#Kafir@Non Muslim;Mengapa Mesti Marah Disebut Kafir?

                                         (Kredit Image by #JonruGinting/Facebook)

#Kafir@Non Muslim;Mengapa Mesti Marah Disebut Kafir?

Assalamualaikum Wm,wb.
Apabila rantau Asia Tenggara ini khususnya negeri-negeri yang terletak digugusan Nusantara menjadi kuat dengan keteguhan syiar Islam dan sangat mempengaruhi lanskap sosio-politik dunia Timur dan Barat pada umumnya.

Namun, seiring berjalannya waktu dan dunia timur dan di barat kini telah digerogoti@ diserang oleh virus-virus ajaran sesat yang sengaja di ciptakan dan disebarkan ke rantau Nusantara ini untuk menghancurkan Islam.

Diantara ajaran-ajaran dan fahaman yang sangat gencar menyerang umat Islam Di Nusantara ini adalah Syiah,Kristianisasi,Komunis,Liberalisme dan Pluralisme Agama.

Kumpulan-kumpulan ini telah menyusupi organisasi-organisasi,NGO-Islam,dengan taktik dan topeng yang mereka pakai berupa taktik kuasa politik,pendidikan dan sebagainya.

Dan pada artikel ini saya akan coba hanya menyentuh tentang serangan secara halus yang membuat alam bawah sadar umat Islam akan terpesong aqidahnya yang dilakukan oleh puak-puak/kumpulan Liberalisme dan Pluralisme Agama.

Kumpulan-kumpulan dan NGO ini,dalam misi dan visi mereka hanya untuk membuka pintu-pintu
Liberalisme dan Pluralisme Agama dengan topeng pelbagai nama.

Jika di Malaysia mereka menamakan Islam Hadhari,Islam Madani,Islam Progresif dan yang setara dengannya.Dan di Indonesia kini mereka telah menyusup kedala NGO-NU(NahdatulUlama) dengan misi yang dinamakan "Islam Nusantara"

( InsyaAllah pada postingan yang lain akan saya sentuh dengan lebih jelas apa itu "Islam Nusantara")


Mengapa Anda Harus Marah Disebut Kafir?[1]
Dan pada topik ini,saya coba share tentang bagaimana kaum
Liberalisme dan Pluralisme Agama.menjalankan jarum kudus mereka dengan menyanggah setiap polemik tentang kebenaran ajaran Islam dengan berkata;

" Mengapa Anda mengatakan non Muslim itu Kafir?
" Mengapa anda mengkafirkan orang?"

"Apakah Anda sudah dijamin masuk syurga?" dan sebagainya.

Dalam banyak-banyak argumen dan polemik yang di perdebatkan secara hebat oleh puak
Liberalisme dan Pluralisme Agama.adalah tentang "Definisi Kafir".."Apa Itu Kafir?"

Jawaban atau pencerahan kepada persoalan ini sebenarnya sangat simple,cuma mereka-mereka kaum Liberalisme dan Pluralisme Agama,sengaja untuk bermain kata-kata yang sejatinya akan membuka pekung-kebodohan mereka tentang agama khusunya agama Islam

.
Mari kita bahaskan secara jujur dengan persepsi yang sehat tanpa prejudis.! Misalnya kulit anda putih mulus bersih berseri. Lalu ada orang yang mengejek, “Hei, hitam pekat! Kamu ini orang atau arang!”

Apakah kamu marah? Pasti tidak. Kerana kamu tidak merasa hitam seperti arang.
Lantas sebaliknya, kulit kamu memang hitam pekat seperti arang. Lalu ada orang yang mengejek, “Hei, arang. Boleh dong gue pakai kamu untuk bakar sate?”
Apakah kamu marah?


Pasti ada rasa marah, tersingung atau sakit hati, walau dalam skala yang paling kecil sekalipun.

Kenapa? Kerana kamu merasa diejek, kekurangan atau aib kamu diungkit dan dijadikan bahan ejekan.
* * *
Mari kita gunakan logika yang sama untuk istilah KAFIR.
Banyak sekali rakan-rakan nonmuslim yang marah atau protes ketika disebut kafir. Padahal istilah “kafir” itu hanya soal status. Sama seperti ucapan "Si B orang India" atau "Si C orang Meksiko". atau “Ahok Orang Cina” atau “Obama Orang Amerika”.
Itu hanya status. Tak lebih dan tak kurang.!

