KISAH RASULULLAH SHALLALLAAHU 'ALAIHI WA SALLAM [135]

<img src=https://fazryan87.blogspot.com".jpg" alt="KISAH RASULULLAH SHALLALLAAHU 'ALAIHI WA SALLAM [135]">

KISAH RASULULLAH SHALLALLAAHU 'ALAIHI WA SALLAM [135]

KISAH RASULULLAH ο·Ί Ψ΅Ω„ Ψ§Ω„Ω„Ω‡ ΨΉΩ„ΩŠΩ‡ و Ψ³Ω„Ω…

  • Bagian-135

Ψ§Ω„Ψ³َّΩ„Ψ§َΩ…ُ ΨΉَΩ„َيْΩƒُΩ…ْ  ΩˆَΨ±َΨ­ْΩ…َΨ©ُ Ψ§Ω„Ω„Ω‡ِ وَΨ¨َΨ±َΩƒَΨ§ΨͺُΩ‡ُ

Ψ§َΩ„Ω„َّΩ‡ُΩ…َّ Ψ΅َΩ„ِّ ΨΉَΩ„َΩ‰ Ω…ُΨ­َΩ…َّΨ―ٍ وَ ΨΉَΩ„َΩ‰ Ψ’Ω„ِ Ω…ُΨ­َΩ…Ψ―

        Surat Hathib bin Abi Balta'ah

      FORTUNA MEDIA -- Rasulullah Ψ΅Ω„Ω‰ Ψ§Ω„Ω„Ω‡ ΨΉΩ„ΩŠΩ‡ ΩˆΨ³Ω„Ω… memerintahkan semua orang untuk mengadakan persiapan. Baginda memberi tahu bahwa sasaran mereka kali ini adalah Kota Makkah. Beliau pun berdo'a, "Ya Allah buatlah kaum Quraisy tidak melihat dan tidak mendengar khabar ini, hingga aku tiba di sana secara tiba-tiba."

     Namun seorang sahabat yang bernama Hathib bin Abi Balta'ah menulis surat kepada Kaum Quraisy tentang rencana ini. Surat itu dibawa oleh Sarah, salah seorang budak(hamba sahaya) wanita yang diberi wang oleh Hathib. Setelah menyembunyikan surat dalam gulungan rambutnya wanita itu pun berangkat.

     Kemudian Rasulullah Ψ΅Ω„Ω‰ Ψ§Ω„Ω„Ω‡ ΨΉΩ„ΩŠΩ‡ ΩˆΨ³Ω„Ω… diberi wahyu tentang hal tersebut sehingga baginda segera menyuruh Ali Bin Abi Thalib Karamllahu Wajhah dan Al Miqdad menyusul pembawa surat itu. Keduanya pun memacu kudanya kencang-kencang. Mereka berhasil menyusul Sarah dan berkata, "Serahkan surat yang kau bawa!"

     "Aku tidak membawa sepucuk surat pun."

      Sayidina Ali bin Abi Thalib Karamallahu Wajhah dan Al Miqdad meggeledah haiwan tunggangan dan barang bawaan wanita itu dengan teliti. Ketika tidak juga menemukan apa yang dicari, Ali Bin Abi Thalib berkata, "Aku bersumpah bahwa Rasulullah Ψ΅Ω„Ω‰ Ψ§Ω„Ω„Ω‡ ΨΉΩ„ΩŠΩ‡ ΩˆΨ³Ω„Ω… tidak pernah berbohong. Jika engkau tidak menyerahkan surat itu, kami benar-benar akan memeriksa dirimu!"

      Mengetahui kesungguhan Sayidina Ali bin Abi Thalib Karamallahu Wajhah, wanita itu pun menyerahkan suratnya. Setelah surat itu sampai di tangannya, Rasulullah Ψ΅Ω„Ω‰ Ψ§Ω„Ω„Ω‡ ΨΉΩ„ΩŠΩ‡ ΩˆΨ³Ω„Ω… memanggil Hathib, "Apa ini wahai Hathib?"

