KISAH RASULULLAH SHALLALLAAHU 'ALAIHI WA SALLAM [27]

<img src="https://fazryan87.blogspot.com.jpg" alt="KISAH RASULULLAH SHALLALLAAHU 'ALAIHI WA SALLAM [27]">

KISAH RASULULLAH SHALLALLAAHU 'ALAIHI WA SALLAM [27]

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ  وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

KISAH RASULULLAHﷺ صل الله عليه و سلم

Bagian-27

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّد

"Allahumma Shalli 'Ala Muhammad"

Orang yang Berselimut

FORTUNA MEDIA- Muhammad yang kini telah menjadi Rasulullah terbangun kerana mendengar Malaikat Jibril membawakan wahyu kepadanya, 

يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ

'Hai orang yang berkemul' (berselimut),
(Al-Qur'an, Surah: Al-Muddassir 74:1)

قُمْ فَأَنْذِرْ

'Bangunlah, lalu berilah peringatan!'  (74:2)

وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ

'dan Tuhanmu agungkanlah!'  (74:3)

وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ

'dan pakaianmu bersihkanlah',  (74:4)

وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ

'dan perbuatan dosa tinggalkanlah',  (74:5)

وَلَا تَمْنُنْ تَسْتَكْثِرُ

'dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak'.  (74:6)

وَلِرَبِّكَ فَاصْبِرْ

'Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah'.  (74:7)

Khadijah memandang Rasulullah dengan kasih yang bertambah besar. Beliau perlahan mendekati Suaminya. Khadijah dengan lembut memintanya agar kembali tidur.

"Waktu tidur dan istirahat sudah tidak ada lagi, Khadijah," demikian jawab Rasulullah.

"Jibril membawa perintah supaya Aku memberi peringatan kepada umat manusia, mengajak mereka, dan supaya mereka beribadah hanya kepada Allah. Namun, siapa yang akan kuajak? Siapa pula yang akan mendengarkan?"

Khadijah cepat cepat menentramkan hati Suaminya. Diceritakannya apa yang tadi dikatakan Waraqah. Dengan penuh semangat, Khadijah menyatakan diri sebagai orang yang mengimani Rasulullah.

Dengan demikian, tercatat dalam sejarah bahwa orang pertama yang memeluk Islam adalah Saiditina Khadijah Radhiallahu 'Anha.

Untuk lebih menentramkan Rasulullah, Khadijah meminta Suaminya memberitahu dirinya apabila Malaikat datang.

Kemudian Jibril memang datang, namun hanya Rasulullah yang dapat melihatnya. Khadijah mendudukkan Rasulullah di pangkuan sebelah kiri, lalu ke pangkuan sebelah kanan. Malaikat Jibril masih terlihat oleh Rasulullah. Namun, ketika Khadijah melepas penutup wajahnya, Rasulullah melihat Sang Malaikat menghilang.

Dari kejadian itu, Bunda Khadijah merasa yakin bahwa yang datang itu benar-benar Malaikat, bukan Jin.

Be Smart, Read More;
The Story of The Prophet Muhammad SAW
www.youtube.com/channel/HELMY NETWORK



Bertemu Waraqah bin Naufal

Tidak lama kemudian, Rasulullah Shallallahu'Alaihi Wasallam, bertemu dengan Waraqah bin Naufal. Saat itu, Rasulullah sedang melaksanakan thawaf. Sesudah Rasulullah menceritakan keadaannya, Waraqah berkata, "Demi Dia yang memegang hidup Waraqah, engkau adalah Nabi atas umat ini. Engkau telah menerima Namus Besar seperti yang pernah disampaikan kepada Musa. Pastilah kau akan didustakan, disiksa, diusir, dan diperangi orang. Kalau sampai pada waktu itu aku masih hidup, pasti aku akan membela yang di pihak Allah dengan pembelaan yang sudah diketahui-Nya pula."

Kemudian, Waraqah mendekat dan mencium ubun-ubun Rasulullah Shallallahu'Alaihi Wasallam,.

Kini Rasulullah Shallallahu'Alaihi Wasallam, memalingkan wajah ke sekitarnya, melihat orang-orang yang menyembah patung-patung batu. Orang-orang ini juga menjalankan riba dan memakan harta anak yatim. Mereka jelas-jelas berada dalam kesesatan. Kepada orang orang inilah Rasulullah diperintahkan untuk menyeru agar mereka menghentikan perbuatan perbuatan itu.

Namun, apakah mereka mahu berhenti begitu saja? Orang orang Quraisy itu benar-benar amat kuat dalam memegang keyakinan mereka.

