KISAH RASULULLAH SHALLALLAAHU 'ALAIHI WA SALLAM [78]

<img src=https://fazryan87.blogspot.com".jpg" alt="KISAH RASULULLAH SHALLALLAAHU 'ALAIHI WA SALLAM [78]">

KISAH RASULULLAH SHALLALLAAHU 'ALAIHI WA SALLAM [78]

  • Perang Badr Kubra
  • Peperangan Islam Pertama yang Menentukan
  • Dua Pasukan Saling Berhadapan

Bagian-78

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ  وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُ
هُ

KISAH RASULULLAH  ﷺ صل الله عليه و سلم

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّد

"Allahumma Shalli 'Ala Muhammad"

FORTUNA MEDIA -  Setelah selesai merapikan barisan Rasulullah ﷺ Shallallahu 'Alaihi Wasallam mengeluarkan instruksi kepada pasukannya agar tidak memulai peperangan sebelum menerima perintah terakhir dari Rasulullah ﷺ Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Kemudian, baginda memberikan pengarahan kepada mereka secara khusus tentang persoalan perang. Rasulullah ﷺ Shallallahu 'Alaihi Wasallam  berkata :

"Apabila mereka mendekati kalian, hujanilah mereka dengan panah. Janganlah kalian menghunuskan pedang sebelum mereka mendatangi kalian."

Kemudian Rasulullah ﷺ Shallallahu 'Alaihi Wasallam  kembali ke lembah ditemani oleh Abu Bakar رضي الله عنه  secara khusus. Sa'ad bin Muadz pun dengan kelompoknya melakukan pengawalan di pintu kemah beliau.

Adapun kaum Musyrikin pada hari itu, Abu Jahal meminta keputusan,  Rasulullah ﷺ Shallallahu 'Alaihi Wasallam  mengatakan, 

"Ya Allah, dia telah memutuskan tali persaudaraan dan membawa sesuatu yang tidak kami kenal, maka binasakanlah dia. Ya Allah, tolonglah pada hari ini orang yang paling engkau cintai dan paling kau redhoi di antara kami."

Tentang hal ini Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :

إِنْ تَسْتَفْتِحُوا فَقَدْ جَاءَكُمُ الْفَتْحُ ۖ وَإِنْ تَنْتَهُوا فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَإِنْ تَعُودُوا نَعُدْ وَلَنْ تُغْنِيَ عَنْكُمْ فِئَتُكُمْ شَيْئًا وَلَوْ كَثُرَتْ وَأَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُؤْمِنِينَ

.."Jika kamu (orang-orang musyrikin) mencari keputusan, maka telah datang keputusan kepadamu; dan jika kamu berhenti; maka itulah yang lebih baik bagimu; dan jika kamu kembali, niscaya Kami kembali (pula); dan angkatan perangmu sekali-kali tidak akan dapat menolak dari kamu sesuatu bahaya pun, biar pun dia banyak dan sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang beriman."

Al-Qur'an, Surah Al-Anfal (8:19)

  • Awal pemicu pertempuran

Awal pemicu pertempuran adalah Al Aswad bin Abdul Asad al Makhzumi (orang yang berperangai buruk) keluar dengan mengatakan,

"Aku berjanji kepada Allah aku harus bisa minum dari tempat penampungan air mereka, atau aku harus menghancurkannya, dan aku harus mati kerananya."

Ketika ia keluar ia dihadapi oleh Hamzah bin Abdul Mutholib رضي الله عنه. Setelah bertemu, Hamzah segera menyabetkan pedangnya pada kaki Al Aswad, yaitu pada pertengahan betisnya ketika ia berada di depan penampungan air.

Al-Aswad pun jatuh dan kakinya mengucurkan darah,  kemudian berangkat menuju penampungan air sambil memasukinya kerana ingin memenuhi sumpahnya. Tetapi Hamzah mengulangi pukulannya pada bagian yang lain, ketika ia berada di dalam penampungan air.

