KISAH RASULULLAH SHALLALLAAHU 'ALAIHI WA SALLAM [58]

 <img src=https://fazryan87.blogspot.com".jpg" alt="KISAH RASULULLAH SHALLALLAAHU 'ALAIHI WA SALLAM [58]">

KISAH RASULULLAH SHALLALLAAHU 'ALAIHI WA SALLAM [58]

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ  وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

KISAH RASULULLAHﷺ صل الله عليه و سلم

Bagian-58

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّد

"Allahumma Shalli 'Ala Muhammad"

Ikrar

FORTUNA MEDIA - Mereka mengulurkan tangan kepada Rasulullah ﷺ Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan berikrar. Inilah yang tercatat dalam sejarah sebagai Bai'at Aqabah kedua. Dalam Ikrar kedua ini, mereka berkata, 

"Kami berikrar mendengar dan setia pada waktu suka dan duka, pada waktu bahagia dan sengsara, kami hanya akan berkata yang benar di mana saja kami berada, dan kami tidak takut kritik siapa pun atas jalan Allah ini."

Rasulullahﷺ Shallallahu 'Alaihi Wasallam menjabat tangan para lelaki, tetapi tidak menyentuh tangan wanita. Setelah itu, baginda berkata, 

"Pilihlah dua belas orang pemimpin dari kalangan Tuan-Tuan yang akan menjadi penanggung jawab masyarakatnya."

Mereka lalu memilih sembilan orang Khazraj dan tiga orang Aus. Kepada para pemimpin itu, Rasulullahﷺ Shallallahu 'Alaihi Wasallam berkata, 

"Tuan-Tuan adalah penanggung jawab masyarakat seperti pertanggungjawaban pengikut-pengikut Isa binti Maryam. Terhadap masyarakat saya, sayalah yang bertanggung jawab."

Peristiwa ini selesai tengah malam di celah Gunung Aqabah, jauh dari masyarakat ramai. Saat itu,mereka berharap hanya Allah saja yang mengetahui urusan mereka. Namun, ternyata ada orang lain yang kebetulan sedang lewat dan merasa curiga dengan suara-suara dari puncak bukit. Orang itu memanjati lereng gunung dan menyaksikan bai'at Aqabah kaum Muslimin.

BACA JUGA

The Story of The Prophet Muhammad SAW

Ketentuan Perang

Salah satu isi penting ikrar Aqabah kedua ini adalah dicantumkannya ketentuan tentang perang. Pihak Anshar berjanji akan membela Rasulullahﷺ Shallallahu 'Alaihi Wasallam sekali pun harus berperang dan mengorbankan jiwa. Semua itu dilakukan kaum Anshar tanpa pamrih sama sekali tidak mengharapkan apapun dari Rasul kecuali keridhaan Allah.

 Quraisy Terkejut

Orang yang mengintai peristiwa ikrar tadi berteriak, memberi tahu penduduk Quraisy yang tinggal di Mina, tidak jauh dari Aqabah

"Muhammad dan orang-orang yang pindah agama itu sudah berkumpul! Mereka akan memerangi kamu!"

Walau cuma mendengar selintas, orang itu mengetahui maksud kaum Muslimin. Dengan berteriak keras-keras, ia bermaksud mengacaukan ba'iat kaum Muslimin. Orang itu berharap kaum Muslimin jadi takut, gelisah, dan membatalkan perjanjian mereka dengan Rasulullahﷺ Shallallahu 'Alaihi Wasallam.

Namun, tekad kaum Muslimin sudah tidak lagi tergoyahkan. Bahkan, dengan semangat menyala, Abbas bin Ubadah berkata kepada Rasulullahﷺ Shallallahu 'Alaihi Wasallam

"Demi Allah yang telah mengutus Tuan atas dasar kebenaran, kalau sekiranya Tuan berkenan, penduduk Mina itu besok akan kami habiskan dengan pedang kami!"

Rasulullahﷺ Shallallahu 'Alaihi Wasallam menjawab, "Kami tidak diperintahkan untuk itu. Kembalilah ke kemah Tuan-Tuan."

Dengan cepat dan diam-diam, kaum Muslimin kembali ke kemah mereka dan tidur sampai pagi, seolah-olah tidak pernah terjadi apa pun.