     "Rasulullah," jawab Hathib, "demi Allah, saya tetap beriman kepada Allah dan Rasulullah. Sedikit pun tidak ada perubahan pada diri saya. Namun, saya mempunyai seorang anak dan keluarga di tengah-tengah Kaum Quraisy. ltu sebabnya saya hendak memberitahu mereka."

     Sayidina Umar bin Khatab Radhiallahu 'Anhu maju dan berkata, "Rasullulah, serahkan kepada saya, akan saya penggal lehernya. Orang ini bermuka dua."

    Rasulullah Ψ΅Ω„Ω‰ Ψ§Ω„Ω„Ω‡ ΨΉΩ„ΩŠΩ‡ ΩˆΨ³Ω„Ω… bersabda, "Wahai Umar, sesungguhnya ia pernah ikut dalam Perang Badar. Apakah kau tahu kalau Allah meninggikan martabat orang yang turut dalam Perang Badar, lalu Allah menitahkan, "Berbuatlah sekehendak kalian, kalian Ku ampuni?"

     Sayidina Umar bin Khatab Radhiallahu 'Anhu pun menangis sambil berkata, "Allah dan Rasul-Nya lebih tahu."

    Saat berhadapan dengan musuh, kemampuan menyimpan rahasia menjadi sangat penting. Abu Hurairah Radhiallahu 'Anhu melaporkan bahwa Rasulullah Ψ΅Ω„Ω‰ Ψ§Ω„Ω„Ω‡ ΨΉΩ„ΩŠΩ‡ ΩˆΨ³Ω„Ω… pernah bersabda, "Manusia lebih banyak tergelincir kerana mulutnya daripada kerana kakinya."

    Kerahasiaan dalam gerakan ke Kota Makkah ini diperlukan agar pasukan Muslimin mampu memberikan kejutan, sehingga Kota Makkah bisa takluk tanpa pertumpahan darah.

     Pasukan kaum Muslimin Berangkat

     Akhirnya berangkatlah pasukan Muslimin. Saat itu adalah tahun ke-8 Hijriyah. Di tengah perjalanan, suku demi suku datang bergabung. Kerana itu ketika tiba di Marr Az Zhahran, jumlah mereka mencapai 10.000 orang! Jumlah yang belum pernah disaksikan dalam sejarah Madinah.

    Pihak kaum Quraisy yang sampai saat itu belum tahu adanya bahaya akhirnya mulai curiga. Mereka mengutus Abu Sufyan untuk mengetahui apa yang terjadi.

    Suatu malam ketika Abu Sufyan sedang mengintai, dipergoki (ditangkap) Abbas paman Rasulullah Ψ΅Ω„Ω‰ Ψ§Ω„Ω„Ω‡ ΨΉΩ„ΩŠΩ‡ ΩˆΨ³Ω„Ω… Abbas membawa Abu Sufyan ke perkemahan kaum Muslimin. Keesokan harinya Ia diterima Rasulullah Ψ΅Ω„Ω‰ Ψ§Ω„Ω„Ω‡ ΨΉΩ„ΩŠΩ‡ ΩˆΨ³Ω„Ω… di dalam Tenda (kemah) baginda.

     "Kasihan engkau Abu Sufyan," sabda Rasulullah Ψ΅Ω„Ω‰ Ψ§Ω„Ω„Ω‡ ΨΉΩ„ΩŠΩ‡ ΩˆΨ³Ω„Ω…. "Bukankah sudah saatnya bagimu mengetahui, bahwa tiada Tuhan selain Allah?"

    "Demi Ayah dan Ibuku," jawab Abu Sufyan. "Engkau Sungguh orang yang murah hati, mulia dan menjaga hubungan kekeluargaan. Aku memang sudah menduga bahwa tiada Tuhan selain Allah itu sudah mencukupi segalanya."