  • Perang Tanding

Terbunuhnya Al Aswad merupakan pembunuhan pertama yang menyulut api pertempuran. Setelah itu tiga orang dari pasukan Quraisy tampil ke depan semuanya dari satu keluarga yaitu Utbah dan Saibah dua lelaki bersaudara anak Rabi'ah dan Al Walid bin Utbah.

Mereka menantang untuk perang tanding, maka untuk menghadapi mereka tampilah tiga pemuda Anshar yaitu Auf dan Muawidz, dua lelaki bersaudara anak Al Haris dan Ibunya bernama Afra dan Abdullah bin Rawahah.

Tiga orang dari pasukan Musyrikin itu bertanya kepada tiga pemuda Anshar itu,

"Siapa kalian?"

Mereka menjawab,

"Sekelompok orang dari kaum Anshar"

Tiga pasukan musyrikin itu berkata,

"Kami tidak perlu kalian, kami menginginkan orang-orang yang sepadan dari kaum kerabat kami sendiri."

Juru bicara mereka kemudian berteriak,

"Hai Muhammad keluarkanlah orang-orang yang sepadan dari kaum kerabat kami sendiri."

Selanjutnya,  Rasulullah ﷺ Shallallahu 'Alaihi Wasallam  berkata,

"Bangkitlah hai Ubaidillah bin Al Haris, bangkitlah hai, Hamzah dan bangkitlah hai Ali."

Setelah ketiganya bangkit dan menghadapi pasukan-pasukan Musyrikin itu, pasukan Musyrikin itu bertanya kepada mereka,

"Siapa kalian?" Setelah dijawab mereka mengatakan,

"Kalian orang-orang yang sepadan dengan kami."

Ubaidillah orang yang tertua di antara mereka tampil berperang tanding dengan Utbah bin Rabi'ah, Hamzah melawan Saibah dan Ali melawan Alwalid

Hamzah dan Ali tidak menemui kesulitan untuk membunuh lawannya, Utbah dan kawannya masing-masing berhasil melukai lawannya, kemudian Ali dan Hamzah menyerang Utbah dan berhasil membunuhnya, lalu mengangkut Ubaidah yang terputus kakinya.

Ubaidah رضي الله عنه. senantiasa diam sampai mati syahid di Shafra' setelah empat atau lima hari dari Perang Badr, dan dalam perjalanan pulang menuju Madinah.

Ali رضي الله عنه. berkata bahwa ayat berikut ini turun berkenaan dengan mereka yaitu

هَٰذَانِ خَصْمَانِ اخْتَصَمُوا فِي رَبِّهِمْ ۖ فَالَّذِينَ كَفَرُوا قُطِّعَتْ لَهُمْ ثِيَابٌ مِنْ نَارٍ يُصَبُّ مِنْ فَوْقِ رُءُوسِهِمُ الْحَمِيمُ

.."Inilah dua golongan (golongan Mukmin dan golongan kafir) yang bertengkar, mereka saling bertengkar mengenai Tuhan mereka. Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka ".

Al-Qur'an,  Surah Al-Hajj (22:19) [hsz] 

Shallu 'alan Nabi...

💐Bersambung ... Semoga Kita Mendapat Barokah Allah 'Azza Wa Jalla.

آمينَ يا رَبَّ الْعلَمِيْنَ ..بَارَكَ اللهُ فِيْك
Editor ; Helmy Network

Ilustrasi Image, Doc, Helmy Network

   Related Posts

KISAH SUFI, SANG KYAI
Novel Collection
Misteri Nusantara

#kisahrasulullah, #nabimuhammadSAW, #risalahkenabian, #sirahrasulullah,

VIDEO : 

Orang Yang Paling Lelah Di Dunia. Yang Dalam Dirinya Tersimpan Kebencian -
PART-2 ~ Buya Dr Arrazy Hasyim. MA.

No comments