PERINGATAN ALLAH SWT DAN PESAN SPIRITUAL DISEBALIK BERLAKUNYA GEMPA & TSUNAMI


Masjid Akhram Babul Rahman
@Masjid Terapung yang Indah ini Menjadi Saksi Bisu Apa yang terjadi di Palu Sulawesi Tengah. Bencana Gempa dan Tsunami
, Hari Juma'at(28/9/2018) Tak Membuatnya Hancur. Sebagai Bukti, Kerana Kalimah Tauhid Akan Tetap Tegak Kokoh Di Muka Bumi Ini,Allahu Akbar,!

Bismillah, Terjadinya Gempa bumi di Pulau Lombok belum hilang dari ingatan kita, kini Daerah Donggala Palu Sulawesi Tengah diterjang Badai Gempa & Tsunami. Menurut Sistem Peringatan Diri Tunami Indonesia (InaTEWS) BMKG pada 28/09 : 17.07 WIB sebelum Tunami terjadi gempa 7,7 SR dengan kedalaman 10 KM. Bahkan sebelumnya di berbagai wilayah juga telah terjadi berbagai musibah seperti banjir, tanah longsor dan gunung meletus.

<img src="#GEMPA & TSUNAMI.jpg" alt="PERINGATAN ALLAH SWT DAN PESAN SPIRITUAL DISEBALIK BERLAKUNYA GEMPA & TSUNAMI ">


Dalam perspektif spiritual, setiap musibah mengandungi pesan langit kepada manusia di bumi. Ketika bertebaran berbagai tindak kemaksiatan dan kezaliman, maka maknanya manusia telah sengaja mengundang azab dari Allah
Subhanahu Wa Ta'ala. Ketika manusia tidak lagi peduli kepada perintah dan larangan Allah Subhanahu Wa Ta'ala, maka manusia telah membuat murkaNya.


Dalam Al Qur’an telah diceritakan bagaimana Umat Nabi Nuh Alaihis Salam dengan sombongnya mengundang azab Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan menolak ajakan Nabi Nuh 'Alaihis Salam untuk kembali ke jalan Islam. Mereka mempersekusi Nabi Nuh 'Alaihis Salam dalam setiap dakwahnya. Maka Allahpun mendatangkan bencana Banjir Tsunami dahsyat yang menenggelamkan mereka.

Mereka berkata, “....Wahai Nuh, sungguh engkau telah berbantah dengan kami, dan engkau telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami,maka datangkanlah kepada kami azab yang engkau ancamkan, jika kamu termasuk orang yang benar [AlQur'an-Surah,Hud : 32].

Dia (Nuh) menjawab,”.... Hanya Allah yang akan mendatangkan azab kepadamu, jika Dia menghendaki, dan kamu tidak akan mampu melepaskan diri"  [AlQur'an-Surah,Hud : 33]

     Related post;
#Lombok Earthquake;PULAU INIKAH YANG MEMBUAT ALLAH MURKA ?
#Palu Earthquake; Mystery TIGA [3]"Sang Pembunuh"Cause #KAMPUNG PETOBO PALU Sulawesi Tengah,Lenyap Ditelan Bumi
2 Heroic Figures Behind Earthquake-Tsunami Palu and Donggala,Central Sulawesi,Indonesia
<img src="#GEMPA & TSUNAMI.jpg" alt="PERINGATAN ALLAH SWT DAN PESAN SPIRITUAL DISEBALIK BERLAKUNYA GEMPA & TSUNAMI ">
Al Qur’an menggunakan istilah 'fasad' untuk untuk menunjukkan berbagai kerusakan di muka bumi akibat tangan manusia.

“....Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan kerana perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. (AlQur'an-Surah, Ar Ruum : 41

"....Dan apa saja musibah yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)". (AlQur'an-Surah, Asy Syura : 30)


Para mufassir memaknai kerusakan atau fasad bermacam-macam arti. Diantaranya , segala sesuatu yang tidak tergategori sebagai kebaikan, kekurangan hujan dan sedikitnya tanaman, kelaparan dan banyaknya kemudaratan yang terjadi.

Sementara, Allah Subhanahu Wa Ta'ala sendiri tidak pernah menzalimi manusia, bahkan justru senantiasa memberikan nikmat kepada manusia. Adapun manusia kebanyakan tidak bersyukur dan bahkan berbuat kesalahan dan kemaksiatan. Kemaksiatan adalah bentuk kezaliman kepada diri sendiri.