Orang orang itu bahkan siap berperang dan mati untuk mempertahankan keyakinan mereka.
Untuk itu, Rasulullah 
Shallallahu'Alaihi Wasallam, memerlukan datangnya wahyu penuntun lagi. 

Namun, wahyu yang dinanti Rasulullah Shallallahu'Alaihi Wasallam, ternyata tidak juga turun. Jibril tidak pernah datang lagi untuk waktu yang lama. Rasulullah Shallallahu'Alaihi Wasallam, merasa amat terasing. Rasa takutnya kembali muncul. Beliau takut jika Allah melupakan bahkan tidak menyukainya. Rasulullah Shallallahu'Alaihi Wasallam, kembali pergi ke bukit dan menyendiri lagi di Gua Hira. Ingin rasanya beliau membumbung tinggi dengan sepenuh jiwa, menghadap Allah Ta'ala, dan bertanya mengapa dirinya seolah ditinggalkan.

Apa gunanya hidup ini kalau harapan besar Rasulullah Shallallahu'Alaihi Wasallam, untuk menuntun umat ternyata menjadi kering. Rasulullah Shallallahu'Alaihi Wasallam, saat itu, benar benar hampir merasa putus asa.

Surah Adh Dhuha

Tiba-tiba, wahyu itu turun: 

وَالضُّحَىٰ

'Demi waktu matahari sepenggalahan naik',

Surah Ad-Duha (93:1)

وَاللَّيْلِ إِذَا سَجَىٰ

'dan demi malam apabila telah sunyi' (gelap), (93:2)

مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ

'Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu'. (93:3)

وَلَلْآخِرَةُ خَيْرٌ لَكَ مِنَ الْأُولَىٰ

'Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang' (permulaan). (93:4)

وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَىٰ

'Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas'. (93:5)

أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَآوَىٰ

'Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu?' (93:6)

وَوَجَدَكَ ضَالًّا فَهَدَىٰ

'Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk'. (93:7)

وَوَجَدَكَ عَائِلًا فَأَغْنَىٰ

'Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan'. (93:8)

فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ

'Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang'. (93:9)

وَأَمَّا السَّائِلَ فَلَا تَنْهَرْ

'Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya'. (93:10)

وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ

'Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan'.   (93:11)

Rasa cemas dan takut di hati Rasulullah Shallallahu'Alaihi Wasallam, kini hilang sudah. Betapa damainya firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala itu terasa di hati beliau. Rasulullah Shallallahu'Alaihi Wasallam, harus menjauhi setiap perbuatan mungkar dan membersihkan pakaian. Beliau harus mengajak orang mengingat Allah. Beliau harus tabah menghadapi gangguan, tidak boleh menolak orang yang meminta bantuan, dan berlaku lembut kepada anak yatim.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala juga mengingatkan bahwa Rasulullah Shallallahu'Alaihi Wasallam, yatim, lalu Allah melindunginya lewat asuhan kakeknya(atoknya), Abdul Muthalib, dan pamannya, Abu Thalib. 

Dulu, Rasulullah Shallallahu'Alaihi Wasallam, hidup miskin, lalu Allah Subhanahu Wa Ta'ala memberinya kekayaan. Allah Subhanahu Wa Ta'ala pula yang telah menyandingkan beliau dengan Saiditina Khadijah Radhiallahu 'Anha, yang menjadi kawan semasa muda, kawan semasa beliau ber-tahannuts, kawan yang penuh cinta kasih, yang memberi nasihat dengan rasa kasih sayang. 

Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah mendapati Rasulullah Shallallahu'Alaihi Wasallam, tidak tahu jalan, lalu diberi-Nya beliau petunjuk ke-Nabian. Cukuplah semua itu. Hendaklah mulai sekarang, Rasulullah Shallallahu'Alaihi Wasallam, mengajak orang kepada kebenaran, sedapat mungkin, sekuat mungkin.[hsz] 

Shallu 'alan Nabi...

💐Bersambung ....Semoga Kita Mendapat Barokah Allah Azza Wa Jalla.

آمينَ يا رَبَّ الْعلَمِيْنَ ..بَارَكَ اللهُ فِيْك
Editor ; Helmy Network

Ilustrasi Image, Doc, Helmy Network

Follow me at;
twitter.com/romyschneider
facebook.com/romyschneider
linkedin.com/in/helmy-syamza
pinterest.com/hsyamz

VIDEO ; 

#ViralNow! Siapakah Yang Dulu Muncul Imam Mahdi atau Dajjal?

No comments