    "Kasihan engkau wahai Abu Sufyan," demikian sabda Rasulullah Ψ΅Ω„Ω‰ Ψ§Ω„Ω„Ω‡ ΨΉΩ„ΩŠΩ‡ ΩˆΨ³Ω„Ω… lagi. "Bukankah tiba waktunya engkau harus mengetahui bahwa aku Rasulullah?"

    "Demi Ayah, Ibuku, Engkau sungguh bijaksana, pemurah dan suka menjaga hubungan kekeluargaan, namun untuk mengakui engkau adalah utusan Allah masih ada ganjalan di hatiku.

     Akhirnya, Abbas pun turun bicara, "Celaka engkau Abu Sufyan bersaksilah bahwa tiada ilah selain Allah dan Muhammad adalah Rasulullah, sebelum beliau menghukum mati engkau kerana permusuhan keras yang telah engkau lancarkan pada Islam!"

    Abu Sufyan pun memeluk Islam. Kemudian Abbas berbisik, "Wahai Rasulullah, Abu Sufyan adalah orang yang suka membanggakan diri, maka berilah dia sedikit kebanggaan."

    "Baiklah," sabda Rasulullah Ψ΅Ω„Ω‰ Ψ§Ω„Ω„Ω‡ ΨΉΩ„ΩŠΩ‡ ΩˆΨ³Ω„Ω… "Barangsiapa yang berlindung di rumah Abu Sufyan, dirinya akan aman. Barangsiapa yang memasuki Masjidil Haram, juga akan aman."

    Setelah itu Rasulullah Ψ΅Ω„Ω‰ Ψ§Ω„Ω„Ω‡ ΨΉΩ„ΩŠΩ‡ ΩˆΨ³Ω„Ω… meminta Abbas memperlihatkan keagungan pasukan Muslimin.

    Dari atas bukit, Abbas dan Abu Sufyan melihat pasukan lewat barisan demi barisan. Begitu melihat bahwa Rasulullah Ψ΅Ω„Ω‰ Ψ§Ω„Ω„Ω‡ ΨΉΩ„ΩŠΩ‡ ΩˆΨ³Ω„Ω… dikelilingi pasukan Muhajirin dan Anshar, Abu Sufyan berkata, "Tidak seorang pun sanggup menghadapi mereka Abbas, kerajaan keponakanmu akan menjadi besar!"

    "Wahai Abu Sufyan, ini bukan kerajaan melainkan ke-Nabian,"
"Kalau begitu akan lebih bagus lagi."

    Untuk mengelabui musuh, Rasulullah Ψ΅Ω„Ω‰ Ψ§Ω„Ω„Ω‡ ΨΉΩ„ΩŠΩ‡ ΩˆΨ³Ω„Ω… mengirim patroli kecil di bawah pimpinan Abu Qatadah ke arah Batan ldam 30 mile dari Kota Madinah ke arah Negeri Syria. Tujuan ekspedisi ini untuk memberi kesan kepada orang Quraisy bahwa Rasulullah Ψ΅Ω„Ω‰ Ψ§Ω„Ω„Ω‡ ΨΉΩ„ΩŠΩ‡ ΩˆΨ³Ω„Ω… akan mengadakan serangan ke sana, bukan ke Kota Makkah. [HSZ] 

Shallu 'alan Nabi...

πŸ’Bersambung ... Semoga Kita Mendapat Barokah Allah 'Azza Wa Jalla.

Ψ’Ω…ΩŠΩ†َ يا Ψ±َΨ¨َّ Ψ§Ω„ْΨΉΩ„َΩ…ِيْΩ†َ ..Ψ¨َΨ§Ψ±َΩƒَ Ψ§Ω„Ω„Ω‡ُ فِيْΩƒ

Untuk Anda yang belum baca siri ini yang sebelumnya,

Anda boleh baca disini ; The Story of The Prophet Muhammad SAW

Editor ; Helmy Network

Ilustrasi Image, Doc ; Helmy Network




No comments

Cakrawala News Logo