Kafir adalah mereka yang tidak menyembah Allah SWT dan tidak percaya Muhammad sebagai Rasulullah. Hanya sesederhana itu. Just that simple.
(Kerana hanya soal status, maka TAK PERLU dikaitkan dengan masalah moral).
Misalnya “Lebih baik kafir tapi bersih daripada muslim tapi korupsi.” Siapapun bisa jadi koruptor, tidak peduli apapun statusnya, apapun agamanya.

Status kafir TAK ADA KAITAN LANGSUNG dengan moral. Saya punya teman yang nonmuslim atau kafir, tapi pribadi mereka sungguh terpuji. Jadi tak perlu mengaitkan status kafir dengan moral. Sebab bisa jadi sangat rancu @membingungkan.

Saat menyebut seseorang sebagai kafir, itu BUKAN tuduhan yang berbau vonis bahwa anda tidak bermoral, anda bejat, dan seterusnya. Sekali lagi, ini hanya soal status.!!!


Setiap status tentu berkaitan dengan hak dan kewajiban tertentu. Misalnya saat kita bertemu rakan sesama Muslim, ada perintah untuk mengucapkan “Assalamualaikum..
Tapi untuk rakan nonmuslim, perintah seperti itu tentu tak ada.!

Dalam konteks yang lebih besar seperti negara, tentu hak dan kewajibannya lebih besar pula. Misalnya jika di sebuah negara diterapkan hukum Islam, maka yang muslim wajib membayarr zakat kepada negara, sedangkan yang kafir tak perlu. Karena zakat hanya untuk kaum muslim.

Istilah Kafir hanya soal "status agama seseorang" jika dipandang dari sudut pandang Islam. Dan di dalam status tersebut terkandung hak dan kewajiban orang-orang kafir yang tentu berbeda dengan hak dan kewajiban umat Islam.

Namun anehnya, persepsi orang-orang pun mengarah ke mana-mana saat mendengar istilah kafir.

(So,mengapa kaum kafir menggelabah dan ketakutan apabila Tuan Guru Haji Hadi dari Parti PAS akan membentangkan isu untuk menaiktarafkan kuasa mahkamah syariah di Parlimen baru-baru ini)

* * *


"Jika KAFIR hanya soal status, kenapa banyak orang yang marah disebut kafir?

Jika dikaitkan dengan logika dan contoh cerita pada bagian awal tulisan ini, maka sebenarnya secara PSIKOLOGIS ini bisa difahami dengan sangat mudah:

Seseorang marah atau tersinggung disebut kafir, kerana di lubuk hatinya yang terdalam terdapat PENGAKUAN TULUS bahwa menjadi kafir itu tidak baik. Yang baik adalah menjadi Muslim.

Jika Anda yakin akan kebenaran agama Anda, jika Anda yakin agama Anda baik, tentu tak perlu marah atau tersinggung disebut kafir, bukan?

Coba lihat bagaimana sikap kami umat Islam terhadap ajaran agama lain:

Pada ajaran Kristian, semua yang tidak menerima Yesus sebagai tuhan disebut “domba yang tersesat”.

Umat Islam tentu tidak mengakui Yesus sebagai tuhan. Kerana itu, pasti kita yang Muslim termasuk golongan “domba yang tersesat” (versi mereka) tersebut.

Namun apakah kita umat Islam selama ini pernah marah atau tersinggung disebut “domba yang tersesat”? TAK PERNAH SEKALIPUN. Kerana kita yakin akan kebenaran Islam.

Kerana yakin benar, maka sebodoh amat dengan semua julukan dari agama lain untuk kita. Memang kita fikirkan.? Terserah mereka menyebut kita apa saja. Itu tak akan berpengaruh apapun terhadap keyakinan kita.Betul?
Jadi jika Anda tak suka disebut kafir, cara mengatasinya mudah saja. Silahkan masuk Islam. Just that simple.!
Mengenai sikap Islam terhadap orang kafir, Anda bisa dibaca di:

Intinya: Umat Islam diwajibkan berbuat baik terhadap orang-orang kafir selama mereka berbuat baik terhadap kita. Namun jika mereka menyerang atau mengganggu kita, maka tentu saja kita pun harus membela diri.
Wallahumusta'an.

No comments