Apa Itu METAVERSE dan Kontroversi Hadirkan Ibadah Haji Virtual

<img src=https://fazryan87.blogspot.com".jpg" alt="Apa Itu METAVERSE dan Kontroversi Hadirkan Ibadah Haji Virtual">

Apa Itu METAVERSE dan Kontroversi Hadirkan Ibadah Haji Virtual

FORTUNA MEDIA- Kuala Lumpur - Polemik isu rencana Kerajaan Arab Saudi untuk membuat ibadah Haji dapat dilaksanakan di metaverse mencetuskan kontroversi. Apa itu metaverse? Menurut Coinmarketcap, metaverse adalah ruang virtual yang diciptakan sebagai versi digital dari berbagai aspek yang ada di dunia nyata, baik itu interaksi antara manusia maupun fungsi ekonomi. Secara lebih jelasnya, istilah metaverse merujuk kepada dunia virtual yang menyerupai kehidupan dunia nyata, dengan tanah, bangunan, avatar yang bisa dibeli dan dijual, seringkali menggunakan mata wang crypto. Di dalam dunia metaverse ini, orang-orang dapat beraktiviti, berteman, mengunjungi tempat tertentu, membeli barang dan jasa/perkhidmatan, layaknya di kehidupan nyata
Secara etimologis, metaverse sendiri berasal dari kata 'meta' yang bermakna 'melampaui' dan 'verse' yang berarti 'alam semesta'. Sehingga metaverse dapat diartikan sebagai sebuah ruang berisi materi yang melampaui semua hal yang terlihat di dunia ini. Konsep metaverse pertama kali dikenalkan dalam novel Snow Crash karya Neal Stephenson di tahun 1992 yang menceritakan perjalanan metaverse sepasang kurir untuk menyelamatkan diri dari distopia kapitalis.
Sementara itu, penulis essay Matthew Ball memprediksi bahwa metaverse akan menjadi pintu gerbang yang membawa manusia merasakan berbagai pengalaman digital dan menjadi platform yang bahkan bisa menyerap tenaga kerja baru. Ia yakin bahwa metaverse mampu menjadi kekuatan pendorong untuk menciptakan generasi baru bagi perusahaan dan menjadi pemimpin industri.

READ MORE
The Ultimate Parent Guide for Protecting Your Child on the Internet [4] "Social Media"
Travel Tips: 11 Perkara Dos Keselamatan Dan Larangan Ketika Menggunakan Public Wifi

<img src=https://fazryan87.blogspot.com".jpg" alt="Apa Itu METAVERSE dan Kontroversi Hadirkan Ibadah Haji Virtual">
Ibadah Haji di Metaverse

Wacana ibadah Haji di metaverse bermula ketika Ka'bah di Masjidil Haram sudah hadir di metaverse. Ka'bah di metaverse ini resmi dibuat oleh Kerajaan Saudi Arabia. Diberitakan Middle East Eye, projek metaverse ini bernama Virtual Black Stone Initiative yang dilancarkan akhir Disember 2021. Imam Besar Masjidil Haram Sheikh Abdul Rahman Al Sudais adalah yang pertama mengunjungi Ka'bah metaverse ini dengan Virtual Reality (VR). Ka'bah di metaverse ini dimulakan pemerintah Saudi melalui Badan Urusan Pameran dan Muzium bekerja sama dengan University Ummul Quro. Tujuannya adalah memberi kesempatan umat Islam boleh menyentuh Hajar Aswad secara virtual. Maklumlah, di dunia nyata mereka harus rebutan dengan ribuan orang lain. Atau, kita tidak bisa sama sekali menyentuhnya kerana pandemic Corona. Lantaran itu, di Timur Tengah lalu timbul idea, kalau Ka'bah sudah ada di metaverse, bagaimana kalau ibadah Haji juga dilakukan di metaverse. Perdebatan ini tampaknya tidak sampai ke gugusan Nusantara, tapi cukup ramai di Timur Tengah. Bagaimana tanggapan Ulama? Rupanya, para Ulama Turki lebih dulu yang angkat bicara. Diberitakan Hurriyet Daily News Turki, Departemen Urusan Agama Turki (Diyanet) setelah mengkajinya sebulan, mengeluarkan keputusan: Mengunjungi Ka'bah di metaverse tidak dianggap Ibadah Haji. "Haji di metaverse tidak bisa terjadi. Umat bisa mengunjungi Ka'bah di metaverse tapi itu tidak akan dianggap sebagai ibadah," kata Direktur Departemen Layanan Haji dan Umrah Diyanet, Remzi Bircan. Mereka memutuskan ibadah haji harus dilakukan di dunia nyata. Ka'bah melalui Virtual Reality(VR) dianggap sama saja dengan layanan VR di sejumlah muzium dunia. [hsz]
Source, detik.com/cyberlife

Editor ; Helmy Network

Ilustrasi Image, Doc, Helmy Network

#meta, #metaverse, #apaitumetaverse,

VIDEO;

FAKTA TERKINI! PUTERA MAHKOTA ARAB SAUDI @MBS
// Ustaz Zulkifli Ali MA


No comments