"....Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala, dan apa saja bencana yang menimpamu, Maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. dan cukuplah Allah menjadi saksi." (AlQur'an Surah, An Nisaa : 79)

Padahal Allah-lah yang telah menciptakan manusia dan alam semesta ini. Berbagai kerusakan dan musibah yang disebabkan oleh pengingkaran terhadap hukum Allah ini telah menimbulkan kondisi kehidupan yang tidak menyenangkan, kehidupan yang terasa sempit, kehidupan yang menakutkan kerana ketidakamanan dan kehidupan yang serba mengkhawatirkan.

"...Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, Maka Sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam Keadaan buta". (AlQur'an-Surah, Thahaa : 124)
<img src="#GEMPA & TSUNAMI.jpg" alt="PERINGATAN ALLAH SWT DAN PESAN SPIRITUAL DISEBALIK BERLAKUNYA GEMPA & TSUNAMI ">
Kapal KM Sabuk Nusantara-39 terdampar di antara rumah warga setelah Tsunami melanda Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah,(Juma'at 28/9/2018) KM Sabuk Nusantara 39 terhempas tsunami ke daratan sejauh 70 meter dari Pelabuhan Pantoloan. (AP Photo/Tatan Syuflana)
AllahSubhanahu Wa Ta'ala, dengan tegas mengingatkan kepada manusia untuk hanya tunduk kepada aturan Allah Subhanahu Wa Ta'ala, dan tidak tunduk kepada seluruh aturan selain dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

“....Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan Ulil Amri di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya”. (AlQur'an-Surah,An Nisaa : 59)

"....Apa yang diberikan Rasul kepadamu, Maka terimalah. dan apa yang dilarangnya bagimu, Maka tinggalkanlah. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta'ala Amat keras hukumannya".
(AlQur'an-Surah, Al Hasyr : 7)

<img src="#GEMPA & TSUNAMI.jpg" alt="PERINGATAN ALLAH SWT DAN PESAN SPIRITUAL DISEBALIK BERLAKUNYA GEMPA & TSUNAMI ">


Kondisi Masjid Akhram Babul Rahman, walau berdiri kokoh tapi ada juga sedikit kerosakan dibagian bangunan Masjid tersebut,akibat Gempa dan Tsunami di Palu Sulawesi Tengah Hari Jumaat(28/9/2018) Masjid Terapung tersebut Merupakan Ikon Kota Palu yang terletak Di pantai bumi bahari/Antara Foto-Akbar Tado
Berdasarkan rujukan AlQur'an, Surah Ar Ruum ayat 41 diatas, maka pesan spiritual dibalik segala mancam bencana dan musibah adalah kembali kepada jalan Allah (la’allakum yarji’un). Caranya adalah dengan taubat nashuha yakni menyesali dan mohon ampunan, berhenti melakukan kemaksiatan dan berjanji untuk tidak mengulanginya.


Dan yang paling penting dari taubat ini adalah kembali kepada aturan Ilahi yang bersumber pada wahyu dalam melakukan semua perbuatan baik individu, kelompok sosial, maupun negara.

Rasulullah Muhammad Shallallaahu 'Alaihi Wasallam, adalah teladan sempurna dalam berperilaku dan bersikap baik sebagai individu, keluarga, anggota masyarakat maupun sebagai pemimpin daulah. Semua perilaku Rasulullah Muhammad Shallallaahu 'Alaihi Wasallam, bersumberkan kepada wahyu, bukan hawa nafsu.


"....Jikalau Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapimereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya." (AlQU'an-Surah,Al A’raf : 96).

Kerana itu kembali kepada jalan Allah Subhanahu Wa Ta'ala, adalah jalan utama jika menginginkan Negeri ini terhindar dari segala musibah dan bencana Allah Subhanahu Wa Ta'ala, Sebab hanya Allah Subhanahu Wa Ta'ala, yang mampu memberikan kebaikan. Sebab bumi, langit dan seluruh jagad raya adalah milik AllahSubhanahu Wa Ta'ala. Wallahu'Alam,
_______________

[Adaptasi dari tulisan asal oleh;AhmadSastra,KotaHujan,28/09/18 : 21.00 WIB]

No comments