KISAH RASULULLAH SHALLALLAAHU 'ALAIHI WA SALLAM [54]

<img src=https://fazryan87.blogspot.com".jpg" alt="KISAH RASULULLAH SHALLALLAAHU 'ALAIHI WA SALLAM [54]">

KISAH RASULULLAH SHALLALLAAHU 'ALAIHI WA SALLAM [54]

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ  وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

KISAH RASULULLAHﷺ صل الله عليه و سلم

Bagian-54

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّد

"Allahumma Shalli 'Ala Muhammad"

Perjalanan Isra' dan Mi'raj

FORTUNA MEDIA - Rasulullah  melanjutkan perjalanannya bersama Jibril. Beliau melihat orang-orang berbibir seperti bibir unta. Di mulut mereka ada potongan api berbentuk batu yang mereka telan lalu keluar lagi lewat duburnya, kemudian ditelan lagi begitu seterusnya.

"Siapakah mereka ini?" Rasulullah  bertanya-tanya.

"Mereka adalah para pendosa yang memakan harta Anak-Yatim."

Setelah itu, beliau melihat orang-orang seperti keluarga Fir'aun. Perut mereka membesar, sedangkan serombongan unta-unta gila menginjak-injak perut mereka di neraka. Orang-orang itu tidak mampu lagi menghindar.

"Siapakah orang-orang ini?" tanya Rasulullah .

"Orang-orang itu adalah para pemakan riba. Mereka biasa meminjamkan wang kepada orang lain, tetapi meminta wang pinjaman itu dikembalikan dalam jumlah yang lebih besar dibandingkan wang yang dipinjam."

Setelah itu, Rasulullah  melihat orang-orang yang di hadapan mereka ada dua jenis daging, satu empuk dan lazat, sedang yang satu lagi kesat dan busuk. Akan tetapi, orang-orang itu memakan daging yang busuk.

"Siapakah mereka ini?" kembali Rasulullah  bertanya.

Dijelaskan kepada beliau bahwa orang-orang itu menelantarkan Istrinya dan mendekati perempuan lain yang tidak halal.

Be Smart, Read More;

HELMY NETWORK

The Story of The Prophet Muhammad SAW
Novel @Horror, Mystery, Ghost, Fantasy & Romance



Menerima Perintah Shalat

Kemudian beliau dibawa ke syurga dan di situ melihat seorang gadis berbibir merah gelap, dan beliau bertanya, milik siapa ia sebab ia begitu gembira ketika berjumpa dengannya, dan jawabnya, 

"Saya milik Zaid bin Haritsah."

Tiba-tiba beliau membumbung lagi sampai ke Sidhratul Muntaha yang terletak di sebelah kanan 'Arsy, menaungi berjuta-juta Ruh Malaikat. Sesudah melangkah, tidak sampai sekejap matapun beliau sudah menyeberangi lautan-lautan yang begitu luas dan daerah-daerah cahaya yang terang benderang, lalu bagian yang gelap gulita disertai berjuta-juta tabir kegelapan, api, air, udara dan angkasa. Masing-masing dipisahkan oleh 500 tahun perjalanan. Beliau melintasi tabir--tabir keindahan, kesempurnaan, rahasia, keagungan dan kesatuan. Di balik itu terdapat 70 ribu kelompok Malaikat yg bersujud tidak bergerak dan tidak pula diperkenankan meninggalkan tempat.

Kemudian Rasulullah  dibawa ke hadapan 'Arasy sehingga bertemu Allah Azza Wa Jalla. Segalanya tidak dapat dilukiskan dengan lidah dan di luar jangkauan daya otak manusia. Bertemu dengan Allah Yang Maha Agung membuat Rasulullah  merasakan kesejukan sampai ke tulang punggungnya. Kemudian, rasa tenang dan damai membanjiri perasaan beliau, begitu terasa nikmat. Pada saat itulah,  Allah Ta'ala memerintahkan agar setiap Muslim melakukan shalat lima puluh kali sehari semalam.

Begitu Rasulullah  turun dari Arasy, beliau bertemu Nabi Musa 'AlaihisSalam yang berkata, 

"Bagaimana engkau mengharap pengikut-pengikutmu akan melakukan shalat lima puluh kali setiap hari? Sebelum Engkau, Aku sudah punya pengalaman, sudah kucoba terhadap Bani Israil sekuat daya. Percayalah dan kembalilah kepada Allah, minta supaya dikurangi jumlah shalat itu."

Kemudian Rasulullah kembali menemui Allah. Kemudian jumlah shalat dikurangi jadi empat puluh kali setiap hari. 

Namun, Nabi Musa 'AlaihisSalam menganggap masih di luar kemampuan orang. Dia sarankannya lagi Rasulullah  kembali meminta keringanan. Demikianlah, beberapa kali Rasulullah  bolak-balik menemui Allah Ta'ala sampai akhirnya jumlah shalat ditetapkan menjadi lima kali sehari semalam.

Kemudian, Rasulullah  kembali ke Bumi dengan menuruni tangga. Buraq pun membawa Rasulullah kembali ke Makkah.

Rasulullah  Mengabarkan Isra Mi'raj beliau,

Menjelang fajar Rasulullah  membangunkan Ummu Hani dan keluarganya.

"Oh Ummu Hani," sabda Rasulullah 

"Seperti engkau maklum, semalam Aku shalat malam terakhir bersama kamu. Kemudian Aku ke Baitul Maqdis dan shalat di sana. Baru saja, saat ini, kita Shalat Subuh bersama."

Rasulullah  kemudian bangkit, meninggalkan Ummu Hani yang masih terperangah. Ummu Hani tahu beliau akan keluar dan mengabarkan Isra' dan Mi'raj kepada orang banyak. Rasulullah  berdiri dan berjalan ke pintu begitu cepat seolah-olah tidak sabar lagi untuk mengabarkan perjalanan ini. Padahal, beliau tahu apa akan dikatakan orang Quraisy yang selama ini memusuhinya. Namun, semangat Rasulullah  tidak terhalangi oleh hal-hal semacam itu.

Rasa khawatir Ummu Hani menggunung seketika. Begitu cepatnya langkah Rasulullah  sehingga Ummu Hani terpaksa menarik jubah Rasulullah  dengan tergesa-gesa.

"Ya Rasulullah , jangan mengatakannya pada khalayak ramai. Nanti mereka menuduh engkau berdusta dan mereka akan menghinamu."

Rasulullah  tersenyum menenteramkan, "Demi Allah, saya akan tetap mengatakannya."

Ummu Hani tidak bisa berkata apa-apa lagi melihat tekad Rasulullah  yang sudah demikian kuat. Ketika Rasulullah  pergi, dilihatnya beliau dengan pandangan khawatir. Ummu Hani segera memanggil seorang hamba sahayanya, seorang perempuan dari Habasyah.

"Pergilah, ikuti Rasulullah  dan dengar yang dikatakan kaumnya terhadap beliau."

Hamba sahaya itu pun bergegas pergi. [hsz] 

Shallu 'alan Nabi...

💐Bersambung ... Semoga Kita Mendapat Barokah Allah Azza Wa Jalla.

آمينَ يا رَبَّ الْعلَمِيْنَ ..بَارَكَ اللهُ فِيْك
Editor ; Helmy Network

Ilustrasi Image, Doc, Helmy Network

Follow me at;
twitter.com/romyschneider
facebook.com/romyschneider
linkedin.com/in/helmy-syamza
pinterest.com/hsyamz

VIDEO : 

Kisah Pemuda Jahat Yang Memasuki Syurga || Syeikh Muhd Zainul Asri

No comments