The Colonist Was Named Singapore


<img src="SINGAPORE.jpg" alt=" The Colonist Was Named Singapore ">
 Hey Sahabat,Saat saya menulis tentang terpilihnya perempuan etnik Melayu menjadi presiden baru Singapura,ada rasa kagum dihati.Walaupun saya faham dan maklum bahwasanya presiden tersebut hanyalah sebagai "symbol negara" dan kekuasaan poitik dan keputusan penting menyangkut negara Temasik ini tetap dipegang oleh Perdana Mentrinya yang bertanggungjawab kepada Parlimen.

Walau demikian anggaplah artikel tersebut sebagai rasa hormat saya sebagai rakyat Malaysia,bernegara tetangga dengan Singapura.
Anda baca disini;

Halimah Yacob Presiden Baru Singapura,Pernah Berjualan Nasi Padang
Anggota Politbiro Parti Komunis China(CPC)Resah,Singapura Miliki Presiden Muslim Keturunan Melayu


Namun rasa kagum dan hormat saya kepada negara Temasik ini langsung buyar,geram dan marah.apabila terbaca status sahabat facebook saya mantan penggiat media yang kini jadi penyokong kuat Prabowo yaitu Nanik Sudaryati yang menulis secara jelas bahwasanya Negara kecil Singapura ini telah lama menjajah negara besar Indonesia baik secara ekonomi mahupun politik.

Mari kita simak statusnya;
<img src="SINGAPORE.jpg" alt=" The Colonist Was Named Singapore ">

Penjajah Bernama Singapura

Oleh Nanik Sudaryati,

"Cina tetaplah Cina, jahat, tamak, bajingan, parasit, benalu, rampok, anti Indonesia, Anti Pribumi Indonesia, Anti Melayu"

Saya sebagai anak bangsa menulis ini sebagai wujud dari rasa prihatin saya yang mendalam.

Tahun 2002 berkat diplomasi dansa antara Presiden Megawati dan Presiden RRChinaKomunis, akhirnya RRChinaKomunis berhasil merayu Presiden Megawati hingga suluruh hasil Gas Tangguh di Papua dieksport/dijual ke China dengan harga hanya 2,6 dolar AS per MMBTU. Harga itu sangat murah, kerana hanya 1/8 harga gas alam dunia saat itu.

Tidak ada alasan yang transparan mengapa Megawati menjual murah gas alam kita ke Negeri Panda itu, apalagi kontraknya luar biasa panjang yaitu sampai tahun 2034.

Selama pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudoyono(SBY), tiga kali pemerintahan SBY mencoba melakukan renegosiasi harga ekspor gas alam itu, agar China mahu menaikkan harga, namun tidak berhasil, kerana ternyata dalam penandatanganan Megawati dan Presiden China di tahun 2002 itu telah disebutkan bahwa harga eksport itu TETAP selama masa kontrak.

Lalu semua sekarang menjadi tragis, saat beberapa hari lalu,Presiden Jokowi sudah menandatangani kontrak di Singapura, untuk import gas dari Singapura ,negara yg TIDAK PUNYA LADANG GAS. Gas itu akan digunakan PLN(Perusahaan Listrik Negara)

Harga gas alam dari Singapura itu 3,8 Dolar AS Per MBBTU.Namun harga sampai di Indonesia mencapai sekitar 5,5 Dolar AS per MMBTU. Bayangkan Indonesia yang punya gas harga eksport hanya 2,6 Dolar AS, dan kini Indonesia terpaksa harus import dengan harga 5,5 Dolar AS.

Sahabat, sadar tak sebetulnya yang ikut campur aktif perpolitikan kita itu bukan hanya negara RRChinaKomunis, Amerika atau Australia. Meski peranan mereka ada tapi yangg ngobok -obok(Otak-atik) perpolitikan kita paling kencang itu yang saya dengar Singapura lho. Kenapa? Kerana negara kecil itu sudah menjadi "Indonesia" yang sesungguhnya..!!

Bila kita terus lengah, kita akan dihabisi oleh Singapura. Mengapa demikian? Mari kita lihat betapa Singapura sudah menjajah Indonesia :

(1)

Kita Indonesia sudah merdeka 72 tahun, tapi sungguh aneh, kita tidak bisa eksport komoditi dan barang apapun lewat pelabuhan kita ke negara lain, tapi semua harus via Pelabuhan Singapura baru ke negara lain. ( Ini yang sampai hari ini saya tidak faham dan sudah saya coba cari tahu tapi jawabannya selalu tak jelas).Zaman Dahlan Iskan jadi Menteri BUMN(Badan Usaha Modal Nasional) dan Pelindo Direktur Utamanya RJ Lino sebetulnya sudah akan membuat pelabuhan sekelas Singapura, tapi entah kenapa tiba2 RJ Lino malah dikasuskan, sehingga pelabuhan Pelindo 3 yang mustinya bisa seperti pelabuhan Singapura tak jelas lagi nasibnya.

