tikar dari bulu.

Sebenarnya, tujuan orang-orang Nasrani ini adalah untuk menambah keributan antara kaum Muslimin dan orang Yahudi sehingga orang-orang Nasrani dapat diuntungkan.  Begitu bertemu Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam, Orang-orang Nasrani berusaha menjelaskan mengapa mereka menganggap Nabi Isa 'AlaihisSalam adalah anak Allah dan mengapa mereka menyembah tiga tuhan.  Satu per satu alasan itu dipatahkan Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam,  Bahkan, Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam, berbalik mengajak mereka menyembah Allah Yang Maha Esa dan menjelaskan ke-Rasulannya. 

Namun, walau sudah demikian jelas Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam, menyampaikan kebenaran, para pendeta Nasrani itu terus bersikeras mendustakan beliau. Mereka tetap mengatakan bahwa Nabi Isa 'AlaihisSalam adalah putra Allah dan Allah itu hanya salah satu dari tiga tuhan.

Akhirnya, atas perintah Allah Ta'ala, Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam, mengajak mereka ber-mubahalah dengan bersabda, 

"Marilah, kami ajak anak-anak kami dan anak-anak kamu, wanita kami dan wanita kamu, diri-diri kami dan diri-diri kamu bersama sungguh-sungguh berdo'a, lalu kita jadikan laknat Allah menimpa kepada siapa di antara kita yang berdusta."

Orang-orang Nasrani itu hendak menerima, namun Al Aqib, penasihat tertinggi mereka berkata, 

"Sesungguhnya, Muhammad itu adalah Nabi yang diutus dan kamu telah mengetahui itu dengan pasti. Tidak ada suatu kaum yang ber-mubahalah dengan seorang Nabi kecuali ia pasti hancur binasa."

Mendengar itu, orang-orang Nasrani memutuskan untuk menolak usul Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Mereka memilih untuk kembali ke Najran dengan tetap memeluk agama mereka.

Sepupu

Orang Arab dan Yahudi (Ibrani) boleh dikatakan merupakan sepupu. Nenek-Moyang mereka adalah Nabi Ibrahim'Alaihis Salam . Putra sulung Nabi Ibrahim'Alaihis Salam , yaitu Nabi Ismail 'Alaihis Salam ditempatkan di Makkah dan menjadi leluhur orang Arab. Sementara itu, putra Nabi Ibrahim 'Alaihis Salam yang lain, yaitu Nabi Ishaq 'AlaihisSalam, menurunkan bangsa Yahudi. [hsz] 

Shallu 'alan Nabi...

💐Bersambung ... Semoga Kita Mendapat Barokah Allah 'Azza Wa Jalla.

آمينَ يا رَبَّ الْعلَمِيْنَ ..بَارَكَ اللهُ فِيْك
Editor ; Helmy Network

Ilustrasi Image, Doc, Helmy Network

Follow me at;
twitter.com/romyschneider
facebook.com/romyschneider
linkedin.com/in/helmy-network
pinterest.com/ryanschneider

#kisahrasulullah, #nabimuhammadSAW, #risalahkenabian, #sirahrasulullah,

VIDEO :   

PENJELASAN TENTANG "DOSA ITU ADA TIGA TINGKATAN" || BUYA DR ARRAZY HASYIM, MA.

No comments