Akan tetapi, pagi itu, orang Quraisy sudah mengetahui berita adanya ikrar. Mereka benar-benar sangat terkejut. Para pemuka Quraisy berkumpul dengan cepat dan segera bertindak. Mereka mendatangi para pemimpin rombongan Aus dan Khazraj.

"Apa yang terjadi? Kami dengar tadi malam kalian menjanjikan sesuatu kepada Muhammad!" ujar pemimpin Quraisy setengah menuduh.

Tidak semua rombongan Aus dan Khazraj adalah Muslim. Kebetulan para pemimpin rombongan adalah mereka yang belum beriman.

"Tidak! Kalian pasti salah! Tidak seorang pun dari rombongan kami keluar perkemahan tadi malam!" bantah para pemimpin rombongan dari Yatsrib itu.

Tadi malam, kaum Muslimin memang bergerak diam-diam. Mereka tidak memberi tahu anggota rombongan yang belum beriman tentang perjanjian mereka dengan Rasulullahﷺ Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Akhirnya, orang-orang Quraisy kembali dengan hati ragu. Sementara itu, dengan tenang, anggota rombongan dari Yatsrib berkemas dan berangkat pulang.

Hijrah

Kaum Anshar atau 'para penolong', demikianlah Rasulullahﷺ Shallallahu 'Alaihi Wasallam menjuluki para sahabat barunya dari kota Yatsrib. 

Sebelum kaum Anshar datang, rasanya dakwah Islam akan berputar di sekitar Makkah saja. Padahal, seluruh penduduk Makkah sudah diancam habis-habisan oleh para pemimpin Quraisy agar tidak menjadi pengikut Rasulullahﷺ Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Di mata orang Quraisy, tiba-tiba saja Islam sudah menjadi kuat nun jauh di Yatsrib sana dan itu di luar jangkauan mereka.

Tanpa membuang waktu lagi, Rasulullahﷺ Shallallahu 'Alaihi Wasallam memerintahkan para sahabatnya menyusul kaum Anshar ke Yatsrib. Dengan sangat cerdik, beliau memerintahkan kaum Muslimin hijrah dengan berpencar-pencar dan diam-diam agar tidak menimbulkan kepanikan Quraisy.

Mulailah mereka berhijrah sendiri-sendiri dalam kelompok-kelompok kecil. Cara seperti itu berbeda dengan yang dilakukan Nabi Musa 'AlaihiSalam yang membawa kaumnya berhijrah dalan kelompok besar sekaligus. Ketika orang Quraisy tahu, mereka mulai panik.

"Tahan mereka yang mencoba mengungsi itu! Kurung orang yang mencoba pergi!" perintah seorang pemimpin.

"Mengapa tidak kita bunvh saja?" seru yang lain.

"Apa kamu sudah tidak waras? Kalau kita bunvh, kabilahnya akan menuntut balas!

Quraisy akan dipecah dalam perang saudara! Itu sudah pasti akan menguntungkan Muhammad! Tidak, tidak ada yang di bunuh. Bujuk saja supaya mereka kembali kepada sesembahan lama. Pikat mereka dengan harta kalau perlu. Jika tidak mau juga, siksa dengan keras!"

Demikian keras orang Quraisy bertindak, sampai-sampai ada Istri yang dipisahkan dari Suaminya. Kalau Istrinya orang Quraisy, ia tidak boleh ikut Suaminya hijrah. Jika tidak menurut, wanita itu akan mereka kurung.

Semua itu rela dijalani kaum Muslimin. Mereka rela berpisah dari keluarga bahkan meninggalkan harta untuk berhijrah demi kebebasan menyembah Allah.[hsz] 

Shallu 'alan Nabi...

💐Bersambung ... Semoga Kita Mendapat Barokah Allah 'Azza Wa Jalla.

آمينَ يا رَبَّ الْعلَمِيْنَ ..بَارَكَ اللهُ فِيْك
Editor ; Helmy Network

Ilustrasi Image, Doc, Helmy Network

Follow me at;
twitter.com/romyschneider
facebook.com/romyschneider
linkedin.com/in/helmy-network
pinterest.com/ryanschneider

 #kisahrasulullah, #nabimuhammadSAW, #risalahkenabian, #sirahrasulullah,

VIDEO : 

FAKTA! AGAMA BARU CINA YANG MEMUJA NABI MUHAMMAD & JESUS CHRIST DALAM RUMAH IBADAH MEREKA

No comments