(2)

INDONESIA,yang punya sumber minyak berlimpah, namun aneh negara kita tidak punya Refinery ( industi yg mengolah minyak mentah menjadi minyak petroleum yang langsung bisa digunakan). Malah yang terjadi ladang -ladang minyak kita dikuasai Asing & A Seng dan mereka mengeksport minyak kita dalam bentuk minyak mentah, tapi sebaliknya untuk keperluan konsumsi dalam negeri kita harus impot minyak jadi dari SINGAPURA, padahal Singapura juga tidak memiliki ladang minyak. Disinilah muncul permainan atau Kartel minyak berpuluh -puluh tahun.

(3)

 85 persen wang yang beredar di Singapura adalah wang orang Indonesia. Tahun 2008 saya dapat data Rp 5000 Triliun wang orang Indonesia ada di Singapura dan itu milik para Konglomerat dan Koruptor.

(4)

Singapura sangat melindungi para Maling dan Koruptor Indonesia khusus yang berbangsa Cina . Hampir semua pengemplang/perompak Bank termasuk pengemplang BLBI kini tinggal dan mengendalikan bisnisnya dari Singapura. Lalu apakah selama ini kita berdaya menyeret mereka? TIDAK!
Dengan alasan tidak ada perjanjian ekstradisi dengan negara gurem itu, maka para konglomerat itu aman -aman saja, namun tetap menguras alam Indonesia, bahkan sesekali masih pulang untuk menghadiri pesta kerabat, dan petugas kita pura-pura tutup mata.

(5)

Singapura adalah syurga bagi konglomerat dan koruptor menaruh duit dan tinggal menetap. Tanyalah orang di Singapura siapa pemilik Hotel dan Mal terbanyak di Singapura? Siapa pemilik property terbanyak? Bahkan siapa pemilik rumah terbesar di Singapura? Pasti jawabannya orang atau konglomerat Indonesia.

(6)

Singapura yang tidak memiliki lahan terus memperluas daratan dengan mengeruk lautnya. Dari mana pasir untuk ngeruk laut tersebut? Dari Indonesia dan pemilik perusahaan pasir atau penjual pasir yang nilainya bilions itu adalah pejabat /menteri yang sekarang berkuasa di Indonesia.

(7)

Jangan lupa , BUMN Singapura juga sudah menguasai telekomunikasi kita.

(8)

Dengan menggunakan perusahan vehicle company Singapura juga sudah menguasai perusahaan penerbangan kita. Tak percaya? Lihat Garuda sudah merugi 3,7 Triliun dan bukan tidak mungkin Airport Halim Perdana Kusuma sebagai satu -satunya pangkalan udara perang Indonesia akan jatuh juga ke tangan Singapura, melalui anak -anak perusahaan Temasek dengan nama "Indonesia".

(9)

Dan kini kita yang telah mengekspor gas murah ke RRChinaKomunis , harus import pula dari Singapura.Sungguh Tragis Sekali Nasib Indonesia..!!!
Singapura berkepentingan untuk menentukan siapa Presiden di Indonesia, agar negara itu tetap hidup dan bahkan bisa menjajah Indonesia.

Singapura amat sangat membenci Prabowo dan dengan berbagai cara Prabowo dihadang tidak boleh jadi Presiden. Waktu Pilpres 2014 lalu mendiang Lee Kwan Yew bahkan sampai menulis berbagai hal yang mendiskritkan Prabowo, buku itu dijual di setiap toko di Singapura, bahkan dijual di bagian depan.
(masih panjang cerita bagaimana Singapura menghadang Prabowo). Sekarang mereka juga kabarnya sudah bergerak menghadang Prabowo lagi.

(10)
Notes; Saya teringat sewaktu Dr Mahathir baru dilantik jadi PM,Malaysia,beliau istiharkan agar semua barangan impor dari negara2 luar tidak boleh masuk via Singapura,wajib langsung masuk ke Malaysia.Perkara itu membuat PM,Singapura waktu itu Lee Kuan Yew,sangatlah marah dan bersumpah tak akan berkunjung ke Malaysia selagi Dr M,berkuasa.
Wallahua'lam.

No comments