KISAH RASULULLAH SHALLALLAAHU 'ALAIHI WA SALLAM [18]

 
<img src="fazryan87.blogspot.com.jpg" alt=" KISAH RASULULLAH SHALLALLAAHU 'ALAIHI WA SALLAM [18]">

KISAH RASULULLAH SHALLALLAAHU 'ALAIHI WA SALLAM [18]

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ  وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

KISAH RASULULLAHﷺ صل الله عليه و سلم

Bagian-18

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّد

Perlindungan Allah

Abu Thalib segera melaksanakan apa yg disarankan oleh Buhaira, kerana peringatan itu memang beralasan. 

Segera, setelah Abu Thalib dan Muhammad meninggalkan rumah Buhaira, datanglah 3 orang ahli kitab bernama Zurair, Daris, dan Tammam kepada Buhaira. Ketiganya menyandang senjata di pinggang. Mereka bertanya kepada Buhaira apakah ia juga melihat seorang anak dengan ciri-ciri seperti ini dan itu.

Buhaira tahu bahwa mereka mencari Muhammad. Rupanya, ketiga orang ini juga telah mendengar tentang Muhammad. Buhaira memandang senjata-senjata yang mereka bawa dengan perasaan ngeri. 

Buhaira tahu mereka mencari Muhammad dengan maksud membunuhnya. Oleh kerana itu, Buhaira berusaha memberikan perlindungan kepada Muhammad. 

Tidak henti-hentinya Buhaira menasihati ketiga tamunya akan adanya kekuasaan Allah. Diingatkannya bahwa bagaimanapun usaha mereka, mereka tidak akan mampu mendekati Muhammad untuk membunuhnya. 

Akhirnya, ketiganya pun melihat kebenaran dalam perkataan Buhaira. Batallah niat mereka untuk mengejar dan membunuh Muhammad, kemudian berlalulah mereka dari hadapan Buhaira.

Allah Ta'ala, menjaga Muhammad dari kejahatan dan kotoran-kotoran jahiliyah. Allah Ta'ala membimbing Muhammad tumbuh menjadi orang yang paling kesatria, paling baik akhlaknya, paling mulia asal-usulnya, paling baik pergaulannya, paling agung sikap santunnya, paling murni kejujurannya, paling jauh dari keburukan dan akhlak yang mengotori kaum lelaki sehingga semua orang menjulukinya "Al Amin" kerana Allah Ta'ala mengumpulkan sifat-sifat itu pada diri Muhammad.

Kelak setelah menjadi Rasul, Muhammad bercerita tentang perlindungan Allah Ta'ala kepadanya sejak masa kecil dari segala bentuk kejahiliyahan. Rasulullah bersabda, 

"Pada masa kecilku, Aku bersama anak-anak kecil Quraisy mengangkut batu untuk satu permainan yang biasa dilakukan anak-anak. Semua dari kami melepas baju untuk alas di atas pundak (sebagai ganjalan) untuk memikul batu.

"Aku maju dan mundur bersama mereka. Namun, tiba-tiba seseorang yang belum pernah Aku lihat sebelumnya menamparku dengan tamparan yang amat menyakitkan. Ia berkata, 'Kenakan pakaianmu!' Kemudian, Aku mengambil pakaianku dan memakainya. Setelah itu, Aku memikul batu di atas pundakku dengan tetap mengenakan pakaian dan tidak seperti teman temanku."

BACA JUGA: 
KISAH RASULULLAH SHALLALLAAHU 'ALAIHI WA SALLAM [17]



Membantu Paman

Muhammad juga pernah menjadi gembala sewaan, untuk membantu Abu Thalib yang hidup dalam kemiskinan

Perang Fijar

Sebagai seorang remaja yang tumbuh di lingkungan Jazirah Arab.  Muhammad juga mengalami perang. Perang itu disebut Perang Fijar. 

Saat peperangan dimulai, Umur Muhammad memasuki lima belas tahun.

Perang itu sendiri disebabkan sebuah pembvnuh4n. 

Barradz bin Qois dari Bani Kinanah membvnuh Urwa Ar-Rahhal bin Utba dari Bani Hawazin, hanya kerana Barradz jengkel ketika Urwa dipilih untuk memimpin kafilah dagang Nu'man bin Mundhir yang kaya. 

Diam diam , Barradz mengikuti kafilah Urwa dari belakang dan membunuh Urwa.

Padahal ketika itu adalah bulan suci, bulan yang tidak diperkenankan bagi siapa pun untuk menumpahkan darah.

Kerana Quraisy pelindung Barradz, Bani Hawazin mengumumkan perang terhadap Quraisy untuk membalas kematian Urwa. Perang pun pecah pada bulan suci. Selama empat tahun berturut-turut, kedua belah pihak saling menyerang.

Dalam pertempuran itu, awalnya Muhammad bertugas memunguti anak -panah lawan yang berjatuhan dan memberikannya kepada paman-pamannya. Namun, pada tahun-tahun berikutnya, dia juga meluncurkan panah ke arah lawan untuk melindungi paman-pamannya. 

Perang pun berakhir dengan perdamaian ala pedalaman: "pihak yang menderita lebih sedikit korban manusianya harus membayar ganti rugi kepada pihak lainnya sejumlah selisih kelebihan korban. Dalam hal ini, pihak Quraisy yang lebih sedikit menderita korban harus membayar kelebihan korban sebanyak dua puluh orang Hawazin".

Barradz bin Qois

Barradz bin Qois, si penyebab Perang Fijar, adalah seorang pemabuk. 

Kerana merusak citra Sukunya, dia diusir dan mendapat naungan Suku lain. Namun di sana, dia juga mabuk berat dan membuat onar kemudian diusir lagi. 

Akhirnya, Harb bin Muawiyah, Ayah Abu Sofyan, menampungnya walaupun hampir saja Barradz bin Qois diusir lagi, kerana terus berbuat onar. 

Disebabkan perlindungan Harb dari Quraisy inilah, Bani Hawazin menyerang Quraisy ketika Barradz bin Qois membunuh Urwa bin Utba.[hsz] 

💐Bersambung ....Semoga Kita Mendapat Barokah Allah Azza Wa Jalla.

آمينَ يا رَبَّ الْعلَمِيْنَ ..بَارَكَ اللهُ فِيْك
Editor ; Helmy Zainuddin
Ilustrasi Image, Doc, FortunaNetworks.Com

VIDEO; VIRAL NOW! JPU DI4H KESURUPAN R0H J∆H∆T SAAT MELAWAT H4KIM KETU4 KH∆DW4NTO DI HOSPITAL

 

No comments